Selasa, 27 Januari 2026

Tolak Pembongkaran Masjid Al-Iklhas, Rumah dan Mobil Ketua DPC KAI Deliserdang di Teror Bom Molotop

Darmanto - Rabu, 14 Januari 2026 14:31 WIB
Tolak Pembongkaran Masjid Al-Iklhas, Rumah dan Mobil Ketua DPC KAI Deliserdang di Teror Bom Molotop
Sudarmanto
Medan |sumut24.co -

Baca Juga:

Indra Surya Nasution, Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Deli Serdang, telah melaporkan dugaan pembakaran mobil miliknya ke Polrestabes Medan. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan sikapnya yang menolak rencana pembongkaran Masjid Al Ikhlas di Komplek Veteran Dusun VIII, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.


Kepada awak media beberapa waktu lalu, Indra menegaskan penolakannya terhadap pembongkaran masjid karena diduga berdiri diatas tanah wakaf yang dilindungi Undang-Undang Wakaf.


Menurutnya, masjid tidak boleh dipindahkan untuk kepentingan komersial., Lanjutnya Indra menyebut pihak pengembang beralasan telah membangun masjid pengganti di Desa Sampali, di atas tanah garapan. Namun hal itu tetap ditolak warga karena dinilai bertentangan dengan ketentuan wakaf.


"Masjid itu pasti tanah wakaf. Dalam Undang-Undang Wakaf jelas, rumah ibadah tidak boleh dipindahkan untuk kepentingan pengembang. Kalau untuk fasilitas umum seperti sekolah, jalan, atau rumah sakit masih bisa. Tapi ini untuk kepentingan komersial, jadi kami menolak," ucap Indra.


Ia mengungkapkan, sebagian bangunan masjid sudah mulai dibongkar, seperti pencabutan pengeras suara. Pembongkaran itu diduga dilakukan oleh pihak pengembang. Menurutnya, penolakan tersebut membuat dirinya dan warga dianggap berseberangan.


"Sudah beberapa kali kami diminta tidak ikut campur memperjuangkan masjid itu. Bahkan kami pernah ditawari uang ratusan juta, tapikami menolak karena ini rumah ibadah," katanya.


Dijelaskan Indra, peristiwa pembakaran mobil miliknya terjadi pada Kamis (8/1/2026) dini hari. Ia mengaku sebelumnya datang ke masjid sekitar pukul 23.00 WIB hingga 00.30 WIB untuk memberikan dukungan moral kepada pengurus masjid, menyusul adanya kabar rencana perusakan masjid dan ancaman terhadap marbot.


"Marbot sempat diancam agar meninggalkan masjid. Mereka tidak pakai alat berat, tapi diduga menggunakan cara-cara preman. Marbot bilang mereka mengasah parang," ucapnya sembari membeberkan, sekitar pukul 01.30 WIB, Indra mendapati mobilnya dalam kondisi terbakar. Ia sempat melihat dua orang pria melarikan diri dari lokasi kejadian.


"Ada rekaman CCTV dan sempat terdengar ledakan. Mungkin dari botol berisi minyak itu. Saya tidak punya masalah dengan pihak lain, jadi saya meyakini kejadian ini berkaitan dengan penolakan pembongkaran masjid," ujarnya.


Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan Indra. "Akan kita tindak lanjuti," katanya.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Darmanto
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPDBU Rumah Sakit Bertaraf Internasional Dibahas, Asahan Siap Jadi Pusat Layanan Kesehatan Pantai Timur
Silaturahmi Kapolrestabes Medan dengan Plt Kadisnaker Kota Medan, Ketua Federasi KEP SPSI Kota Medan: Ramaddan Kuda Rabun Memakai Kacamata Tebal
Satu Unit Rumah di Desa Tebing Tinggi Ludes Terbakar, Kapolsek dan Camat Tanjung Beringin Langsung Ambil Tindakan
Ketua DPD I PKN MJA Sumut Pimpin Rapat Rutin Bersama DPD II PKN dan PAC PKN Sekota Medan
Lewat Mediasi Kekeluargaan, Bhabinkamtibmas Tanjung Beringin Redam Sengketa Ternak Bebek
Pengajian Akbar Muslimat Al Washliyah Manik Maraja, Ketua TP PKK  Simalungun: Teruslah Menjadi Mitra Pemerintah Dalam Membina Umat
komentar
beritaTerbaru