Senin, 18 Mei 2026

Gubsu : Transaksi Non Tunai dan Antisipasi Corona di PQN 2020

Administrator - Minggu, 15 Maret 2020 14:59 WIB
Gubsu : Transaksi Non Tunai dan Antisipasi Corona di PQN 2020

MEDAN I SUMUT24 Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan semangat mengajak masyarakat Sumut meningkatkan aktivitas transaksi non tunai untuk mempermudah pembayaran. Langkah ini seiring antisipatif terhadap serangan virus corona (Covid-19) yang tengah mendunia.

Baca Juga:

Ajakan sekaligus peringatatan Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri acara Puncak Pekan QRIS Nasional 2020 di Lapangan Benteng Medan, Minggu (15/3/2020).

Kegiatan tersebut diawali dengan Sepeda Santai sejak pagi, bersama Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Direktur BI Sumut Andiwiana, Anggota Komisi XI DPR RI Hidayatullah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting serta pejabat Pemprovsu diantaranya Kepala Biro Umum Achmad Fadly dan pimpinan perbankan.

Dalam arahannya, Gubernur mengimbau masyarakat yang belum menggunakan fasilitas transaksi perbankan secara online (daring) agar beralih ke non tunai.

Selain mudah dan aman, langkah itu dinilai sebagai satu dari sekian banyak upaya antisipasi melawan virus corona yang tengah mewabah. “Bagi bapak ibu yang belum tahu, ya silakan belajar bagaimana menggunakan layanan QRIS,” ungkap Edy Rahmayadi.

Sebagaimana diketahui, QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) untuk mempermudah transaksi non tunai.

Khusus dalam mengantisipasi sebaran wabah virus corona, Edy mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi ancaman tersebut. Namun juga bukan berarti abai atau terlalu sepele seakan tidak bisa terkena virus tersebut. Karenanya, ia meminta agar menghindari tempat-tempat keramaian dan lebih memilih berdiam di rumah.

“Tolong dimengerti akan hal itu. Saya bukan paranoid. Sebab ada yang harus kita hindari. Sehingga kalau kita kena, tak kena orang lain. Dan kalau orang lain yang kena, tak kena ke kita,” sebut Edy.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat menyampaikan, bahwa sepeda santai diikuti sekurangnya 700 peserta yang terdiri dari pihak perbankan di Sumut. Sebelumnya, BI juga telah menyosialisasikan QRIS kepada berbagai pihak dan instansi pemerintah.

“Dengan acara ini, kita harap QRIS semakin dikenal dan digunakan masyarakat Sumut. Hingga saat ini, sudah ada 106 ribu merchant yang menggunakan QRIS. Kita targetkan akhir Maret mencapai 150 ribu dan pertengahan tahun bisa sampai 2 ribu merchant,” sebutnya.

Penggunaan QRIS sebagai dompet digital ini juga dinilai mampu menghindari masyarakat dari serangan Covid-19. Sebab orang tidak lagi harus memegang uang tunai serta bersentuhan tangan, sehingga mencegah penyebaran virus yang diketahui menyerang Kota Wuhan Tiongkok.

“Bank Indonesia akan terus melakukan sosialisasi ke beberapa pihak, pemerintah kabupaten/kota terkait implementasi QRIS seperti yang pernah dilakukan di daerah,” sebut Wiwiek.

Wiwiek Sisto Widayat dalam paparannya menyatakan dengan adanya kondisi siaga Covid-19 ini membuat pelaksanaan puncak acara Pekan QRIS Nasional Sumut discale down.

Di mana pada awalnya target peserta yang hadir berjumlah 2 ribu orang menjadi sekitar 600 orang. Lalu jumlah stand bazaar dikurangi dari 80 menjadi 44 dengan waktu pelaksanaan hanya setengah hari saja yang awalnya direncanakan berlangsung 2 hari.

“Prosedur nasional untuk pencegahan Covid-19 ini telah dilakukan dengan melakukan pemindaian suhu kepada seluruh tamu/peserta yang akan memasuki area Lapangan Benteng serta penyediaan hand sanitizer di beberapa titik lokasi,“ terang Wiwiek.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU oleh stakeholder terkait komitmen implementasi elektronifikasi pembayaran di beberapa lokasi di Sumut seperti Pelabuhan Ajibata, transaksi Pemda, uji KIR dan parkir, kantin Panca Budi serta Pondok Pesantren Al Kautsar.

Edy juga turut mencoba langsung penggunaan QRIS dengan melakukan scan QRIS donasi ke Mesjid Agung Provinsi Sumatera Utara, dan juga mengucapkan slogan ‘Woii Pake QRIS Lah, Paten Kali Bah’.

“Harapan saya hal ini dapat mendorong seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk turut menggunakan QRIS dalam transaksi pembayaran non tunai,” ajaknya

Acara dilanjutkan dagan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Vlog, Foto transaksi, dan Artikel QRIS BI Sumut yg diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan dan Kepala Grup SP BI Sumatera Utara.

Rangkaian acara ditutup dengan penampilan terbaik dari Donnie ex-Adaband dan Lyodra Idol yang membawakan lagu-lagu terbaik masing-masing. Lapangan Benteng gempar, masyarakat Medan turut bersuka cita bernyanyi bersama para idola meramaikan acara Pekan QRIS Nasional 2020 di Sumatera Utara.

Kesukses ini tergambar dari masyarakat yang senang, serta jualan pedagang laris manis degan transaksi QRIS yang cepat dan mudah. Semoga acara ini dapat mendorong implementasi QRIS yg semakin meluas di Sumatera Utara. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Resmi Ditutup Kadispora Bersama KONI
Rico Waas Berobat ke Luar Negeri Hak Konstitusional, Ketua Sopo Restorasi Bersatu, Antonius Tumanggor: Jangan Digiring ke Opini Negatif
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Bursa Calon Sekda Medan Menghangat, Enam Nama Senior Mulai Jadi Perbincangan
Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD
Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Gerak Jalan Santai dan Senam Bersama di GOR Batubatupang Kotobaru
komentar
beritaTerbaru