Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
DELISERDANG | SUMUT24
Baca Juga:
Hingga kini informasi terkait realisasi pengerjaan Dana Desa/ADD Desa Tembung Tahun 2019 tidak pernah ditampilkan di Kantor Desa Tembung. Warga menilai, Kades Tembung, Misman tidak transparan mengenai realisasi ini dan terkesan ditutup-tutupi. Sehingga muncul kabar dugaan adanya pekerjaan fiktif yang dilakukan oleh apatur Desa Tembung. Sebab warga tidak bisa mengetahui mana pekerjaan yang sudah berlangsung dan mana yang belum berlangsung.
Padahal dari info yang didengar, pemerintah telah mengucurkan alokasi dana Desa Tembung pada tahap ke II dan tinggal masuk tahap ke III. Secara persentase realisasi anggaran dan pekerjaan sudah berjalan 60%. Ini berarti sudah ada beberapa pekerjaan yang sudah terealisasi meski belum keselurahannya.
Terkait dugaan pengerjaan fiktif itu, wartawan pun mencoba menulusurinya. Dari hasil temuan di lapangan beberapa pekerjaan fisik seperti pengerjaan perbaikan gang warga ada dikerjakan. Namun meski begitu kebanyakan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh kontraktor bukan masyarakat sekitar.
Sementara diluar pengerjaan non pisik diduga fiktif. Pasalnya tidak jelas dimana wujud serta lokasinya dibuat. Hal ini seperti terpantau dalam pengadaan perpustakaan taman baca yang masuk dalam rincian dan APBDes 2019 senilai Rp 10 juta. Dari temuan, lokasinya berada di Gg.Pancasila, Psr VII, Desa Tembung, tepatnya di Masjid Al Hijrah. Pengakuan pengurus BKM Al Hijrah, bantuan yang masuk dari desa hanya berupa rak buku terbuat dari besi sebanyak dua unit dan tidak dilengkapi buku bacaan.
“Rak buku ini dikasih waktu lebaran kemarin, cuma ini dikasih,” ujar BKM Al Hijrah, Sulaiman sembari mengaku tidak pernah tau kapan bukunya masuk dan ini bantuan apa, saat ditemui dilokasi, Minggu (25/8/2019) siang.
Ditambahkannya, tempat taman baca ini sudah berdiri kurang lebih 5 tahun lalu, namun ini didirikan murni lewat uang masyarakat bukan bantuan dana desa.
Begitu pun dengan penambahan modal usaha es krim senilai Rp 18 juta, keberadaannya diduga juga tak jelas. Dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengaku, jika ini dikerjakan oleh istri Kades Tembung.
“Es krim ini dulu dibuat untuk pesanan orang pesta. Tapi sekarang kayaknya uda gak ada lagi,” terang sumber berinisial KC.
Masih ada beberapa pekerjaan non fisik yang tidak bisa diketahui keberadaannya oleh masyarakat. Hal ini akibat tidak adanya informasi laporan pengerjaan yang sudah berjalan atau yang belum berjalan.
Sementara itu, Kades Tembung, Misman ketika ditanya soal ini hanya menjawab realisasi tahap ke II sudah selesai dikerjakan tanpa bisa menunjukkan laporannya. “Tahap I dan II sudah selesai. Tahap III belum cair,” katanya.
Sebelumnya, Desa Tembung Tahun 2019 mendapat kucuran dana desa senilai Rp1.955.503.431. Pengalokasian dana tersebut tampak terpampang jelas dibaliho yang terdapat di Kantor Desa Tembung. (W07)
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Kapolrestabes Medan dan Dirintel Polda Sumut Silaturahmi ke Ketum PB Pendawa Indonesia
kota
sumut24.co JAKARTA, Suasana politik nasional yang semakin menghangat di akhir Agustus 2026 menjadi latar berlangsungnya agenda penting Seri
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 sekaligus Pelatihan Pen
News
sumut24.co ASAHAN, Anggaran negara yang seharusnya mengalir untuk mewujudkan ketahanan pangan justru berhenti di tangan oknum. Program reha
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Suprise ke PN Sibuhuan di Momen HUT ke 81 Mahkamah Agung RI
kota
BRI BO Sibuhuan Dukung Kegiatan Festival Budaya Daerah
kota
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Berkontribusi Nyata Untuk Negeri
kota
Bisnis Kecantikan dan Kebugaran Makin Menjanjikan, Bamsoet Apresiasi Kehadiran "Sang Dewi Salon & Spa" Sebagai Penggerak Ekonomi Kelas Menen
kota
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BRI Dukung Langkah Presiden Prabowo
kota