Rabu, 18 Maret 2026

Petani Berprestasi, Ini yang diberikan Soekirman

Administrator - Rabu, 15 Agustus 2018 14:57 WIB
Petani Berprestasi, Ini yang diberikan Soekirman

SERDANG BEDAGAI | SUMUT24 Bupati Ir H Soekirman berencana akan memberikan penghargaan kepada petani berprestasi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Penghargaan itu akan diberikannya bertepatan dengan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus 2018 mendatang.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Bupati Soekirman saat menggelar pertemuan dengan para petani di ruang Audiensi Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (14/8). Hadir pada kesempatan itu, Sekdakab Drs Hadi Winarno MM, Kadis Pertanian Radianto Panjis SP MMA, petani jamur Edi Parianto, petani beras organik Kamarudin dan Parlan Sibarani, pencipta alat alat pertanian Nuriono serta Armi seorang pelaku usaha jual beli bibit pertanian.

Menurut Soekirman, penghargaan itu merupakan bentuk dari apresiasi Pemkab Sergai kepada para petani berprestasi, karena saat ini sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tertinggi kabupaten ini adalah dari pertanian pangan mencapai 44 persen.

“Pemberian penghargaan itu sehubungan dengan tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini yaitu ‘Kerja dan Energi’, maka dari itu sangatlah pantas bahwa para petani berprestasi atas kerja dan energi yang diberikan mendapatkan penghargaan pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Sergai pada 17 Agustus nanti,” ujar Bupati Soekirman.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa dengan menghadirkan dan memberikan penghargaan kepada petani berprestasi di HUT RI ini, bertujuan agar kehadiran para petani berprestasi ini dilihat orang lain, dan menarik simpati masyarakat untuk ikut meniru kerja dan energi yang telah dilakukan para petani berprestasi ini.

“Momen Hari Kemerdekaan tahun ini harus kita jadikan sejarah bagi para petani berprestasi untuk terus bangkit. Teruslah melakukan gerakan pembangunan agar Sergai ini dapat semakin unggul, inovatif dan Berkelanjutan,” kata bupati.

Terkait masalah beras organik, bupati mengatakan, bahwa pemerintah daerah juga akan merencanakan himbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengkonsumsi beras organik. Rencannya beras organik tersebut yang akan dikelola melalui Koperasi Pegawai Negeri. Termasuk juga rumah sakit milik pemerintah untuk menjadi pelanggan dalam mengkonsumsi beras organik lokal Sergai.

Dalam pertemuan itu, para petani yang hadir juga memberikan beberapa usulan terkait masalah pertanian di Kabupaten Sergai, seperti yang disampaikan Edi Parianto seorang petani jamur yang telah melahirkan 5 varietas antara lain jamur susu atau disebut milky mushroom justru dengan teknologi manual dan otodidak.

Edi Parianto meminta kepada Pemkab Sergai agar memberikan berupa pelatihan kepada petani terkait pengembangan komoditi jamur di Sergai. Hal itu mengingat bahan baku yang sangat banyak tersedia antara lain jerami padi, diolah menjadi kompos lalu ditanami benih jamur. Setelah panen jamur, sisanya kembali dapat dipergunakan sebagai kompos untuk tanaman padi.

“Kita tahu banyak restoran di Medan justru malah memasok bahan baku jamur dari luar Sumatera. Kuat keyakinan jika komoditi jamur ini digalakkan, maka tentu pangsa pasar jamur dari Sergai akan mampu bersaing di pasaran kuliner terutama restoran dan hotel di Medan serta kota lainnya,” kata Edi Parianto.

Hal senada disampaikan Parlan Sibarani selaku pelaku pertanian organik dari Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu. Dengan dukungan penuh dari Pemkab Sergai serta Bank Indonesia (BI), pertanian organik di daerah kami terus berkembang dengan pesat. Selain juga setuju dengan saran untuk lebih diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, pada kesempatan ini diajukan untuk menjadikan daerah pertanian organik sebagai destinasi wisata.

“Dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,3 hektar per keluarga, saya rasa ide ini akan sangat strategis guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat petani terutama petani organik,” terang Parlan.

Sementara itu, Nuriono, yang merupakan sosok di balik penemuan berbagai alat-alat teknologi pertanian yang telah banyak meraih penghargaan tingkat daerah maupun nasional. Penemuannya cukup bermanfaat dan banyak dipakai petani dalam dan luar daerah, seperti power thresser yang berguna memudahkan petani memisahkan gabah padi.

Kemudian ada Chopper Blender, alat untuk mengolah limbah sawit dapat dipergunakan sebagai pakan ternak. Saat ini sudah ada empat penemuan yang telah dipatenkan termasuk penghancur enceng gondok sebagai pakan ternak bebek. Dalam menciptakan penemuannya, Nuriono bukan hanya menilai teknologinya saja, namun aspek ekonomi dan manfaatnya juga sangat penting untuk diperhatikan.

Lain halnya dengan Amri, warga Kecamatan Perbaungan, selaku pelaku usaha jual beli bibit pertanian yang saat ini tengah menggalakkan sistem pelatihan kepada masyarakat. Tujuannya adalah ingin mengubah mainset petani agar lebih maju terutama pelestarian lingkungan hidup dan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Radianto Panjis mengatakan, sektor pertanian telah banyak memberikan andil bagi harumnya nama Kabupaten Sergai pada tingkat provinsi, nasional hingga internasional. Oleh karennya, sangat perlu diberikan penghargaan kepada para petani yang telah mengharumkan nama Sergai.(bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Yuslin Siregar 68 Tahun, Bukti Usia Adalah Tentang Manfaat
Polresta Deli Serdang Tes Urine Terhadap Awak Angkutan Udara dan Angkutan Darat di Bandara Kualanamu
Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H-4 Idulfitri 1447H/2026
Akhiri Safari Ramadhan, Majelis Dakwah PW Al Washliyah SUMUT I'tikaf dan Sahur Bersama di Pedalaman Kabupaten Karo
Jelang Lebaran, Polresta Deli Serdang Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab
komentar
beritaTerbaru