Jumat, 24 Juli 2026

Poldasu Olah TKP Avanza Terjun Ke Kolam Tewaskan 9 Penumpang

Administrator - Kamis, 05 Januari 2017 07:30 WIB
Poldasu Olah TKP Avanza Terjun  Ke Kolam Tewaskan 9 Penumpang

DAIRI | SUMUT24 Penyidik satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Dairi, masih terus menelusuri penyebab tabrakan maut yang menewaskan satu keluarga sembilan orang, diantaranya balita.

Baca Juga:

Tiga saksi telah diperiksa saat mobil Avanza bernopol BK 1568 KM, masuk ke kolam di pinggir jalan lintas Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Dairi.

“Sudah datang tim olah tempat kejadian dari Poldasu,” kata Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritonga melalui Kasat Lantas Polresta Dairi AKP L Marpaung, Selasa (3/12) kemarin.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan. “Belum bisa kita pastikan penyebabnya,” kata perwira tiga balok emas ini.

Sedangkan tiga saksi yang diperiksa juga telah dilakukan. Ketiga saksi itu sebutnya, warga yang saat kejadian berada di warung tak jauh dari lokasi.

“Ada tiga saksi sudah diperiksa yang berada di dalam warung,” kata Marpaung. Menurutnya hasil dugaan sementara, sopir Lamsir Banjarnahor (32) yang tewas dalam kecelakaan tunggal itu, kelelahan. “Mungkin si sopir kelelahan, tapi itu hasil dugaan sementara ya,” katanya.

Sedangkan ketiga saksi hanya sebatas mengetahui saat kejadian. “Nah, dari sanalah kita kesulitan mengungkapnya, apa yang sebenarnya telah terjadi?” sebutnya lagi.

Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, tepat Selasa (3/1) dinihari jam 01.00 wib, para korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Marbun Tonga Dolok Bakkara. Disambut Isak Tangis

Kedatangan 9 jenazah korban yang masih satu berhubungan keluarga St Darwin Banjarnahor diwarnai isak tangis. Darwin Banjarnahor tak menyangka, kematian anak dan saudaranya terjadi sangat tragis. Tangis histeris keluarga dan kerabat pelayat pecah saat 9 korban dikeluarkan dari mobil ambulans menuju rumah duka jam 05.00 wib.

Bahkan ratusan kerabat yang turut mendampingi keluarga tak dapat menahan tangisan saat empat ambulance pengantar jenazah tiba di Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok kecamatan Baktiraja.

Darwin Banjarnahor dalam isak tangisnya menyebutkan kalau dirinya belum percaya atas musibah yang terjadi. Dia nyaris pingsan saat 9 jasad anggota keluarganya itu perlahan dikeluarkan dari mobil ambulans RSU Dairi. Namun dia segera dipapah kerabatnya sembari menagis histeris.

Dia juga seperti tidak rela melepas kepergian para korban tersebut sehingga jenazah itu secara bergantian ia rangkul dan peluk.

Isak tangisnya juga membuat pelayat tak kuasa menahan air mata. “Aha dosakku Tuhan. Apa dosaku Tuhan sehingga begini nasib kami?” ujarnya setiap merangkul deretan jenazah tersebut. (tnp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Taufik Buka Rakerkab KORPRI Asahan, Perkuat Integritas ASN demi Pelayanan Prima
Ikuti Bimtek Se-Sumut, TP PKK Asahan Siap Terapkan Inovasi Digital dan Perkuat Program Kesejahteraan Keluarga
JMSI Sumut Ucapkan Selamat kepada Dr. Harli Siregar sebagai Kadiklat Kejaksaan Agung
MK Kabulkan Sebagian Gugatan UU Cipta Kerja, Sisa Kuota Internet Harus Tetap Bisa Digunakan
DPRD Sumut Soroti Minimnya Transparansi Data Pengunjung PRSU, Rudi Alfahri: Publikasi Bagus, Tapi Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Kompak! Dua Kapolres Sambangi Kodim 0212/Tapsel, TNI-Polri Perkuat Barisan Jaga Sinergitas dan Stabilitas Tabagsel
komentar
beritaTerbaru