Rabu, 18 Maret 2026

Penyakit Filariasis (kaki gajah), Ini Penyebabnya

Administrator - Selasa, 07 Agustus 2018 13:52 WIB
Penyakit Filariasis (kaki gajah), Ini Penyebabnya

SERDANG BEDAGAI | SUMUT24 Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam rangka Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis (penyakit kaki gajah). Pertemuan yang digelar diaula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah dibuka oleh Bupati Sergai Ir H Soekirman, selasa (7/8). Hadir dalam acara pertemuan Monev tersebut, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit MKes MM, Kadis Kominfo diwakili Sekretaris Dra Hj Syahriati Lubis, narasumber Sunardi SKM MKM, perwakilan dari Kemenkes RI dr Windi Maidesi MKes, perwakilan Dinkes Provsu OK Syahputra Harianda, LSM Pusaka, para kepala OPD, camat, kepala Puskesmas se-Sergai serta perwakilan lintas sektoral.

Baca Juga:

Dalam pertemuan itu, Bupati Soekirman dalam sambutannya mengatakan, penyakit Filariasis (kaki gajah) merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan cacing microfilaria yang merusak sistem limpatik sehingga menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara dan skortum.

Oleh karenanya, untuk mengatasi serta mencegah perkembangan dari penyakit ini diperlukan suatu strategi khusus. Ada 2 strategi khusus yang harus dilakukan yakni dengan cara memutuskan rantai penularan atau memberikan perawatan khusus klinis kepada penderita penyakit kaki gajah.

“Ada dua strategi yang harus ditempuh, yaitu yang pertama memutuskan rantai penularan dengan POPM Filariasis kepada seluruh penduduk di daerah endemis menggunakan obat Diethilcarbamazin Citrate (DEC) 6mg/kb bb Albendazol 400 mg sekali setahun selama minimal lima tahun. Lalu yang kedua, memberikan perawatan kasus klinis penyakit kaki gajah, baik kasus klinis akut maupun kronis,” kata Bupati Soekirman.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Soekirman, bahwa terdapat 31 urusan wajib pemerintah. Yang nomor satu adalah pendidikan, kemudian disusul dengan urusan kesehatan. Pendidikan lebih utama karena jika orang yang berpendidikan dan mengerti tentang kebersihan, tentu peluang untuk orang tersebut terjaga kesehatannya akan semakin besar.

Terkait dengan pendidikan, bupati menjelaskan bahwa rata-rata di Sergai ini telah meningkat pada usia SMP, namun begitu tetap dirasa penting agar tenaga kesehatan untuk terus bekerja ekstra keras menyampaikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya obat tersebut.

“Berkaca dari polemik vaksin MR, hal ini dirasa karena kurangnya tingkat pendidikan, sebab manfaat dari vaksin tersebut sangat penting bagi diri pribadi guna menangkal terjangkit penyakit berbahaya tersebut. Terlebih Kemenkes telah merekomendasikan pemberian obat pencegahan massal tersebut,” ungkap Soekirman.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Sergai dr Bulan Simanungkalit melaporkan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Sergai bekerjasama dengan Kemenkes RI, bahwa pada tahun 2005 ditemukan penderita Filariasis di lima kecamatan yaitu Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 5 kasus, Teluk Mengkudu 5 kasus, Pantai Cermin 1 kasus, Sei Rampah 1 kasus dan terakhir tahun 2011 Kecamatan Bintang Bayu dengan 1 kasus.

Di tahun 2018 ini, lanjutnya, Sergai sudah melaksanakan pengobatan secara massal untuk tahun yang kelima. Hasil dari pengobatan yang telah dilaksanakan mencapai rata-rata 80% setiap tahunnya. Oleh karena itu di tahun ini diharapkan cakupan tersebut dapat ditingkatkan lagi. “Tahun ini merupakan tahun ketiga atau tahun terakhir dalam pengobatan Filariasis, semoga kedepannya tidak terjadi lagi di masyarakat. Selain itu, kita juga berharap semua yang hadir dapat terlibat dalam pelaksanaan pemberian obat pada Bulan Oktober nanti yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia di daerah yang endemis Filariasis,” ujar Bulan. (Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Jelang Lebaran 2026, AKBP Dr. Wira Prayatna Sidak Pospam dan Posyan Padangsidimpuan, Ini Hasilnya
Humanis! Kapolres Padang Lawas Berbagi Bingkisan Lebaran, Pererat Sinergi dengan Media
Sinergi Tanpa Batas! Wali Kota Padangsidimpuan Ajak Pers Bersatu, Transparansi Jadi Senjata Hadapi Era Digital
Jelang Lebaran, Bupati Madina Warning Soal Kebakaran: “Jangan Lupa Cabut Listrik!”
Blak-blakan! Ketua DPRD Erwin Efendi Ajak Warga Bergerak, Sebut Bupati Madina Fokus Perbaiki Ekonomi Rakyat
Harun Mustafa Pimpin Aksi Nyata! Bantuan IMI–Gemira Sumut Sentuh Warga Huntara Tapsel di Ramadan 2026
komentar
beritaTerbaru