Didampingi Bupati Darma Wijaya, Kapolres Jhon Sitepu Cek Kesiapan Pos Pengamanan Lebaran di Sergai
Sergai sumut24.co Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Jhon Sitepu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan
News
MEDAN, Sumut24.co Sejak pertengahan 2017, harga kertas terus beranjak naik. Hingga memasuki 2018 terhitung sudah tiga kali harga bahan baku cetak ini mengalami kenaikan. Dari semula harga di bawah Rp10 ribu per kg, kini sudah di harga Rp 11 ribuan per kg. Dampak kenaikkan harga kertas ini tentu sangat dirasakan pelaku industri perusahaan pers, khususnya media cetak. Untuk dapat menutupi biaya operasi, sebagian besar penerbit anggota Serikat Perusahaan Pers ( SPS ) Sumatera Utara terpaksa menaikkan harga jual Surat Kabar terhitung per 1 Juni 2018. Hal ini disampaikan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara, H Farianda Putra Sinik usai rapat soal kenaikan harga kertas di kantor SPS Sumatera Utara Jalan Sena Medan ( 25/5 ).
Baca Juga:
”Kenaikan harga kertas termasuk kertas untuk surat kabar mengganggu perusahaan surat kabar di Sumatera Utara. Karenanya dengan berat hati kita harus menyesuaikan harga agar dapat bertahan menutupi biaya operasional,” ujarnya didampingi Sekretaris SPS Sumut Rianto Ahgly, Bendahara H Baharuddin dan pengurus lainnya.
Dikatakan Farianda, sebenarnya penerbit tidak berkeinginan menaikkan harga koran. Tetapi hal ini terpaksa dilakukan.
Ditambahkan Farianda, bisnis media cetak beberapa tahun belakangan mengalami kesulitan memÂbiayai operasional sejak bermunculan media online . Tidak sedikit media cetak yang terpaksa beralih ke media online.
Hal tersebut menjadi pukulan berat perusahaan media cetak. Untuk tetap bisa bertahan, media cetak menempuh langkah dengan mengurangi jumlah halaman dan kualitas kertas. Beberapa media cetak mencoba untuk menaikkan harga jual.
“Saya mengkhawatirkan bila harga kertas tidak bisa dikendalikan pemerintah, akan semaÂkin banyak media cetak yang gulung tikar,” jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, SPS Sumut meminta kepada pemerintah agar memperhatikan kelangsungan penerbit surat kabar.
Agar media cetak tetap eksis, lanjut Farianda, harus ada campur tangan pemerintah dengan memÂbuat regulasi yang berpihak kepada media cetak. Misalnya dengan membebaskan pajak (Ppn ) kertas agar harga kertas bisa turun.
Dikatakan Farianda, pemerintah dulu pernah membebaskan pajak kertas untuk perusahaan media cetak. Tapi beberapa tahun belakangan tidak lagi. “Saya meminta pemerintah dapat memberikan keringanan harga demi kelangsungan media cetak. Tidak dapat dipungkiri media cetak selama ini turut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Nanda. (Rel)
Sergai sumut24.co Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Jhon Sitepu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan
News
Sergai sumut24.co Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pematang Cermai,
News
RAMADHAN KE26, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO UNTUK TUNA NETRA, PENARIK BECAK DAN LANSIA
kota
Anto Genk Kepercayaan Kru dan Pembaca Jadi Kekuatan Sumut24 Group
News
Polda Sumut Ungkap Jaringan Narkoba Thailand, 29 Kg Sabu dan Satu Tersangka Diamankanq
kota
sumut24.co TOBA, Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke27 Kabupaten Toba berlangsung meriah dengan rangkaian defile yang digelar di Ve
News
sumut24.co ,TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri kegiatan penyerahan dan penyaluran 1.000 paket sembako bertaj
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, d
kota
sumut24.co MedanSuasana Terminal Amplas tampak meriah dan penuh haru saat Pemko Medan secara resmi melepas ribuan warga dalam program Mud
kota
sumut24.co BANDA ACEH, Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian
News