Selasa, 25 Agustus 2026

AKD DPRD Medan Belum Terbentuk, Ini Kata Shohibul Anshor Siregar

Administrator - Selasa, 05 November 2019 04:28 WIB
AKD DPRD Medan Belum Terbentuk, Ini Kata Shohibul Anshor Siregar

MEDAN I SUMUT24.co Sampai saat ini alat kelengkapan dewan DPRD Medan belum juga terbentuk sehingga sangat mengganggu terhadap pelayanan masyarakat. Harusnya Fraksi-fraksi bisa berkonsultasi dengan Ketua DPRD atau malah Ketua DPRD yang mengambil inisiatif untuk membicarakan pengisian (sementara) Alat Kelengkapan Dewan (AKD), seperti Komisi, dengan personal utusan masing-masing fraksi, ucap Pengamat Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar kepada Wartawan, Selasa (5/11). Menurutnya, Dengan begitu teknis pelaksanaan tugas Dewan tidak sampai terbengkalai dalam aktivitas terus membaca dan mendelivery aspirasi rakyat, evaluasi masalah-masalah pembangunan dan pengawasan serta fungsi-fungsi dewan lainnya.

Baca Juga:

Kondisi ini seyogyanya menjadi pertimbangan bagi partai-partai untuk mensegerakan penyelesaian perbedaan insterest dan pemikiran pada internal partai,ucap Dosen Fisipol UMSU tersebut.

Dalam sejarah politik kepartaian di Indonesia sejumlah hal telah menjadi faÄ·tor dalam agenda tetap konflik, di antaranya saat penentuan distribusi dan political pointy (penunjukan) kader dalam rangkaian rekrutmen politik kelembagaan internal, negara dan penerintahan.

Ditambahkan Direktur Nbasis tersebut, Misalnya, partai yang tak memiliki tradisi yang kuat akan cenderung gonjang-ganjing saat menentikan caleg, penomoran dan dapilnya; calon kepala daerah yang akan diusung; dan figur yang akan diutus menjadi menteri sesuai permintaan pemegang hak prerogatif.

Fraksi memang bukan AKD, namun organisasi itu sangat powerful dan artikulatif sebagai penyambung dewan dengan partai.

Karena itu, sekali lagi fraksi-fraksi yang ada dapat melakukan konsolidasi untuk memikirkan solusi optimalisasi peran dan fungsi dewan selama kelembagaan AKD itu belum terisi oleh orang-orang yang dimandati definitif oleh fraksi dan partai.

Ini tidak begitu rumit sebenarnya, karena harus diingat bahwa AKD itu selalu diisi oleh orang-orang fraksi yang lazim puls dirotasi dalam waktu tertentu.

Rotasi itu dinamis kecuali terhadap beberapa figur andalan yang dianggap sangat expert dalam bidang tertentu yang selalu tetap beroleh penugasan untuk tidak beranjak dari AKD tertentu.

Lalu, kalau diingat hakekat keperwakilan, bahkan setiap legislator bisa melakukan semua tugas yang melekat pada dewan sesuai dengan teori demokrasi, ucapnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polrestabes Medan Hentikan Perkara Antonius Tumanggor Lewat RJ
Kolaborasi Indonesia–Malaysia untuk Atlet Paralimpik Dunia
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
Meneladani Rasulullah dalam Gerakan Ekonomi Syariah
Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
Tinjau Tiga Lokasi Strategis, Bupati Asahan : Infrastruktur Adalah Kunci Penggerak Ekonomi Warga
komentar
beritaTerbaru