MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Sejumlah OPD Pemprovsu diduga terlibat dalam dukung mendukung dalam Pilgubsu 2018, Namun sulit untuk dibuktikan, akan tetapi kepala OPD Pendukung Djoss dalam pilgubsu tersebut sudah diatur sedemikian rupa agar tak nampak keberpihakan terhadap paslon tersebut.
Untuk itu diminta pasangan Eramas yang terpilih jadi Gubsu/ Wagubsu agar mengambil sikap tegas kepada para kepala OPD tersebut, karena kalau kepala OPD berkepala dua sangat diragukan kesetiaannya untuk membangun Sumatera Utara, ditambah lagi beberapa Kepala OPD sudah merapat ke Eramas akibat kemenangan tersebut.
“Hampir semua OPD Pemprovsu mendukung Djoss dalam Pilgubsu 2018, makanya sekarang ini para pejabat tersebut pasrah untuk dipakai menjabat ataupun tidak menjabat lagi,” ujar Pengamat Sosial dan Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (2/7).
Lebih lanjut dikatakannya, para pejabat beralih gagang mendukung pasangan yang menang dalam Pilkada adalah sebuah kelaziman dan memang mereka harus seperti itu. Kalau tidak akan terancam jabatannya. Sudah lumrah pejabat seperti itu. Akan tetapi pasangan yang menang tidak akan mudah menerima saja ulah pejabat seperti itu, apalagi track rekord para pejabat tersebut sudah diketahui banyak oleh Paslon terpilih.
“Makanya kita harapkan dipemerintahan Eramas nantinya, agar menyaring sebenar-benarnya para pejabat yang akan menduduki jabatan, karena kita khawatir kalau tidak ada kesamaan visi dan misi dalam membangun Sumatera Utara, pembangunan menjadi lamban dan jalan ditempat. Ada juga memang ya pasrah macam- macamlah semuanya, yang jelas pemerintahan Eramas nantinya harus mampu mengayomi dan melanjutkan pembangunan kearah yang lebih baik lagi,” ucapnya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News