Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut KeVII
kota
SERDANG BEDGAI | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII
- Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, 359 Personel Naik Pangkat Diminta Tingkatkan Pengabdian
- Kenakan Busana Adat Melayu, Wali Kota Tanjungbalai Semarakkan Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVIII
Pasca terjadinya peristiwa pembakaran kapal trawl beberapa waktu lalu, suasana disekitar perairan Serdang Bedagai (Sergai) semakin mencekam, terhitung sudah 4 hari nelayan tradisional Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin takut melaut. Hal itu berdasarkan pengakuan dari Sahrudin (45), Saparudin (32) serta Pitra (39) yang merupakan nelayan rawe ciput dan nelayan jaring udang Desa Bagankuala.
Nelayan mengungkapkan, saat ini, kapal pukat trawl malah semakin mendekati perairan Bagankuala untuk menangkap ikan. Mereka (nelayan tradisional) khawatir akan terjadi bentrok dengan kawanan pukat trawl ditengah laut.
“Lebih kurang hampir 85 persen nelayan tradisional takut melaut karena kuatir akan terjadi aksi balasan. Bahkan, jumlah kapal pukat trawl asal Batubara yang melakukan penangkapan ikan di perairan Sergai semakin bertambah. Jaraknya pun hanya sekitar 1 Mil dari bibir Pantai Merdeka Bagan Kuala. Sepertinya mereka (kapal pukat trawl) mengejek,”papar ketiga nelayan itu.
Selain itu, menurut pengakuan para nelayan, pasca peristiwa pembakaran itu ekonomi mereka melemah. Tak jarang mereka harus mencari pinjaman uang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.”Biasanya, penghasilan kami bisa Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Kalau sekarang, jangankan Rp50 ribu, Rp10 ribu saja tak bisa kita hasilkan. Kalau sudah begini, profesi kami terancam gulung tikar,” katanya.
Saat ditanya awak media, berapa kira-kira jumlah kapal pukat trawl yang sering masuk ke perairan Sergai, pihaknya menjawab ada sekitar 100-an kapal. Ketiga nelayan tradisional itu juga meminta, kiranya Satpolair Sergai dapat memulihkan keadaan Kamtibmas yang kondusif seperti biasa.
“Sebelum kondisi pulih, kami tak berani melaut. Kami minta kepada Satpolair Sergai, kiranya melakukan Patroli. Apalagi saat ini mendekati Pemilu, kami harap suasana bisa kondusif,” pinta nelayan Sergai.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah kapal pukat trawl asal Kabupaten Batubara, diduga dibakar nelayan yang kesal akibat ulah alat tangkap ilegal kerap beroperasi, Kamis (28/3) di bibir Pantai Merdeka Dusun I Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Sergai. Usai peristiwa tersebut, baik warga setempat, nelayan, kepala desa ataupun pihak kepolisian, tidak mengetahui siapa pemilik kapal, siapa yang membakar dan apa motif dari aksi pembakaran itu.(Bdi)
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut KeVII
kota
Kapolda Sumut Nugraha Sakanti Jadi Amanah, 359 Personel Naik Pangkat Diminta Tingkatkan Pengabdian
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungbalai Mashandayani Mahyaruddin tampil ko
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai kembali menorehkan prestasi di bidang reformasi birokrasi. Kota Tanjungbalai
News
Polresta Deli Serdang Ikuti Fun Walk Peringati Hari Jadi Ke80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT APKASI ke 26
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menghadiri sidang pleno sekaligus penutupan Rapat Kerja Nasional (Raker
News
Deli Serdang Dorong Hilirisasi Ubi Kayu dari Lahan ke Pasar Global
kota
Wamendagri Deli Serdang Termasuk Kabupaten BerAPBD Besar, Tantangannya Setara Gubernur
kota
Yemima Dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026
kota
Mahasiswa UIN Sumut Gelar Aksi, Desak Pencopotan AS Terkait Dugaan KDRT dan Perselingkuhan
kota