MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Puluhan supir angkutan umum (angkot) di kawasan Simpang Kwala, Jalan Padang Bulan, Medan Tuntungan, Rabu (13/12) sekira pukul 07.30 Wib ricuh.
Dari amatan wartawan, aksi protes para supir angkot, selain melakukan sweping gojek/grab online yang membawa penumpang, juga melakukan pembakaran ban bekas.
Menurut informasi masyarakat di seputaran lokasi yang diterima wartawan, pengendara gojek/grab online sempat beradu fisik dengan para supir angkot.
“Tadi sempat ada perkelahian antara supir angkot dan pengendara gojek/grab online. Penumpsngnya dipsksa turun, dan helmnya diambil paksa lalu kemudian dibakar,” sebut warga SimpangKwala yang tak ingin menyebutkan identitasnya.
Terkait aksi demo supir angkot yang dilakukan dengan anarkis, aparat kepolisian Polsek Delitua Polrestabes Medan langsung menuju lkadi untuk melakukan penertipan.
“Pencegahan pengamanan aksi demo supir angkot langsung kita lakukan tindakan pengawasan oleh personil Polsrk Delitua,” sebut Kapolsek Delitua Kompol Arifin Marpaung.
Saat disinggung adanya aksi anarkis dilakukan supir angkot terhadap pengemudi gojek/grab online, Kompol Arifin belum bisa memastikan.
“Belum tau ada korban atau tidak. Jika menjadi korban, silahkan buat pengaduan agar di proses, bila terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum,” ucap Kompol Arifin.
Kompol Arifin menambahkan, aksi mogok supir angkot memang mengganggu aktifitas pelajar/siswa yang hendak berangkat ke sekolah.
“Efeknya ya, terhadap pelajar/siswa yang hendak berangkat ke sekolah. Tapi, untuk mengantisipasinya, armada patroli Polsek Delitua dengan cara bergantian, mengantar pelajar/siswa menuju ke sekolahnya mading-masing. Meski tidak bisa semua pelajar/siswa yang dapat di hantarkan ke sekolah,” terang Kompol Arifin.(W02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News