Polresta Deli Serdang berhasil amankan Pelaku Judi Togel
Polresta Deli Serdang berhasil amankan Pelaku Judi Togel
kota
Jakarta I Sumut24.co
Baca Juga:
Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Komisaris Angkasa Pura I. Kontroversi pun mewarnai. Benarkah Jokowi bagi-bagi kursi untuk para pembelanya?
Belum lama masuk ke lingkar Istana, Ngabalin ditunjuk jadi anggota Dewan Komisaris menggantikan Selby Nugraha Rahman yang telah menjabat anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I sejak 25 Oktober 2015.
Sejumlah pihak pun langsung bereaksi atas penunjukan Ngabalin ini, salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Dia menilai pengangkatan Ngabalin sebagai hadiah karena pria yang khas dengan serbannya itu selalu membela Presiden Jokowi.
“Iya mungkin ini hadiah (untuk Ngabalin karena membela Jokowi). Saya kira tepatlah istilah itu,” kata Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengkritik pengangkatan tersebut. Fadli menyebut pemerintah selama ini terus-menerus memberikan jabatan-jabatan profesional ke pihak yang tidak mempunyai kompetensi.
“Sehingga akhirnya BUMN itu menjadi sapi perahan aja. BUMN menjadi tempat penampungan bagi tim sukses, eks tim sukses. Harusnya lebih banyak orang-orang profesional di bidangnya,” kritiknya.
Fadli lantas meminta pemerintah mengoreksi kebijakan-kebijakan yang tidak tepat. Dia juga meminta pemerintah mengedepankan kalangan profesional untuk memegang jabatan strategis di BUMN.
“Hasilnya kayak begini, BUMN kita amburadul, karena BUMN kita orang-orangnya bukan orang profesional,” cetus Fadli.
Elite Partai Demokrat juga ikut menyindir pengangkatan Ngabalin. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean mengatakan, ini adalah bukti nyata Jokowi bagi-bagi kursi empuk untuk para pendukungnya.
“Pertama, saya harus mengucapkan selamat kepada Ali M Ngabalin atas terpilihnya sebagai Komisaris AP I. Selamat dapat tambahan penghasilan. Kedua, penunjukan ini membuktikan bahwa Jokowi memang bagi-bagi kursi kepada siapa saja yang membelanya,” ujar Ferdinand.
Ferdinand menilai Ngabalin sama sekali tak punya kompetensi menjabat Komisaris AP I. Menurutnya, Ali hanya ‘menang’ dekat dengan Jokowi sehingga mendapat jabatan tersebut.
“Satu-satunya menurut saya faktor dan alasan Ali jadi komisaris adalah kedekatan dengan Jokowi. Sementara saya meragukan dari sisi kapasitas dan kapabilitasnya di sektor ini,” ujar Ferdinand.(det)
Polresta Deli Serdang berhasil amankan Pelaku Judi Togel
kota
Tim URC MIT Jatanras Polda Sumut Ringkus 7 Begal Sadis di Wilkum Polrestabes Medan dan Polres Belawan.
kota
Polres Dairi Ringkus 38 Tersangka dari 29 Kasus Narkoba Periode April Juni 2026
kota
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatat arus petikemas sebesar 59.918 TEUs pada Mei 2026, meningkat 10,5 pers
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan kerja PT Evergreen Shipping Agent Indonesia di Terminal A d
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis
Belawan sumut24.co Keselarasan layanan antara operator terminal dan perusahaan pelayaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga k
Ekbis
Belawan sumut24.co Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing industri maritim
Ekbis
Belawan sumut24.co Kemitraan yang berkelanjutan antara operator terminal dan perusahaan pelayaran memiliki peran penting dalam menjaga kel
Ekbis