Rabu, 01 Juli 2026

Mahasiswa UNA Teliti Jagung Pulut , Ini Teksturnya

Administrator - Selasa, 14 Agustus 2018 14:11 WIB
Mahasiswa UNA Teliti Jagung Pulut , Ini Teksturnya

ASAHAN | SUMUT24 Jagung pulut yang hanya ditemui di daerah Indonesia bagian timur Indonesia seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara, kini akan dibudidayakan dan berkembang di Asahan.

Baca Juga:

Bagi sebahagian masyarakat memang nama jagung pulut atau jagung ketan ini sangat asing didengar. Oleh karenanya, banyak yang tidak mengetahui rasa bahkan belum pernah sama sekali mencicipinya. Tekstur jagung pulut yang lengket dibarengi rasa yang manis ini membuat jenis jagung ini berbeda dari jagung yang biasa kita makan.

Tidak lama lagi masyarakat Kabupaten Asahan akan segera mencicipi nikmatnya jagung ketan ini. Sebab Universitas Asahan saat ini melalui Fakultas Pertanian Jurusan Argoteknologi, sedang melakukan penelitian aplikasi mikoriza pada jagung ketan.

Penelitian jagung pulut yang dibimbing oleh dosen Asep Rodiansah SP MSi. Salah seorang dosen Agroteknologi yang punya motto “Canggih Ga Usah Mahal yang Penting kreatif”. Beliau adalah salah satu dosen yang mempunyai banyak koleksi tanaman sesuai dengan keahliannya sebagai Breeder (pemulia) tanaman.

“Awalnya penelitian ini (jagung ketan) berawal dari salah seorang mahasiswa bernama Hilda Yanti Br Torus Pane yang akan menyelesaikan tugas skripsi dengan memanfaatkan lahan bekas perkebunan kakao milik kakeknya,” kata Asep saat berbincang dengan wartawan, Selasa (14/8).

Dikatakan Asep saat itu, Hilda mengutarakan niatnya kepada dosen pebimbing ahli hama dan penyakit tanaman Syafrizal Hasibuan, kemudian dirujuk kepada Asep. Hildapun menceritakan kalau ia sedang melakukan penelitian jagung berwarna ungu tua.

“Selanjutnya Hilda bergegas menemui dosen pembimbing kedua, Ir Lokot Ridwan Batubara MSi dan gayung pun bersambut. Dosen pembimbingnya sangat setuju Hilda meneliti sesuatu hal yang baru terutama di Sumatera ini,” jelas Asep.

Dari ketiga dosen tersebut, Hilda mendapatkan banyak masukan, dengan mengkombinasikan antara Ilmu Genetika, hama penyakit tanaman dan Bioteknologi Pertanian, sehingga tema penelitiannya adalah Aplikasi Mikoriza pada jagung pulut turunan F2.

Dalam menjalankan penelitiannya, Hilda banyak sekali belajar tentang bagaimana Mikoriza dapat berperan mengefisienkan penyerapan unsur fospor pada tanaman dan juga belajar hama dan penyakit jagung secara langsung. Selain itu dia belajar bagaimana segregasi warna pada biji jagung.

Penelitian tersebut juga diapresiasi oleh salah seorang dosen pembimbing Lokot Ridwan Batubara. Menurutnya, keberhasilan suatu penelitian sangat tergantung dari kerjasama yang solid antar tim. Dalam hal ini terjalin koneksi yang baik antara dosen pebimbing dan mahasiswa yang menjalani penelitian.

“Saya senang berkolaborasi dan mendorong sesuatu yang baru bagi perkembangan pertanian khususnya di Sumatra Utara ini. Diharapkan beberapa tahun lagi Universitas Asahan bisa merilis varietas jagung hasil penelitian sendiri dengan nama Varietas UNA,” kata Lokot Ridwan. (tmp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Pakpak Bharat Menbuka Pelatihan Pembuatan Zat Pewarna
BNCT Dukung Pengembangan Talenta Maritim melalui Vessel Tour Bersama Evergreen dan Akademi Maritim Indonesia
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
PRSU Ke-50 Angkat Wajah Asli Sumatera Utara, 70 Persen Konten Diisi Putra Daerah
22 OPD dan 10 Instansi Vertikal Ramaikan Pameran PRSU Ke-50, Hadirkan Berbagai Layanan Publik untuk Masyarakat
Dewan Komisaris PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara: PRSU Harus Jadi Etalase Kebanggaan dan Mesin Ekonomi Baru Sumut
komentar
beritaTerbaru