Selasa, 25 Agustus 2026

Dalam Kurun Waktu 2 Tahun, DitNarkoba Polda Sumut Habisi 40 Bandar Narkoba

Administrator - Kamis, 11 Juli 2019 09:06 WIB
Dalam Kurun Waktu 2 Tahun, DitNarkoba Polda Sumut Habisi 40 Bandar Narkoba

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Dalam kurun waktu 2 tahun sedikitnya ada 40 bandar dan pengendali narkoba yang tewas diterjang peluru panas. Semua ini terjadi semenjak dirinya menjabat jadi orang nomor satu di Direktorat Narkoba Polda Sumut, ungkap DirNarkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung, kepada wartawan.

“Kalau tidak salah, ada sekitar 39 sampai ke 40 orang yang sudah ditembak mati oleh pihaknya atau jumpai tuhan,” Kombes Pol Hendri saat dijumpai usai acara HUT ke-73 Bhayangkara di Lapangan Merdeka, Rabu (10/7/2019).

Kombes Pol Hendri mengaku, pihaknya melakukan tembak mati karena bandar narkoba dan pengendali narkoba agar jaringan mereka terputus.

“Kalau tidak ada bandarnya, bagaimana mau meneruskan narkobanya ke masyarakat,” ujarnya.

Masih dikatakan Hendri, pihaknya hanya melakukan tembakan mati kepada para bandar dan pengendali. “Kalau kurirnya, tidak kita lakukan tembak mati. Karena mereka korban dari pengendali dan bandar,” ujar mantan Kasubdit Obat-obat Berbahaya DitPol Air Mabes Polri ini.

Mengenai, kenapa para bandar dan pengendali narkoba berani melakukan perlawanan saat dijaring petugas, kata pria dengan melati tiga dipundaknya ini, kemungkinan karena mereka sudah mengerti resiko atau dampak penegakan hukum.

“Mereka sudah tahu kalau tertangkap ancamannya seumur hidup. Jadi para bandar dan pengendali narkoba berpikir bagaimana caranya untuk meloloskan diri,” ujarnya.

Hendri juga menceritakan mengenai peredaran narkoba di lapas. Ia mengaku sangat susah melakukan penindakan kepada para pengedar narkoba di lapas.

“Karena kita beda institusi, makanya tidak bisa melakukan penindakan. Tapi kalau mereka meminta bantuan untuk melakukan pengungkapan, kita siap,” terangnya.

Mengenai kenapa para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang melakukan peredaran narkoba karena faktor apa, orang nomor satu di DitNarkoba Polda Sumut ini menyatakan banyak faktor.

Diantaranya, para pelaku merupakan harapan bagi orang-orang adiktif untuk mendapatkan narkoba di lapas karena dia menjadi bandar di lapas.

“Kemudian bisa karena faktor ekonomi dan peluang untuk melakukan hal itu,” sebutnya.

Ia mengaku dari 40 bandar narkoba yang ditembak mati, Koro merupakan bandar dan pengendali narkotika yang diamankan di Tanjungbalai salah satunya (W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polrestabes Medan Hentikan Perkara Antonius Tumanggor Lewat RJ
Kolaborasi Indonesia–Malaysia untuk Atlet Paralimpik Dunia
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
Meneladani Rasulullah dalam Gerakan Ekonomi Syariah
Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
Tinjau Tiga Lokasi Strategis, Bupati Asahan : Infrastruktur Adalah Kunci Penggerak Ekonomi Warga
komentar
beritaTerbaru