Unimed Wisuda 1.046 Lulusan, Rektor : Jadilah Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045
sumut24.co MEDAN, Universitas Negeri Medan (Unimed) mewisuda sebanyak 1.046 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Audito
kota
Baca Juga:
- Terungkap! Direktur CV Rafli Akbar Ternyata Sudah Dipanggil Berulang Kali Tapi Mangkir Akhirnya Jadi Tersangka, Ini Kronologinya
- Eksekusi Terpidana Korupsi Dana Desa Akhiruddin Rampung, Kejari Padangsidimpuan Tegaskan Sudah Sesuai SOP: Tidak Ada Arogansi, Semua Prosedural
- Janji Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan, Jalan BM Muda Padangsidimpuan Tak MANTAP Hampir Tiga Periode
Pembangunan yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat delapan desa di sekitarnya justru terancam tuai sorotan karena berbagai kendala di lapangan.
Hingga Januari 2025, proyek yang seharusnya selesai pada Desember 2024 baru mencapai progres 40-50%. Keterlambatan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terlebih dengan dugaan adanya penyimpangan di lapangan.
Salah satu isu yang mencuat adalah tindakan kontraktor berinisial MAS, yang terlihat mengangkut besi proyek dari lokasi, masyarakat khawatir tindakan tersebut dapat berdampak pada kualitas pembangunan.
*Pentingnya Gorong-gorong bagi Masyarakat*
Menurut narasumber berinisial SP, proyek ini memiliki peran penting dalam menunjang pasokan air untuk kebutuhan persawahan di 8 (delapan) desa sekitar. SP mengungkapkan kekhawatirannya terkait kualitas proyek yang masih jauh dari harapan.
"Kami berharap proyek ini benar-benar diawasi oleh dinas terkait. Mengingat pentingnya pasokan air untuk persawahan, kualitas pembangunan harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat," ujar SP.
SP juga menyoroti beberapa masalah teknis, seperti material proyek yang sudah berkarat, serta pelaksanaan yang perlu dievaluasi apakah telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak kerja.
"Project ini masih jauh yang diharapkan terlihat masuk tahun 2025 di bulan Januari ini masih juga belum selesai bahkan diduga material seperti besi yang sudah berkarat dan bahan lainnya perlu ditinjau pihak dinas terkait apakah sudah sesuai dengan RAB dan isi kontrak dalam pelaksanaan project ini," paparnya.
*Harapan Masyarakat untuk Pembangunan yang Berkualitas*
Pembangunan infrastruktur seperti gorong-gorong seharusnya dirancang dengan umur pemakaian minimal lima tahun.
"Pembangunan ini yang mana umur pembangunan seyogyanya minimal 5 tahun kita berharap lebih dari itu dan penyelesaian project ini dapat terselesaikan sebelum masuk bulan Ramadhan/Puasa agar dapat di rasakan oleh kami masyarakat ujung gurap dan 8 desa lainnya," tambahnya.
SP menegaskan bahwa masyarakat berharap proyek ini selesai sebelum bulan Ramadan agar segera memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.
"Proyek ini penting bagi kami. Kami berharap selesai tepat waktu dan kualitasnya terjamin. Jangan sampai masyarakat harus menanggung kerugian karena pembangunan yang asal-asalan," tutup SP.
*Langkah yang Harus Diambil*
Agar proyek ini dapat selesai dengan baik, beberapa langkah perlu dilakukan:
1. Pengawasan Ketat oleh Dinas Terkait
Pihak dinas harus turun langsung ke lapangan untuk memantau progres pembangunan, memastikan material yang digunakan sesuai standar, dan mengevaluasi kontraktor yang bertanggung jawab.
2. Transparansi Anggaran dan Pelaksanaan
Keterbukaan informasi terkait anggaran dan pelaksanaan proyek sangat penting untuk menghindari kecurigaan masyarakat dan memastikan akuntabilitas.
3. Sanksi Tegas bagi Kontraktor Lalai
Jika ditemukan pelanggaran kontrak kerja, kontraktor harus diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera dan menjaga kualitas proyek lainnya di masa depan.
4. Keterlibatan Masyarakat
Masyarakat setempat juga perlu dilibatkan secara aktif dalam pengawasan proyek, misalnya dengan membentuk kelompok pemantau pembangunan desa.
Proyek gorong-gorong ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat di delapan desa yang bergantung pada pasokan air untuk persawahan.
Dengan langkah-langkah yang tepat, harapan masyarakat Desa Ujung Gurap akan pembangunan yang berkualitas dapat terwujud, membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka.
Dari pantauan plank proyek terlihat dengan nama kegiatan Rehabilitasi DI Ujung Gurap, dengan jumlah dana (pagu) Rp2.324.366.000, dengan volume pekerjaan 77 meter, serta nama perusahaan CV.STHAPATI KARYA PERSADA, yang mana pengerjaan dimulai pada tanggal 22 November 2024 dan selesai tanggal 30 Desember 2024, namun hingga saat ini pengerjaan itupun belum selesai.
Terlihat juga para pekerja tidak memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.zal
sumut24.co MEDAN, Universitas Negeri Medan (Unimed) mewisuda sebanyak 1.046 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Audito
kota
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota