Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
MEDAN I SUMUT24.co Dari tahun ke tahun persoalan banjir di Kota Medan dan sekitarnya tak kunjung pernah selesai, padahal tiap tahun untuk anggaran drainase dan perawatan dan lainnya selalu dianggarkan mencapai ratusan Miliar. alih-alih dapat teratasi ternyata sampai hari ini persoalan banjir juga tak dapat diselesaikan dengan baik. itu artinya Pemko Medan dan stakeholder lain serta jajarannya tak punya konsep, padahal kabarnya sudah studi banding ke berbagai daerah dan negara. dilain pihak juga masih lemahnya koordinasi diantara pemimpin Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo,, Ucap Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pengamat Pembangunan Sumatera Utara Azhari AM Sinnik kepada SUMUT24, Rabu (10/10). Menurutnya, Akibat koordinasi yang lemah dan para kepala daerah Mebidangro seperti Walikota Medan, Walikota Binjai, Bupati Deliserdang, Bupati Karo, Dinas SDA Sumut dan Balai Wilayah Sungai (BWS) tak pernah duduk bersama dan membahas persoalan banjir tersebut. Maka dari itu Kota Medan dan Sekitarnya terancam jadi lautan, Ucapnya. Lebihlanjut Penggiat anti korupsi tersebut, Sampai kapan pun persoalan banjir tak akan selesai sebelum semua stakeholder yang berkaitan itu duduk bersama, Katanya. Kebanjiran itu juga akibat tata ruang sudah banyak bermasalah, yang harusnya kawasan resapan tapi dibolehkan membangun begitu juga kawasan pemukiman dibangun berbagai yang bertentangan dengan tata ruang. contohnya kawasan Jalan Pancing yang merupakan kawasan resapan air, sekarang ini sudah berdiri ribuan rumah ruko sehingga jelas melanggar tata ruang yang telah ditetapkan. terlalu mudah pihak eksekutif dan legislatif melakukan perubahan peruntukan sehingga masyarakat terus dirugikan, ucapnya. Makanya kita minta para penegak hukum agar mengusut semua perubahan peruntukan di Medan sekitarnya, karena didalamnya jelas adanya suap dan gratifikasi yang jelas merugikan masyarakat banyak, ungkapnya. Sementara Sekretaris Dinas SDA Cipta Karya dan tata Ruang Provsu Indra Sakti Harahap mengatakan, upaya penanggulangan banjir Kota Medan, sesuai perintah gubernur pihaknya melakukan tindakan dengan penelusuran sungai dan hasilnya akan dipaparkan kepada gubernur setelah pelaksanaan MTQN. “Kegiatan selanjutnya, posisi kami menunggu perencanaan dan kebijakan dari Pemko Medan,” ujarnya.(W03)
Baca Juga:
- Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
- Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan
- Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
Â
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News
sumut24.co ASAHAN, Menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang, dan tertib menjadi fokus utama Polres Asahan dalam mengamankan pelaksanaan
News
sumut24.co ASAHAN , Sebuah tindakan sepihak yang dinilai mencoreng aturan hukum terjadi di tengah pemukiman warga Lingkungan II, Kelurahan
News
sumut24.co TANJUNGBALAI,, Universitas Dharmawangsa menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam upaya memperkua
News
Kuras Barang Mes Polda Aceh,Dua Residivis Ditangkap
kota
Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
kota
Viral di Medsos! Polisi Ringkus Pencuri Material Bangunan dan Elektronik di Labuhan Deli
kota