Selasa, 17 Maret 2026

Kasus Suap Bupati Tapteng, GEMA Tapteng Geruduk Gedung DPRD

Administrator - Rabu, 16 Mei 2018 06:32 WIB
Kasus Suap Bupati Tapteng, GEMA Tapteng Geruduk Gedung DPRD

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Tapteng melakukan aksi unjuk raa dengan menggruduk gedung Kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) di Jalan KH Dewantara, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Selasa (15/5).

 

Kedatangan puluhan massa GEMA Tapteng, terkait tudingan terhadap Bupati Tapteng diduga terlibat dalam kasus penyuapan yang menjerat Mantan Hakim Konstitusi RI, M Aqil Muchtar dan Mantan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang di kasus sengketa Pilkada Tapteng Tahun 2011.

 

“Sesuai dengan pengakuan dari Bakhtiar Ahmad Sibarani di Persidangan dan telah dituangkan dalam Putusan Perkara No. 11/Pid.Sus/TPK/2015/PN.JKT.PST, jelas mengakui dirinya sebagai pemberi suap. Jadi kami menilai Bupati Tapteng di duga terlibat di dalam kasus ini. Untuk itu kami minta kepada Anggota DPRD Tapteng untuk menerima aspirasi kami ini dan menggunakan hak interpelasinya guna memanggil dan mempertanyakan hal ini kepada Bupati Tapteng,” kata Ronald Pakpahan dalam orasinya.

 

Rudolf Siagian salah seorang orator dalam aksi ini menyatakan bahwa, rakyat Tapteng memerlukan seorang pemimpin yang bersih dari korupsi. “Kami ingin dipimpin oleh Bupati yang jelas bersih dari korupsi bukan merasa bersih,” lontar Rudolf Siagian.

 

Hal senada juga diucapkan, Ilham Hutabarat yang juga orator aksi dari GEMA Tapteng, dengan lantang dan melontarkan kata-kata yang menyindir keras Anggota DPRD Tapteng. Ilham menilai para anggota DPRD berdiam diri dan tidak peduli dengan suara masyarakat Tapteng terkait tudingan ini.

 

“Wahai para Legislitaif, kalian wakil rakyat. Jangan hanya diam. Saat ini rakyat akan menilai anda, apakah layak kembali duduk sebagai anggota DPRD. Jangan jadi bawahan Bupati. Rakyat saat ini sudah muak dengan situasi yang terjadi di Tapteng ini. Panggil Bupati Tapteng, gunakan hak interpelasi anda,” tandas Ilham Hutabarat.

 

Dalam aksi ini, tidak terlihat satupun anggota DPRD yang menerima para pengunjuk rasa. Perwakilan Gema Tapteng hanya diterima oleh Plt Sekwan DPRD Tapteng, Darwin Pasaribu.

 

“Anggota DPRD semuanya ke lapangan dalam rangka tugas masa. Sebahagian memantau perkembangan harga sembako menjelang puasa dan sebahagian lagi sedang tugas mengawasi beberapa pekerjaan proyek jalan,” ujar Darwin.

 

Alhasil perwakilan Gema Tapteng Ronald Pakpahan, menyerahkan salinan tuntutan mereka kepada Plt Sekretaris Dewan Darwin Pasaribu.

 

Direncanakan sesuai informasi dari penanggungjawab aksi ini Charles Pardede, ada tiga lokasi yang hendak dijadikan aksi Gema Tapteng. Yaitu, Kantor DPRD Tapteng, Kantor Bupati Tapteng dan Polres Tapteng. Tetapi rencana aksi di Kantor Bupati Tapteng dan Polres Tapteng di batalkan.

 

“Benar kita yang batalkan aksi lanjutan di Kantor Bupati karena situasi kurang kondusif dan menjaga hal hal yang tidak kami inginkan seperti yang terjadi di Kantor DPRD barusan tadi. Sementara di Polres Tapteng kita pertimbangan karena saat ini Polri sedang berkabung dengan terjadinya serangan di Mako Brimob dimana personil Polri ada yang gugur,” kata Carles Pardede kepada wartawan.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
RAMADHAN KE-26, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO UNTUK TUNA NETRA, PENARIK BECAK DAN LANSIA
Anto Genk: Kepercayaan Kru dan Pembaca Jadi Kekuatan Sumut24 Group
Polda Sumut Ungkap Jaringan Narkoba Thailand, 29 Kg Sabu dan Satu Tersangka Diamankan
Defile Meriahkan Puncak Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba di Balige
Wali Kota Mahyaruddin: Bentuk Kepedulian dan Rasa Cinta Sesama
Pemko Medan Apresiasi Pembagian 2.000 Paket Sembako, Rico Waas Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
komentar
beritaTerbaru