MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Rajab seorang supir pengangkut sembako itu mengaku paket diangkut dari sebuah gudang di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumut.
“Disuruh sama adiknya pak Syamsul Arifin namanya Cece. Diantar ke sini karena mau ada acara silaturahmi di sini karena Syamsul Arifin mencalonkan diri jadi DPD RI asal Sumut,” kata Rajab.
“Gak mungkin untuk DPD. Masih lama itu tahun 2019,” sambut warga yang berada di lokasi.
Namun akhirnya Rajab mengaku bahwa paket sembako ini ada hubungannya dengan Pilgub Sumut.
“Ya adalah bang,” kata Rajab.
Sebelumnya Rajab mengaku sembako itu untuk dijual.
“Gak mungkin ini dijual, ada stiker Syamsul Arifin kok dijual. Kami tau Syamsul itu pendukung Djarot-Sihar. Jangan bodohi kami,” teriak warga.
Rajab mengaku oknum penampung paket sembako itu bernama Edi Tahir.
Dan paket sembako itu pun diletak di kediaman Edi Tahir Jl Puri Gg Sawo Medan Kota.
Saat kejadian, Edi Tahir tak berada di kediamannya. Namun ada seorang bernama Akmal yang mengaku diperintah Edi Tahir untuk menampung sembako itu.
Akmal mengaku warga Jalan Amaliun dan merupakan KPPS di TPS 1 setempat.
“Katanya untuk Halal Bihalal Pak Syamsul Arifin karena beliau mau nyalon anggota DPD RI pada 2019. Ya saya tugasnya hanya merima saja,”ujar Akmal.
Kenapa halal bihalal tersebut dibatalkan sementara sembako sudah dibongkar muat?
Menjawab itu, Akmal mengaku tak tahu-menahu. “Saya gak tau bang,” tukas Akmal.
Saat ini supir, kernet, Akmal dan barang bukti sembako diamankan ke Kantor Panwas Medan Kota. (W07)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News