Rabu, 18 Maret 2026

Tim Amirul Hajj 2018 Pastikan PIH Berjalan Lancar

Administrator - Senin, 13 Agustus 2018 13:14 WIB
Tim Amirul Hajj 2018 Pastikan PIH Berjalan Lancar

Jakarta I Sumut24.co Untuk mengawasi dan memastikan penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2018 berjalan lancar, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PMK yang juga anggota Amirul Hajj 2018, Prof. Dr. HR Agus Sartono menjalankan kunjungan kerjanya di Jeddah, Arab Saudi. Agus bersama Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dan rombongan delegasi Amirul Hajj lainnya meninggalkan tanah air pada 11 Agustus lalu. Tiba di Jeddah, rombongan langsung menyaksikan bagaimana kloter haji yang tiba bersamaan satu pesawat tidak perlu lagi menunggu koper. Proses keimigrasian pun berjalan lanjar dan hanya membutuhkan waktu satu jam.. Padahal dalam penyelenggaraan sebelumnya, jamaah haji harus mengantri antara 4-5 jam. Dari Jeddah rombongan langsung menuju Makkah. Sambil menjalankan ibadah umroh, Agus mendengarkan kesan yang sangat positif dari jamaah haji Indonesia terkait hotel, makanan serta sarana transportasi. Diharapkan mereka, semoga hingga kepulangan kloter terakhir kondisi baik itu berjalan lancar. Di Makkah pula, dilangsungkan Rakor Tim Haji di Dakker Mekkah tanggal 12 Agustus 2018. Rapat dipimpin oleh Menteri Agama selaku Amirul Hajj diikuti seluruh Anggota Amirul Hajj, Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Dirjen Haji Kemenag, Irjen Kemenag, Pejabat Eselon 2 Ditjen Haji Kemenag, Konjen RI di Jeddah, dan seluruh Tim Penyelenggara Haji Indonesia. Dirjen Haji Kemenag RI melaporkan bahwa hingga tanggal 12 Agustus 2018 telah tiba 437 Kloter dari 511 Kloter dengan jumlah jamaah haji 175.923 orang disertai petugas sebanyak 2.185 orang. Profil jamaah menunjukan bahwa 27.9% ibu rumah tangga, 21.2% PNS, 30,4% Swasta dan pedagang, selebihnya petani atau nelayan dan lainnya. Sementara itu 65,5% jamaah haji dari Jatim; Jateng; Jabar dan DKI Jakarta. Sedangkan sisanya dari luar Jawa. Dilihat dari usia, 35,2% jamaah haji berusia antara 51-60 tahun; 26,7% berusia 41-50 tahun; 23,6% berusia 61-74 tahun, 11,0% berusia dibawah 40 tahun dan 3,5% berusia diatas 74 tahun. Ditambahkan bahwa masa tunggu terlama di Kabupaten Bantaeng dimana antrian calon jamaah haji mencapai 39 tahun. Kabupaten Wajo dan Pinrang calon jamaah haji harus menunggu hingga 26 tahun. Hingga tanggal 12 Agustus 2018, Tim Kesehatan melaporkan bahwa terdapat 54 jamaah meninggal dunia. Angka ini turun jika dibandingkan dengan periode yg sama tahun 2017 sebanyak 68 orang. Pemerintah berharap tren perbaikan ini terus berlanjut hingga pasca Armina kelak. Pemerintah memang berkomitmen, penyelenggaran haji senantiasa terus ditingkatkan kualitasnya. Sebagai contoh pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat. Terjadi dua kasus Pengawas dan Baladiah menemukan bahan baku daging dan ayam yang tidak memenuhi standar, lalu dibuang. Perusahaan penyedia pun kemudian diberikan sanksi. (red/lip)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Jelang Lebaran, Polresta Deli Serdang Jamin Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab
Jelang Lebaran 2026, AKBP Dr. Wira Prayatna Sidak Pospam dan Posyan Padangsidimpuan, Ini Hasilnya
Humanis! Kapolres Padang Lawas Berbagi Bingkisan Lebaran, Pererat Sinergi dengan Media
Sinergi Tanpa Batas! Wali Kota Padangsidimpuan Ajak Pers Bersatu, Transparansi Jadi Senjata Hadapi Era Digital
Jelang Lebaran, Bupati Madina Warning Soal Kebakaran: “Jangan Lupa Cabut Listrik!”
komentar
beritaTerbaru