Selasa, 25 Agustus 2026

Motto Kapoldasu “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” Diulas Ketua PWI Sumut dan Guru Besar USU di Radio Lite FM

Administrator - Selasa, 18 Februari 2020 15:08 WIB
Motto Kapoldasu “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” Diulas Ketua PWI Sumut dan Guru Besar USU di Radio Lite FM

 

Baca Juga:

 

Medan I Sumut24.co Moto “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” digagasKapoldasu Irjen Pol. Drs Martuani Sormin M.Si “dikupas tuntas” dalam acara “Spesial Dialog” disiarkan langsung Lite FM bersama Ketua PWI Sumut Hermansjah dan guru besar USU Prof. Dr. Hasyim Purba SH dipandu penyiar kawakan, Pieter Manopo, Selasa (18/2) sore. Jenderal “Berbintang Dua” yang bertugas belum cukup dua bulan di Sumatera Utara itu, dengan suara tinggi khasnya menyatakan, sebagai putra daerah dia tak mau Sumatera Utara takluk ditangan penjahat. “Oleh karena itu selama saya kapolda, jangan coba-coba mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat Sumatera Utara karena mereka akan ditindak secara tegas dan terukur,” tegas Irjen Pol Martuani Sormin sembari menyahuti harapan masyarakat bahwa selogan “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” itu tidak berhenti hanya sebatas retorika semata tapi juga disikapi merata sampai jajaran kepolisian di tingkat terbawah semisal polsekta di Sumatera Utara. Begal dan Narkoba Demikian pula terkait pemberitaan tindak kejahatan Begal dan Narkoba serta dari balik Lapas yang tak hentinya bergema seperti diutarakan Ketua PWI Hermansjah, Kapoldasu mengutarakan menjadi prioritas bagi jajaran kepolisian untuk memberantasnya sampai tuntas. Tidak saja menyeret pelakunya ke meja hijau, bahkan perintah tembak di tempat tidak jarang menjadi keharusan terhadap penjahat. “Itu tentu tak lain agar menimbulkan efek jera dan menumpas kejahatan di bumi Sumatera Utara,’ ujarnya Menjawab pertanyaan lainnya dari guru besar USU, Prof Hasyim Purba, Irjen Martuani Sormin yang yang sempat bertugas di Polda Metro Jaya, Mabes Polri maupun Kapolda Papua itu memaparkan keprihatinanya terkait kejahatan Narkoba yang pengaruhnya sudah sampai di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, termasuk lapisan masyarakat paling bawah sehingga tidak ada lagi kata damai kecuali memberantasnya sampai tuntas. Selain Narkoba, kata Kapoldasu, pihaknya juga akan menertibkan pelanggaran lalulintas dengan mengubah motto yang sejak lama berkembang di tengah masyarakat kota ini yakni “Ini Medan Bung” menjadi, “Ini Baru Medan”. Termasuk juga aktifitas perjudian yang marak di kalangan masyarakat lapisan bawah seperti judi togel serta persoalan tanah yang kini juga menjadi pusat perhatian masyarakat. Menjawab pertanyaan pamungkas empat penanya melalui telepon dan pesan WA di paparkan Penyiar Kawakan Pieter Manopo, Irjen Martuani Sormin mengutarakan, Kepolisian juga mempopulerkan gerakan “Jumat Barokah” dan “ Minggu Kasih” untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa polisi juga sahabata masyarakat dan siap mengayomi dimana pun mereka berada. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
Meneladani Rasulullah dalam Gerakan Ekonomi Syariah
Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
Tinjau Tiga Lokasi Strategis, Bupati Asahan : Infrastruktur Adalah Kunci Penggerak Ekonomi Warga
Bupati Solok Lantik Masheri Yanda Boy sebagai Pejabat Sekretaris Daerah
Sertijab Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok dari Jefrizal, S.Pt., M.T. kepada Masheri Yanda Boy, S.H.
komentar
beritaTerbaru