Jelang Lebaran, Polresta Deli Serdang Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
Jelang Lebaran, Polresta Deli Serdang Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
kota
ASAHAN | SUMUT24 Jagung pulut yang hanya ditemui di daerah Indonesia bagian timur Indonesia seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara, kini akan dibudidayakan dan berkembang di Asahan.
Baca Juga:
Bagi sebahagian masyarakat memang nama jagung pulut atau jagung ketan ini sangat asing didengar. Oleh karenanya, banyak yang tidak mengetahui rasa bahkan belum pernah sama sekali mencicipinya. Tekstur jagung pulut yang lengket dibarengi rasa yang manis ini membuat jenis jagung ini berbeda dari jagung yang biasa kita makan.
Tidak lama lagi masyarakat Kabupaten Asahan akan segera mencicipi nikmatnya jagung ketan ini. Sebab Universitas Asahan saat ini melalui Fakultas Pertanian Jurusan Argoteknologi, sedang melakukan penelitian aplikasi mikoriza pada jagung ketan.
Penelitian jagung pulut yang dibimbing oleh dosen Asep Rodiansah SP MSi. Salah seorang dosen Agroteknologi yang punya motto “Canggih Ga Usah Mahal yang Penting kreatifâ€. Beliau adalah salah satu dosen yang mempunyai banyak koleksi tanaman sesuai dengan keahliannya sebagai Breeder (pemulia) tanaman.
“Awalnya penelitian ini (jagung ketan) berawal dari salah seorang mahasiswa bernama Hilda Yanti Br Torus Pane yang akan menyelesaikan tugas skripsi dengan memanfaatkan lahan bekas perkebunan kakao milik kakeknya,†kata Asep saat berbincang dengan wartawan, Selasa (14/8).
Dikatakan Asep saat itu, Hilda mengutarakan niatnya kepada dosen pebimbing ahli hama dan penyakit tanaman Syafrizal Hasibuan, kemudian dirujuk kepada Asep. Hildapun menceritakan kalau ia sedang melakukan penelitian jagung berwarna ungu tua.
“Selanjutnya Hilda bergegas menemui dosen pembimbing kedua, Ir Lokot Ridwan Batubara MSi dan gayung pun bersambut. Dosen pembimbingnya sangat setuju Hilda meneliti sesuatu hal yang baru terutama di Sumatera ini,†jelas Asep.
Dari ketiga dosen tersebut, Hilda mendapatkan banyak masukan, dengan mengkombinasikan antara Ilmu Genetika, hama penyakit tanaman dan Bioteknologi Pertanian, sehingga tema penelitiannya adalah Aplikasi Mikoriza pada jagung pulut turunan F2.
Dalam menjalankan penelitiannya, Hilda banyak sekali belajar tentang bagaimana Mikoriza dapat berperan mengefisienkan penyerapan unsur fospor pada tanaman dan juga belajar hama dan penyakit jagung secara langsung. Selain itu dia belajar bagaimana segregasi warna pada biji jagung.
Penelitian tersebut juga diapresiasi oleh salah seorang dosen pembimbing Lokot Ridwan Batubara. Menurutnya, keberhasilan suatu penelitian sangat tergantung dari kerjasama yang solid antar tim. Dalam hal ini terjalin koneksi yang baik antara dosen pebimbing dan mahasiswa yang menjalani penelitian.
“Saya senang berkolaborasi dan mendorong sesuatu yang baru bagi perkembangan pertanian khususnya di Sumatra Utara ini. Diharapkan beberapa tahun lagi Universitas Asahan bisa merilis varietas jagung hasil penelitian sendiri dengan nama Varietas UNA,†kata Lokot Ridwan. (tmp)
Jelang Lebaran, Polresta Deli Serdang Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
kota
Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab
kota
Jelang Lebaran 2026, AKBP Dr. Wira Prayatna Sidak Pospam dan Posyan Padangsidimpuan, Ini Hasilnya
kota
Humanis! Kapolres Padang Lawas Berbagi Bingkisan Lebaran, Pererat Sinergi dengan Media
kota
Sinergi Tanpa Batas! Wali Kota Padangsidimpuan Ajak Pers Bersatu, Transparansi Jadi Senjata Hadapi Era Digital
kota
Jelang Lebaran, Bupati Madina Warning Soal Kebakaran &ldquoJangan Lupa Cabut Listrik!&rdquo
kota
Blakblakan! Ketua DPRD Erwin Efendi Ajak Warga Bergerak, Sebut Bupati Madina Fokus Perbaiki Ekonomi Rakyat
kota
Harun Mustafa Pimpin Aksi Nyata! Bantuan IMI&ndashGemira Sumut Sentuh Warga Huntara Tapsel di Ramadan 2026
kota
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita Dalam KontainerTersangka Ajak Korban Seks Menyimpang
kota
Perkuat Soliditas di Bulan Suci, SOKSI Sumut Tetapkan Nakhoda Panitia Musda XII
kota