Mubes ke-16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
Mubes ke16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, pimpin pemusnaan barang bukti (BB) narkotika sebanyak 169 Kg daun ganja dan 9,5 Kg shabu-shabu dari 7 tersangka yang ditangkap di beberapa wilayah di Kota Medan oleh personel Satres Narkoba Polrestabes Medan.
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja dan shabu di hadiri oleh, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafhael Sandhy Cahya Priambodo SIK, Tim Labfor Polda Sumut, BNN Kota Medan, Jaksa Penuntutu Umum (JPU) Deli Serdang, FKUB Kota Medan, Camat Medan Perjuangan dan LSM Granat, bertempat di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan, Jalan H M Said No 1 Medan, Jum’at (11/10/2019).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto kepada wartawan usai mengikuti pemusnahan narkotika tersebut mengungkapkan, kegiatan bertujuan guna melaksanakan akuntabilitas publik terhadap kinerja yang dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya Satnarkoba. Dimana, langkah-langkah penegakan hukum penindakan terhadap kasus narkoba itu tidak akan pernah berhenti.
Ditegaskannya, bahwa kesadaran kolektif bahwa narkoba ini adalah musuh bersama yang sudah harus dibangun. Pasalnya, ia menyadari bahwa wilayah Kota Medan adalah wilayah darurat narkoba dan itu telah dicanangkan oleh pimpinan nasional maupun para pelaksana dengan kesadaran kolektif. Maka dari itu, tentu tidak boleh berhenti sampai hanya kesadaran saja, tetapi harus melakukan langkah-langkah.
“kita akan melihat dari 2 aspek aspek supply dan aspek Iman supply dari bahan-bahan narkoba ini adalah kebutuhan kebutuhan para konsumen pemakai narkoba dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui penegakan hukum yang tegas. Kemudian memutus jaringan-jaringan pelaku narkoba dengan melakukan penyitaan yang menerapkan money laundering pada pelaku-pelaku,” jelas Kombes Pol dadang.
Selain itu sambung Kapolrestabes Medan, upaya pencegahan dengan bekerjasama dengan pihak luar negeri untuk mengatasi masuknya narkoba yang datang dari luar negeri ke Indonesia. Tujuannya, agar suplainya ini mengecil.
“Misalkan dimonitor penghasil ganja dari Aceh. Bagaimana masyarakat diajak untuk mengurangi suplai ini ya meniadakan bahkan dengan berbagai cara langkah-langkah yang dilakukan oleh berbagai pihak,” ujar Kombes Pol Dadang.
Lanjut orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini, menurutnya langkah-langkah tersebut tidaklah cukup. Belum lagi setiap hari kita melakukan upaya-upaya untuk peredaran narkoba di tempat-tempat tertentu. Diantaranya Gerebek Kampung Narkoba (GKN), yang juga dianggap belumlah cukup dalam menumpas pelakunya.
“Kedepan akan lakukan program bersinar kampung bersih dari narkoba yang dikenal di Ternate dicanangkan oleh Odha dengan mengkoordinir berbagai pihak yang termasuk dari Pemda, TNI dan GNR,” pungkas Kapolrestabes Medan.
Masi dilokasi pemusnahan barang bukti narkotika jenis daun ganja dan shabu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafhael Sandhy Cahya Priambodo menerangkan, total barang bukti yang dimusnahkan yakni jenis daun ganja sebanyak 169 Kg dan 9,5 Kg gram Shabu.
“Barang bukti itu hasil sitaan dari 7 tersangka yang di tangkap personel Satuan Reserse Narkoba sepanjang dari bulan Septeber sampai Oktober 2019 dari beberapa wilayah di Kota Medan,” kata AKBP Raphael.
Dibeberkan Kasat Res Narkoba, penangkapan berawal dari 1 orang tersangka dengan barang bukti narkoba sebanyak 1,5 Kg. Kemudian dari hasil pengembangan selanjutnya, petugas kembali menangkap beberapa orang tersangka penyalah gunaan narkotika lainnya dari dari Hotel Deli Gran In di Balai Kota, Kecamatan Medan Baru.
“Penangkapan tersangka hasil kerja sama Polsek Medan Timur dan Polda Sumut. Kasus itupun kembali dikembangkan hingga mengungkap beberapa jaringan narkoba lainnya†ucap AKBP Raphael Sandhy Cahyo.
Lebih jauh dijelaskan Kasat Narkoba, bahwa barang narkoba jenis shabu-shabu berasal dari jaringan pelaku di Kota Medan. Sedangkan narkotika jenis ganja berasal dari kota Aceh.
“Beberapa tersangka dan barang buktinya sudah pernah kita release. Seluruh tangkapan dan para tersangka dari dua laporan polisi sepanjang September dan Oktober ini,†terang AKB Raphael Sandhy Cahyo.(W02)
Mubes ke16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam18 Kilogram Ganja Disita dari 2 Sekawan
News
Dinas Pendidikan Kota Solok Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Pelatihan Google Certified Educator Level 1.
News
Wali Kota Solok Serahkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Masjid Al Amin
News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA
News
Ferry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di Gala Premiere The Rope Curse 4 Kuntilanak di Jakarta, Tayang di Indones
Seleb
MEDAN Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Ri
News
Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe
News