Minggu, 05 April 2026

Alasan Sakit, Terdakwa Perkara Dugaan korupsi PAD Labusel Menolak Sidang

Administrator - Senin, 10 Agustus 2020 11:10 WIB
Alasan Sakit, Terdakwa Perkara Dugaan korupsi PAD Labusel Menolak Sidang

 

Baca Juga:

Medan I Sumut24.co Beralasan sakit, dr Daschar Aulia menolak memberikan keterangan  selaku terdakwa dalam persidangan secara virtual di ruang Cakra-8 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (10/8/2020).

“Saya gak bisa jawab, saya sakit pak..,” katanya lewat layar monitor kepada majelis hakim tipikor diketuai Syafrin Batubara .

“Kalau terdakwa sakit, ada tatacaranya. Gak bisa sekadar diucapkan, tapi harus menggunakan surat dokter dari rumah sakit yang diunjuk,” balas Syafrin.

Meski telah dijelaskan, terdakwa Daschar Aulia tetap bertahan dan mengaku sakit. Bahkan, penasihat hukumnya telah menyerahkan surat dokter, namun bukan dari rumah sakit yang direkomendasikan

” Kalau memang sakit harus mohon pembantaran, tapi harus dari rumah sakit yang ditunjuk bukan surat keterangan dari dokter umum,” jelas hakim Syafin Barubara.

Ujungnya, hakim menunda persidangan selama dua minggu untuk memberi kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa, Pratiwi Utami untuk melengkapi administrasi permohonan pembantara.

” Ya sudah.., sidang ditunda selama dua pekan untuk memberi kesempatan penasihat hukum mengurus administrasi permohonan pembantaran, ” tegas hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riamor Bangun sempat terlihat kecewa dengan sikap terdakwa yang tak bersedia memberikan keterangan dipersidangan.

” Saya lihat dia sengaja mengulur-ngulur waktu,” kata Kasipidsus Kejari Labusel ini kepada awak media, usai sidang.

Seperti diketahui, dr Daschar Aulia (49), Direktur RSU Kota Pinang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PAD Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara  sebesar Rp 1,5 milyar.

Dia didakwa bersama-sam Rahmawati Hasibuan, bendahara RSU Kota Pinang .Dalam perkara ini, sejumlah saksi telah diperiksa dan dimintai keterangan. Namun giliran terdakwa Daschar Aulia akan diperiksa, dia menolak dengan alasan sakit.

Disebutkan, perbuatan keduanya telah merugikan keuangan negara, terkait Pengelolaan Keuangan RSUD Kotapinang TA 2014 yang bersumber dari penerimaan UP/Ganti Uang (GU) dan PAD sebesar Rp. 1.511.427.219,00 (zul)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Gugur dalam Tugas Mulia, Tiga Prajurit TNI Jadi Korban Misi Perdamaian di Lebanon
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
22 Paket Sabu Disembunyikan di Rerumputan, Dua Pria di Portibi Berakhir di Tangan Polres Tapanuli Selatan
komentar
beritaTerbaru