Rabu, 01 April 2026

Kebijakan Bupati Ashari Tak Didukung Oknum Kepala Dinas

Administrator - Minggu, 16 Februari 2020 02:39 WIB
Kebijakan Bupati Ashari Tak Didukung Oknum Kepala Dinas

 

Baca Juga:

DELISERDANG I SUMUT24.co

Real success is determined by two factors. First is faith, and second is action.” (Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua factor. “Pertama adalah keyakinan, dan kedua adalah tindakan”) Kita yakin tindakan Ashari Tambunan Bupati Deli Serdang bagaimana membangun Deli Serdang bisa merata ada di benaknya.

Hal itu bisa kita lihat sepanjang jalan sampai kepelosok mulai dari Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantai Labu sarana jalannya hampir 100% sudah di aspal ungkap Wakil ketua Ikatan Keluarga Besar Tabagsel Kec, Beringin Hasan Basri Siregar dirumahnya pasar 6 dusun lll Kualanamu Minggu ( 16/2/2020).

Namun sangat disayangkan katanya, Nama baik Ashari Tambunan Bupati Deli Serdang agaknya belakangan ini pelan-pelan namun pasti mulai tercoreng terkait maraknya pekerjaan proyek menggunakan dana APBD Tahun 2019 yang melanggar undang-undang, Niat tulus  Bupati Deli Serdang membangun daerah ini malah terkesan diabaikan dan tak didukung oleh dinas yang menggunakan anggaran proyek bekerja sama dengan para pemborong nakal

Salah satunya tambah Basri lagi, Kontraktor Ronggo Lawe yang menangani proyek pengaspalan senilai Rp 1.435.782.000. tahun anggaran 2019 melalui APBD DS di Jalan Pasar 5 Desa Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang menuai protes dari masyarakat Dusun lestari. pengaspalannya amburadul dan dilakukan tambal sulam sampai sekarang.

Yang kedua Proyek pengadaan air siap saji atau “penjernih air” berbiaya Rp 594 juta dibangun di desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu sumber dana APBD tahun 2018 dengan dana anggaran Rp 594.627.685 di kerjakan oleh cv cipta karya nusantara ‘mangkrak’ alias sia sia karena tidak dapat digunakan untuk masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Exponen Pemuda Deli Serdang (Forenda) Syarifuddin Rosa atau yang dikenal Bung Rosa beberapa waktu lalu mengatakan melalui via WhatsApp. Urainya, Masyarakat wajib mengawasi kwantitas (jumlah) dan Kwalitas (mutu ) dari semua kegiatan / proyek yang ada didaerahnya.

Sambung Bung Rosa lagi, Menyikapi proyek diseluruh instansi di seluruh Indonesia memang sangat rentan dengan adanya pungli / koropsi. Ini macam kentut , ujarnya.Tak bisa kita lihat dengan terang tapi terasa betul dikehidupan. Proses koropsi ini menyangkut sistim.tegasnya. ( Hari’S).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C sebagai Ancaman Kesehatan Masyarakat
Polres Asahan Musnahkan Hampir 10 Kg Sabu dan Ratusan Vape Narkotika, Potensi Selamatkan Lebih dari 10 Ribu Jiwa
Polres Asahan Jamin Seleksi POLRI 2026 Bersih, Transparan dan Tanpa Biaya
Indonesia Minta PBB Investigasi Serangan yang Tewaskan 3 Prajurit TNI, Dubes Umar Hadi: Kami Tidak Butuh Alasan dari Israel
Pemko Medan Terima Audiensi Dana Pensiun Pegawai PT Bank Sumut, Singgung Pemanfaatan Lahan RTH
Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
komentar
beritaTerbaru