Rabu, 01 Juli 2026

Kematian Adam Saputra, RSUD Bilang Hal Biasa

Administrator - Selasa, 14 Agustus 2018 15:06 WIB
Kematian Adam Saputra, RSUD Bilang Hal Biasa

SIDIMPUAN l SIMUT24 Ternyata, perut Adam, warga Desa Sabungan, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, sudah mengeluarkan darah dan nanah 3 hari pasca menjalani operasi di RSUD Kota Padangsidimpuan. Sayangnya, saat itu tim medis mengaku darah dan nanah yang keluar itu hal biasa.

Baca Juga:

Air mata Bidasari Harahap, orang tua perempuan Adam, tidak bisa ditahan ketika dia mulai bercerita di depan sejumlah anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan, pada rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD, rumah sakit, Dinas Kesehatan dimulai di aula rapat gedung rakyat tersebut. Bidasari mengungkapkan, tiga hari setelah menjalani operasi, perut anak kedua dari empat orang bersaudara tersebut sudah mengeluarkan darah dan nanah.

“3 hari setelah anak saya dioperasi, sudah keluar darah dan nanah dari bekas operasinya itu,”ujarnya. Melihat kondisi tersebut, Bidasari berusaha menanyakannya kepada dokter yang menangani penyakit siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu.”Saat saya tanya, dokter menjelaskan bahwa hal itu biasa terjadi,”ujarnya dihadapa Direktur RSUD Padangsidimpuan, dr Lela. Kondisi penyakit Adam semakin parah, karena dia selalu mengeluhkan rasa sakit yang ada diluka bekas operasinya. Diceritakannya, Adam menjalani perawatan selama1 bulan di rumah sakit kebanggaan warga Padangsidimpuan.”Satu minggu sebelum lebaran, kami disarankan dokter untuk pulang sembari berobat jalan,”imbuhnya. Selanjutnya, pihak keluarga membawa Adam pulang ke rumah dan hanya berobat jalan.

Sebelum menjalani operasi di RSUD Padangsidimpuan, Adam terlebih dahulu dirawat di RSU TNI Kota Padangsidimpuan. Dari rumah sakit itu, Adam langsung dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan. Sementara itu, dokter Fauzi Fahmi menjelaskan, pada hari kedua setelah Adam masuk ke rumah sakit, pihaknya langsung melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada 13 Mei 2018, tepatnya pada hari ke tiga pascaoperasi, dijumpai darah dan nanah pada luka bekas operasi.”Saat itu, kami lakukan pengobatan seperti biasa,”ujarnya dihadapan anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan seperti, Timbul Simanungkalit, Khoiruddin Nasution, Erwin Sinaga dan Andi. Pada 14 Mei 2018, tepatnya pada hari ke lima pascaoperasi, dijumpai tubuh korban terutama pada mata Adam menguning, ironisnya, saat itu jumlah darah dan nanah juga semakin bertambah.

Dengan kondisi tersebut menurut Fauzi, ternyata tindakan operasi tidak membantu mengurangi infeksi pada Adam, bahkan, pada hari kelima pascaoperasi, infeksi sudah menjalar ke hati Adam.”Selanjutnya, pada 14 Mei, kami menyarankan kepada pihak keluarga agar Adam dirujuk, namun dengan segala keterbasan yang ada, keluarga Adam menolaknya,”imbuhnya.

Anggota Komisi III Timbul Simanungkalit mengatakan, tujuan dari RDP ini agar mengungkap fakta yang terjadi atas kematian Adam, yang meninggal dunia pascaoperasi di RSUD Padangsidimpuan. Menurutnya, selama ini informasi tentang penyebab kematian Adam ramai dibicarakan, karena peristiwa ini sudah menjadi buah bibir di Padangsidimpuan.”Agar tidak terjadi fitnah, makanya dibuat RDP,”ujarnya.

Pernyataan yang sama juga datang dari Khoiruddin Nasution. Menurutnya, hasil RDP tersebut diputuskan melalui rapat komisi dan tidak bisa diputuskan pada saat RDP.”Hasil dari RDP ini akan dibahas lagi di komisi, setelah itu kami akan sampaikan hasilnya,”tandasnya . (TOMPS)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat, Program Rutin Bagi Nasabah Pensiunan
Selamat Hari Bhayangkara ke-80: Polri Semakin Presisi, Profesional, dan Pengabdian Dicintai Masyarakat
Warga Desak Kapolres Mengusut Tudingan Pencemaran Nama Baik Pangulu Pokan Baru yang Terlibat Judi Togel dan Tembak ikan
Bupati Pakpak Bharat Menbuka Pelatihan Pembuatan Zat Pewarna
BNCT Dukung Pengembangan Talenta Maritim melalui Vessel Tour Bersama Evergreen dan Akademi Maritim Indonesia
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
komentar
beritaTerbaru