MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH menyatakan, penyidik Polda Jabar dan Bareskrim Polri sudah menjelaskan, bahwasanya pembakaran bendera yang dilakukan oleh Banser di Garut, merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Hal itu diungkapkan Kapolda Sumut saat disinggung mengenai aksi demonstrasi bela Tauhid, yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia dan juga Sumut.
“Itu bendera HTI. Sudah dijelaskan kepada publik bahwa penyidik Polda Jabar dan Bareskrim, bahwasanya itu bendera HTI. HTI memang mengatakan itu bukan benderanya, tapi dalam beberapa kegiatan HTI, bendera-bendera itu dipakai,” ungkap Irjen Pol Agus kepada wartawan, Jumat (26/10).
Untuk itu dijelaskan Jenderal bintang dua ini menghimbau kepada masyarakat, agar jangan mau di politisir. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat jangan mau di adu domba untuk kepentingan politik.
“Masyarakat harus lebih cerdas, ini bukan waktunya lagi di adu domba. Sudah la, kalau untuk politik lihat track recordnya, lihat juga programnya. Jangan bawa-bawa masyarakat untuk jadi korban yang tidak perlu. Kita kasian dengan masyarakat,” tegasnya.
Irjen Pol Agus mencontohkan, misalkan ada seseorang yang membuat tulisan disandal atau sepatu, lalu di pakai dan kotor atau terbakar, pertanyaannya menurut Kapolda Sumut, apakah itu juga termasuk penistaan agama?…tutup mantan Wakapolda Sumut ini mengakhiri.(W05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News