Hardiknas 2026: Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
Baca Juga:
- Resmi Dilantik! Bupati Gus Irawan Gaspol Perkuat Pendidikan dan Pengawasan di Tapanuli Selatan
- Bangkit dari Pascabencana, Tapsel Sabet Juara II Nasional Penanganan Kemiskinan dan Stunting 2026
- Di Momen Musrenbang Sumut 2027, Mendagri Tito Karnavian dan Bupati Tapsel Gus Irawan Kompak Tancap Gas Pembangunan
Gugatan ini diajukan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel, yang menetapkan pasangan H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu - Parulian Nasution sebagai pemenang dalam Pilkada Tapsel 2024.
Gugatan yang diajukan oleh pasangan nomor urut 01, Gus Irawan - Jafar, adalah respons terhadap ketidakpuasan mereka atas hasil pemilu. Mereka merasa dirugikan oleh penetapan paslon nomor urut 02 sebagai pemenang.
Namun, dalam putusan PTTUN, gugatan mereka ditolak karena pemohon tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatan di persidangan. Selain itu, majelis hakim juga menyatakan bahwa penggugat tidak memiliki kepentingan hukum yang cukup kuat untuk mengajukan gugatan tersebut.
Sidang perkara nomor 10/G/PILKADA/2024/PT.TUN.MDN ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Herman Baeha, SH, MH, bersama dengan dua hakim anggota, yaitu R. Basuki Santoso, SH, MH, dan Fitriamina, SH, MH. Dalam amar putusannya, majelis hakim menolak gugatan penggugat dan menghukum mereka untuk membayar biaya perkara sebesar Rp351.000.
Khoirun Solih Harahap, Kordinator Divisi Hukum Pengawasan KPU Tapsel, menyatakan bahwa pihak KPU sejak awal telah yakin bahwa gugatan ini akan ditolak. Mereka hanya menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami optimis bahwa gugatan akan ditolak karena seluruh proses pemilihan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Khoirun.
*Kritik Terhadap Gugatan Bagusi: Apakah Langkah Ini Efektif?*
Keputusan untuk melayangkan gugatan oleh pasangan "Bagusi" menjadi sorotan. Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin Ritonga, yang dikenal sebagai sosok politisi berpengalaman, tentu memiliki hak untuk memperjuangkan kepentingan politik mereka melalui jalur hukum. Namun, kegagalan mereka membuktikan dalil-dalil gugatan di pengadilan menunjukkan adanya kekurangan dalam argumen hukum mereka. Apakah langkah ini murni untuk kepentingan demokrasi, atau lebih kepada mempertahankan posisi politik?
Gugatan tersebut terkesan terburu-buru dan kurang matang dari segi bukti serta dasar hukum yang diajukan. Dalam konteks demokrasi, gugatan hukum memang menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan perselisihan, namun jika tidak didasari oleh bukti yang kuat, hal ini justru dapat merusak citra demokrasi itu sendiri.
Pasangan Bagusi seharusnya lebih mengutamakan cara yang konstruktif dalam menerima hasil pemilu, ketimbang melakukan upaya yang akhirnya hanya memicu polemik politik tanpa hasil yang berarti.
Pemerhati Pemerintahan dan Kebijakan Publik Tabagsel Bang Regar mengungkapkan bahwa keputusan PTTUN Medan ini menandai kemenangan penting bagi demokrasi di Tapanuli Selatan.
Proses pemilihan yang berjalan sesuai aturan dan hukum akhirnya terselamatkan dari sengketa politik yang berlarut-larut.
"Ini menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia, khususnya di tingkat lokal Tapanuli Selatan, tetap terjaga melalui jalur hukum yang adil dan transparan," ujarnya.
Dimana KPU Tapsel sebagai penyelenggara pemilu telah membuktikan integritasnya dengan tetap berdiri teguh pada aturan yang berlaku.
"Ketegasan KPU dalam menjalankan tugasnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa hasil pemilu merupakan cerminan suara rakyat yang sah," lanjut Bang Regar.
Lebih lanjut Bang Regar menjelaskan dari hasil gugatan ini, ada pelajaran penting bagi para politisi dan peserta pemilu.
"Alih-alih menggunakan jalur hukum tanpa bukti yang cukup kuat, upaya perbaikan demokrasi seharusnya difokuskan pada penguatan mekanisme pemilu, seperti memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan," pungkasnya.zal
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
Libur Akhir Pekan Aman, Polsek Sosa Gelar Patroli di Lokasi Wisata Favorit
kota
Hardiknas 2026 di Madina, Wabup Atika Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
kota
351 Jemaah Haji Padangsidimpuan Dilepas Haru, Wali Kota Doakan Pulang Jadi Haji Mabrur
kota
sumut24.co Perbaungan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Serdang Bedagai Achyar SH. MSP menerima Audie
News
Kami Mau Keadilan!&rdquo Tangisan Ibu Bhayangkari Guncang DPRD Kota Padangsidimpuan
kota
Diguncang Kasus Kader Dugaan Penipuan, PDIP Padangsidimpuann Maaf dan Tegaskan Tak Intervensi Hukum
kota
Gasak Korban Saat Mau Salat Subuh, "Kapten" Diciduk Polres Padangsidimpuan
kota
Disiplin Diuji! Sipropam Polres Padang Lawas Gelar Razia Internal Pagi Hari
kota
Hadiri Pengukuhan LPS, Basri Harahap Bawa Semangat Kolaborasi Keuangan untuk Paluta
kota