Tengah Malam, Polisi Obrak – Abrik Sarang Narkoba Jermal 12 3 Pelaku Diringkus, Belasan Paket Narkoba Disita
Tengah Malam, Polisi Obrak &ndash Abrik Sarang Narkoba Jermal 123 Pelaku Diringkus, Belasan Paket Narkoba Disita
News
Jakarta I Sumut24.co
Baca Juga:
Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Komisaris Angkasa Pura I. Kontroversi pun mewarnai. Benarkah Jokowi bagi-bagi kursi untuk para pembelanya?
Belum lama masuk ke lingkar Istana, Ngabalin ditunjuk jadi anggota Dewan Komisaris menggantikan Selby Nugraha Rahman yang telah menjabat anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I sejak 25 Oktober 2015.
Sejumlah pihak pun langsung bereaksi atas penunjukan Ngabalin ini, salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Dia menilai pengangkatan Ngabalin sebagai hadiah karena pria yang khas dengan serbannya itu selalu membela Presiden Jokowi.
“Iya mungkin ini hadiah (untuk Ngabalin karena membela Jokowi). Saya kira tepatlah istilah itu,” kata Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengkritik pengangkatan tersebut. Fadli menyebut pemerintah selama ini terus-menerus memberikan jabatan-jabatan profesional ke pihak yang tidak mempunyai kompetensi.
“Sehingga akhirnya BUMN itu menjadi sapi perahan aja. BUMN menjadi tempat penampungan bagi tim sukses, eks tim sukses. Harusnya lebih banyak orang-orang profesional di bidangnya,” kritiknya.
Fadli lantas meminta pemerintah mengoreksi kebijakan-kebijakan yang tidak tepat. Dia juga meminta pemerintah mengedepankan kalangan profesional untuk memegang jabatan strategis di BUMN.
“Hasilnya kayak begini, BUMN kita amburadul, karena BUMN kita orang-orangnya bukan orang profesional,” cetus Fadli.
Elite Partai Demokrat juga ikut menyindir pengangkatan Ngabalin. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean mengatakan, ini adalah bukti nyata Jokowi bagi-bagi kursi empuk untuk para pendukungnya.
“Pertama, saya harus mengucapkan selamat kepada Ali M Ngabalin atas terpilihnya sebagai Komisaris AP I. Selamat dapat tambahan penghasilan. Kedua, penunjukan ini membuktikan bahwa Jokowi memang bagi-bagi kursi kepada siapa saja yang membelanya,” ujar Ferdinand.
Ferdinand menilai Ngabalin sama sekali tak punya kompetensi menjabat Komisaris AP I. Menurutnya, Ali hanya ‘menang’ dekat dengan Jokowi sehingga mendapat jabatan tersebut.
“Satu-satunya menurut saya faktor dan alasan Ali jadi komisaris adalah kedekatan dengan Jokowi. Sementara saya meragukan dari sisi kapasitas dan kapabilitasnya di sektor ini,” ujar Ferdinand.(det)
Tengah Malam, Polisi Obrak &ndash Abrik Sarang Narkoba Jermal 123 Pelaku Diringkus, Belasan Paket Narkoba Disita
News
Lima Kali Berturutturut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
News
Lima Kali Berturutturut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
News
Kapolda Sumut Silaturahmi ke BNNP Sumut, Perkuat Kolaborasi Pemberantasan Narkoba
News
Kapolda Sumut Raih Penghargaan Achievement Person, Polda Sumut Predikat Informatif di KI Award 2026
News
HUT ke62 Golkar, Andar Amin Harahap Ajak Kader Lebih Dewasa dan Berpihak kepada Rakyat, 17 Daerah Tunggu Diskresi Ketua Umum
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat daya saing aluminium Indonesia di pasar global melalui
News
MEDAN, Selasa (20/10/2026) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumatera Utara memberikan mandat kepada Gunarto Azis sebagai Plt.
Info
Wagirin Arman Golkar Sumut Harus Makin Solid, Jaga Silaturahmi dan Rapatkan Barisan
News
Gedung Kosong di Wek II Jadi Sasaran Operasi Narkoba, Polisi Temukan 5 Bong
News