Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
kota
Medan | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
- Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026 Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
- Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa
Sedikitnya 18 dari 1.335 bakal calon anggota DPRD Sumatera Utara yang tercatat dalam daftar calon sementara (DCS) yang akan bertarung pada pemilu 2019 adalah orang-orang yang pada zamannya dikenal sebagai sosok berintegritas. Gigih berada di barisan terdepan memperjuangkan demokrasi, penegakan Hak Azasi Manusia serta pemberantasan korupsi.
Mereka adalah aktivis-aktivis yang kerap berada di kerumunan rakyat tertindas yang hak-haknya dikebiri atau dirampok. Apakah itu oleh penguasa atau pengusaha. Sebagian dari para aktivis ini, pada era perjuangan reformasi 1998, berstatus mahasiswa. Namun ada pula aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Beberapa di antaranya adalah mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik Aswan Jaya dan Kamaluddin Pane. Lalu Mulana Samosir yang dikenal sebagai dedengkot Kelompok Studi Mahasiswa Merdeka, Janri Damanik (GMNI), Leonardo Marbun (pembela nelayan), Parlin Manihuruk (pejuang buruh), Safaruddin Siregar (pembela petani), Irham Buana Siregar (mantan Direktur LBH Medan), Harun Nuh (pejuang reforma agraria). Harris Nixcon Tambunan (penentang berdirinya pabrik bubur kertas PT Toba Pulp Lestari) dan sebagainya.
Kini nama-nama aktivis pejuang rakyat tersebut telah sah berada di dalam DCS. Mereka ingin memindahkan arena perjuangannya selama ini. Tak lagi berteriak di pinggir jalan sebagai parlemen jalanan. Tapi di gedung rakyat yakni DPRD Sumut sebagai anggota legislatif. Mereka terdaftar sebagai bakal calon anggota dewan dari partai berbeda, juga daerah pemilihan berbeda.
Menurut Direktur Eksekutif Suluh Muda Indonesia (SMI), Kristian Redison Simarmata, terjunnya para mantan aktivis ke dunia politik praktis, dengan menjadi anggota parlemen, merupakan berita baik bagi perkembangan demokrasi di tingkat Sumut. Walau sesungguhnya sedikit terlambat.
SMI merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergiat mendorong terciptanya praktik demokrasi dalam arti sesungguhnya, bukan prosedural, di Sumut.
Aswan Jaya, mantan aktivis PRD, Bacaleg DPRD Sumut Dapil Sumut 2 dari PDIP (foto/parlindungan sibuea) Menurut mantan aktivis dari Forsolima dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia ( FPPI) ini, seharusnya Mulana, Aswan, Kamaluddin, Janri dan yang lainnya sudah sejak 20 Tahun lalu bertarung merebut kursi parlemen. Yakni pada saat terjadinya kekosongan akan sosok-sosok yang peduli pada penguatan demokrasi, pemberantasan korupsi, penegakan keadilan dan sebagainya.
“Agak terlambat kawan-kawan aktivis itu memutuskan bertarung merebut kursi DPRD Sumut, seharusnya 20 tahun lalu. Tapi nggak apa walau terlambat,” ujar Kristian, yang juga anggota Dewan kerja Jaringan Advokasi Buruh Sumatera Utara ini.
Tampilnya para aktivis di lembaga legislatif kelak, diharapkan akan memberi warna berbeda terhadap perpolitikan di Sumut yang steril dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian. Diharapkan mereka akan terus mendorong terwujudnya cita-cita perjuangan reformasi.
Berikut nama-nama mantan aktivis yang bertarung memperebutkan kursi anggota DPRD Sumatera Utara pada Pemilu Legislatif 2019. Tunggul CE Butar-butar, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 10 PKB. Leonardo Marbun, pejuang nelayan, Dapil Sumut 1 PDIP. Surya Adinata, pegiat LBH Medan, Dapil Sumut 1 PDIP. Aswan Jaya, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 2, PDIP. Sarma Hutajulu, anggota DPRD Sumut incumbent, Dapil Sumut 9 PDIP. Mulana Samosir, mantan pendiri KSMM, Dapil Sumut 9 PDIP. Jantoguh Damanik, anggota DPRD Sumut incumbent, Dapil Sumut 10 PDIP. Janri Parkinson Damanik, aktivis GMNI, Dapil Sumut 10 PDIP.
Irham Buana Nasution, mantan Direktur LBH Medan, Dapil Sumut 1 Golkar. Harris Nixcon Tambunan, penentang PT TPL, Dapil Sumut 6 Golkar. Natanail Ketaren, aktivis GMNI, Dapil Sumut 2 Nasdem. Harun Nuh, pejuang landreform, Dapil Sumut 3 Nasdem. Arnold Lumban Gaol, aktivis GMKI, Dapil Sumut 2 PSI. Gindo Nadapdap, pejuang hak-hak buruh, Dapil Sumut 3 PSI. Parlin Manihuruk, pejuang buruh dan petani, Dapil Sumut 1 Demokrat. Safaruddin Siregar, pejuang petani, Dapil Sumut 7 Demokrat. Kamaluddin Pane, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 12 Demokrat. Marasamin Ritonga, pembela hak-hak anak, Dapil Sumut 7 PBB.(Red)
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
kota
sumut24.co MedanMemasuki usia ke436 tahun, Kota Medan kembali merayakan perjalanan panjang sebagai salah satu kota metropolitan terbesar
kota
sumut24.co MedanSuasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Lapangan Batalyon Parako 463 Pasgat saat upacara Hari Jadi Kota Medan ke 43
kota
Medan PT Bank Sumut (Perseroda) kembali menggelar Pojok Sehat Purna Bakti Bank Sumut, layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksan
Umum
Medan Sumut24.coMomentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Bhayangkara menjadi refleksi atas delapan dekade pengabdian Kepolisian Negara Republ
News
Warga Desak Kapolres Mengusut Tudingan Pencemaran Nama Baik Pangulu Pokan Baru yang Terlibat Judi Togel dan Tembak ikan
kota
Bupati Pakpak Bharat Menbuka Pelatihan Pembuatan Zat Pewarna
kota
BNCT Dukung Pengembangan Talenta Maritim melalui Vessel Tour Bersama Evergreen dan Akademi Maritim Indonesia
kota
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
kota
PRSU Ke50 Angkat Wajah Asli Sumatera Utara, 70 Persen Konten Diisi Putra Daerah
kota