Rabu, 08 Juli 2026

Polsek Sunggal Tangkap 8 Anggota BNN Gadungan, 2 Pucuk Senpi Turut Disita

Administrator - Kamis, 10 September 2020 16:42 WIB
Polsek Sunggal Tangkap 8 Anggota BNN Gadungan, 2 Pucuk Senpi Turut Disita

MEDAN I SUMUT24.co

Baca Juga:

Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal Polrestabes Medan melalui personil Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil menangkap Delapan (8) orang anggota BNN gadungan dikawasan Jalan Ringroad Psr III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Kedelapan tersangka yang mengaku dari petugas BNN ini masing-masing, MB (38) warga sintis, Gg Doni, Dsn Sintis, Kecamatan Percut Seituan sebagai komandan, Suprianto (38) warga Sintis, Gg Doni, Dsn Sintis, Kecamatan Percut Seituan, Yogi A (23) warga Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, JDK (31) warga Dsn I Desa Sintis.

Kemudian DA (26) warga Jalan Sudi Laksono, Dsn V Desa Sintis, ES (31) warga Dsn Sintis, Desa Musyawarah, RE (40) warga Lau Dendang Percut Seituan, dan K (18) Jalan Sidolaksono, Desa Sintis, Percut Seituan.

Saat ditangkap beber Kompol Yasir Ahmadi, dari tersangka turut diamankan barang bukti berupa, 1 unit mobil Kijang kapsul BK 1374 DS, 1 senpi rakitan jenis revolver,1 senpi mainan, 1 HT, 9 tanda pengenal BNN atas nama pelaku, 5 Hp android, 2 Hp merk mito, 1 lakban, 1 borgol, 1 STNK Sepmor BK 2047 AGW, A/N syamsiarno, SIM c, SIM B I, 4 lembar KTP, 2 bh kaca pirek, 1 senter, sekarang kaca spion, 1 sepmor Vario 150 BK 4810 pbh dan beberapa dokumen penting lainnya.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan membenarkan penangkapan kedelapan terduga petugas BNN gadungan tersebut. Para pelaku ditangkap ketika menjalankan aksinya dan atas laporan bernama, Sukono(48) tahun seorang petani, warga Jalan Bunga asoka, Kel Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.

Lanjut Yasir Ahmadi, kedelapan tersangka tersebut telah mencoreng nama Institusi Kepolisian dan BNN melalui aksinya di tengah-tengah masyarakat.

“Kami merilis tentang kasus yang mencederai atau yang membuat buruk citra Kepolisian Republik Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kejadian ini terjadi pada, Selasa (08/09/2020) di Jalan Ringroad ada terjadi pencurian dengan kekerasan,” ujar Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi pada Kamis (10/9/2020).

“Dengan modus seolah-olah menjadi petugas anggota BNN yang akan menangkap tersangka penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut dilakukan hanya sebagai modus guna mendapatkan penghasilan haram dari masyarakat,” sebut Kompol Yasir.

“Namun hal itu hanya sebagai modus saja, dan juga status mereka ini jelas bukan anggota Kepolisian dan bukan juga anggota BNN.

Dengan modus tersebut, mereka menyetop kendaraan kemudian mereka melakukan penangkapan terhadap korbannya, lalu menaikkan sepeda motor ke dalam mobil dan membiarkan korban ditinggalkan di jalan tanpa ada kejelasan,” ungkapnya.

Lanjut diungkapkan orang nomor satu di Mapolsek Medan Sunggal ini, para tersangka ini ada komplotannya, dan ada delapan orang yang berhasil kita amankan,” sambungnya, terlihat ke delapan tersangka tersebut mengenakan pakaian mirip pakaian dinas polisi, kecuali seorang wanita yang turut serta dalam komplotan tersebut.

Untuk mengelabui korban, mereka menggunakan kartu Identitas yang menurut kami adalah palsu, namun lebih jelasnya akan dijelaskan oleh bapak yang dari BNN Provinsi Sumatera Utara, bahwa kartu tersebut bagaimana keasliannya,” sambungnya.

Dengan kejadian seperti ini, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menerangkan bahwa masyarakat mesti berhati-hati dengan munculnya para petugas gadungan.

“Dan ini sebenarnya sebagai imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan yang seperti ini yang mengatasnamakan instansi, jelas bahwa kita setiap kali melakukan tindakan hukum, kita jelas ada surat perintah dan identitas kita juga jelas,” pungkasnya.(W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50
Bobby Nasution Terima Penghargaan Adinata Syariah
Golkar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dorong Kinerja Pembangunan Medan
PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor
Rico Waas: Pembenahan Belawan Tak Bisa Parsial, Legalitas Lahan hingga Rob Harus Dituntaskan*
RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan "One Stop Service' Berstandar Nasional
komentar
beritaTerbaru