Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
MEDAN, Musda DPD Golkar Sumut, bakal ‘panas’ yang akan berlangsung sebelum April 2020. Beberapa nama sudah muncul, Wakil Ketua Golkar Ridho Lubis, Syahrul Pasaribu (Bupati Tapsel) Terbit Rencana Parangin-angin (Bupati Langkat), Tongku Sutan Oloan-TSO ( Bupati Paluta) , Musa Rajeckshah ( Wagubsu), Andi Suhaimi Dalimunthe ( Bupati L.Batu), Syarial (Walikota T Balai).
Baca Juga:
- Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
- HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
- PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Munculnya nama Ijeck membuat pesaingnya sudah ambil ancang-ancang. Tak pelak perebutan kursi Ketua Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 agaknya menarik perhatian publik. Pasalnya nama Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, menambah menariknya perebutan kursi Partai Beringin itu terus mendapat dukungan.
Seperti dukungan kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ijeck, disampaikan kader senior Partai Golkar Sumut yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr. H.Hardi Mulyono.
Hardi Mulyono, yang pernah menjadi anggota DPRD Medan dua periode (1999-2004 dan 2004-2009), ini menerangkan Ijeck sangat pantas memimpin Partai Golkar Sumut. Salahsatu alasannya, kepentingan pribadi Ijeck kecil, tak seperti calon-calon lainnya. ‘’Saya hafal benar dengan kader-kader yang maju sekarang ini. Anda boleh sebutkan satu persatu. Mayoritas tujuannya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya,’’ kata Hardi Mulyono via pesan singkat Whatsapp, Selasa (18/2/2020). Mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2013 ini menilai wajar bila ada banyak sebab yang membuat seseorang ingin menjadi ketua Partai Golkar. Namun keinginan paling buruk itu adalah bila bertujuan memperkaya diri dan kerabatnya. ‘’Dan itu pulalah yang paling banyak,’’ katanya. Berkaitan dengan itulah, Hardi, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut ini mengimbau, kepada DPD II Partai Golkar (pemilik suara), jeli melihat kandidat yang muncul paa Musda nanti. Dia menyarankan untuk memilih figur yang paling sedikit menggunakan partai untuk kepentingan pribadinya. Menjawab pertanyaan, Hardi Mulyono, menyubutkan pasti Ijeck memiliki tujuan pribadi maju sebagai ketua Golkar. Namun dia yakin hanya sebatas untuk kepentingan politik saja. ‘’Sementara manfaatnya bagi Golkar akan sangat besar. Yakni, Golkar dapat bersinergi untuk melaksanakan program-program pemerintah guna mensejahterakan rakyat,’’ sebutnya. Sebagai pribadi, menurut Hardi, sosok Ijeck, juga diyakini akan dapat lebih membesarkan Partai Golkar ke depan. Karena di masyarakat selama ini, Ijeck hampir dilihat tidak pernah memiliki cacat dalam bergaul. Sikapnya yang ramah, santun, hormat pada senior, dan agamis, membuatnya sangat terterima dimanapun dia berada. Dan yang paling utama, menurut Hardi, Ijeck sudah memiliki modal finansial yang lebih dari cukup. Artinya, Golkar tidak akan dibawanya untuk memperkaya diri dan kelompoknya. ‘’Karena seperti yang saya sebut tadi, yang paling parah tujuan seseorang ingin menjadi ketua, adalah ingin memperkaya diri,’’ sebut Hardi Mulyono. Masih menurut Hardi, kepemimpinan Ijeck sangat dibutuh Partai Golkar di Sumut.  “Justru Golkar yang butuh Ijeck dibanding Ijeck butuh Golkar,†terangnya. Hal itu, menurut Hardi bukan tanpa alasan. Ijeck punya pendukung yang jelas. Hal itu terbukti kala Pilgubsu kemarin. “Ijeck punya pendukung yang real ketika Pilgubsu. Jika dia diberi kepercayaan memimpin Golkar, tentu Golkar ikut semakin kuat dan lebih leluasa dalam menyejahterakan rakyat,†tambah Hardi. Menurutnya, Partai Golkar di Sumut bakal mendapatkan benefit yang luarbiasa besar bila Ijeck diberi kepercayaan menjadi ketua. “Peran partai dalam mengemban amanat rakyat melaksanakan program kesejahteraan semakin sejalan dengan program Pemprov Sumut. Namun sebaliknya, tidak ada ruginya buat Ijeck pribadi meski dia tidak menjadi ketua partai. Sebab tidak ketua partai pun Ijeck, semua ketua partai kelak akan berbondong-bondong mendukungnya menjadi pemimpin di Sumut,†pungkasnya ( rel)
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
kota
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
kota
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel&ndashPadangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
kota
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Seharihari dengan Sentuhan Seni ItaliaTersedia mulai 22 Juni 2026 J
Umum
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan PenghubungMedansumut24.co Jembatan penghubung di Jalan Pelita, Desa Medan
News
Disdukcapil Kota Solok Terbitkan Ratusan KIA per Hari
kota
Pemkot Solok Bersama Polres Solok Kota, Sumatera Barat Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi di Sektor Pertanian.
kota
Tim URC Jatanras Poldasu Ringkus 8 Begal Sadis 3 Diantaranya Ditembak.
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyambut kepulangan para jamaah haji asal daerahnya dalam sebuah acara yang be
News