Senin, 15 Juni 2026

Gubsu Harapkan Sumut Persiapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

Administrator - Selasa, 19 Maret 2019 14:35 WIB
Gubsu Harapkan Sumut Persiapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

MEDAN I SUMUT24 Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengharapkan semua pihak yang terkait dengan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) dapat mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi pada tahun 2020-2030 di Indonesia. Dimana 70 persen komposisi penduduk Indonesia berada pada usia produktif (16-65 tahun) dan sisa 30 persen lain merupakan penduduk usia muda di bawah 15 tahun dan lansia 65 tahun.

Baca Juga:

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), R Sabrina saat memberi sambutan dan arahan pada pembukaan rapat koordinasi daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Hotel Adi Mulia, Jalan Diponegoro, Medan (19/3). “Untuk itu kita harus mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi dengan memprioritaskan pada pembangunan manusia, terutama untuk meningkatkan kualitas penduduk usia kerja,” katanya.

Dikatakan Gubsu, bonus demografi dapat diibaratkan pisau bermata dua. Melimpahnya usia produktif akan menjadi berkah dari sisi pembangunan yang akan memacu ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. “Di sisi lain, bonus demografi tersebut akan menjadi bencana bila kualitas penduduk tidak disiapkan dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Gubsu berpesan agar perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provsu dapat melakukan upaya terobosan, memperbaiki, serta meningkatkan kinerjanya. “Karenanya, hubungan kerja antara pusat dan daerah harus diperkuat dengan mengakeselerasi keseimbangan pertumbuhan penduduk melalui pengendalian angka kelahiran yang masih sangat tinggi, sehingga perlu perhatian secara sungguh-sungguh,” kata Gubsu.

Dikatakan Gubsu program KKBPK memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang sangat besar. Di antaranya bertujuan meningkatkan kualiats sumber daya manusia (SDM), menurunkan kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga yang pada akhirnya memberi dampak kepada peningkatan ketahanan nasional.

Dalam kesempatan terpisah, Sekdaprov Sumut mengharapkan rakorda dapat mensinergikan program antara kabupaten kota, provinsi dan nasional. “Kita berharap rapat koordinasi antara program kabupaten kota, provinsi, dan nasional dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan bisa diadakan sinergitas sehingga dana yang ada betul-betul digunakan dalam satu lini mulai dari kebijakan hingga implementasinya,” ujar Sekdaprov Sumut saat diwawancarai usai acara.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN pusat, M Yani mengatakan jika disiapkan dengan baik, bonus demografi bisa menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat. “Kalaupun tidak terbaik, bisa jadi 5 besar dunia, meski begitu tetap perlu kesiapan dan sumber daya dan kebijakan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Temazaro Zega mengatakan rakorda tersebut merupakan kegiatan rangkaian dan tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional yang dilakukan di BKKBN pusat, Jakarta waktu lalu.

Rakorda ini digelar hingga tanggal 21 Maret 2019. Dihadiri oleh Operasi Perangkat Daerah (OPD) kependudukan kabupaten/kota, BKKBN kabupaten/kota, serta mitra kerja yang terkait dengan kependudukan dan pembangunan keluarga.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Ibunda Almarhum Jaka Malau yang Tewas Dalam Pengeroyokan Bermohon Atensi Komisi 3 DPR RI Ungkap Keadilan
Fraksi DPRD Medan Soroti LPJ APBD 2025, Wawali Zakiyuddin Harahap Dengarkan Pandangan di Paripurna
Polres Asahan Musnahkan Lebih Dari 14 Kg Sabu Dan 1.400 Lebih Cartridge Vape Narkotika, Diperkirakan Selamatkan 16.000 Jiwa
Lily MBA Soroti Kebocoran PAD dan Pengelolaan Aset dalam Pemandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Medan3
komentar
beritaTerbaru