Rabu, 10 Juni 2026

Perumahan Grand Mutiara Indah Kembali Dilanda Banjir, Warga Mengungsi Ke Mushollah

Administrator - Sabtu, 21 November 2020 11:34 WIB
Perumahan Grand Mutiara Indah Kembali Dilanda Banjir, Warga Mengungsi Ke Mushollah

 

Baca Juga:

Batangkuis I Sumut24.co

Banjir besar yang terjadi akibat meluapnya Sungai Belumai yang turut berdampak pada debit air Sungai Dalu di Kec. Batangkuis, Kab. Deliserdang, dini hari Sabtu, (21/11/2020).

Penghuni Komplek Perumahan Grand Mutiara Indah III di Jl. Sedar, Dusun VB, Desa Tumpatan Nibung, Kec. Batangkuis harus mengungsi ke Mushollah pada pukul 04.00 dini hari, Karena Perumahan tersebut dilanda banjir besar, Iqbal Tarigan salah seorang warga perumahan tersebut Mengatakan ” Ini banjir terbesar yang terjadi setelah sabtu lalu komplek ini dilanda banjir serupa, luapan air sungai membuat dinding pembatas Komplek tidak mampu menahan debit air yang besar sehingga dinding pembatas jebol kembali.

Ada 116 rumah yang turut terendam akibat jebolnya benteng Sungai Dalu, hingga akhirnya menerjang permukiman warga komplek tersebut.

“Kami hanya ingin pihak pihak pengembang menunjukkan tanggung jawabnya atas kejadian banjir kemarin dan hari ini juga terjadi Ucap Iqbal.

Lebih jauh dijelaskannya, jebolnya tembok pembatas komplek itu menjadi sorotan para penghuni, ternyata bukan karena derasnya debit air menghantam tembok pembatas komplek, tapi pada saat banjir terjadi, air justru tenang. Diduga karena kualitas tembok komplek yang tidak kuat, dan akhirnya jebol.

“Ini sangat aneh bagi kami, Kuat dugaan tembok yang dibangun pihak pengembang ini asal jadi. Masak kami lihat gak ada tiang pendukung dibangunan tembok itu. Apalagi komplek inikan disebelah persawahan seharusnya saluran drainase komplek harus lebih tinggi dari parit desa, ini malah sebaliknya. Begitu banjir, meluaplah semua air ke komplek, ditambah lagi tembok komplek jebol dan pompa pembuangan air juga tak berfungsi dengan baik, akibat nya masih tergenang air di komplek ini walau banjir sudah reda,” pungkas Iqbal.

Salah seorang warga, M. Rasyid juga mengatakan, walaupun air sudah surut, tetapi banyak lumpur dalam rumah kami yang dibawa saat banjir.

“Banyak lumpur masuk barang-barang juga sudah terhambur,” kata M. Rasyid saat di temui di tempat pengungsian pada dini hari.

Selain itu, warga juga takut apabila terjadi banjir susulan, sehingga mengungsi akan lebih aman.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel–Padangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Sehari-hari dengan Sentuhan Seni Italia Tersedia mulai 22 Juni 2026
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan Penghubung
komentar
beritaTerbaru