Laporan : Doddy Franki-Medan
MEDAN | SUMUT24
Al Ustadz Drs H Sempurna Silalahi mengaku para ulama dan pemuka agama di Sumut secara umum bangga atas keberadaan Masjid Agung Medan, sebagai pusat pendukung pilar suasana aman dan kondusivitas serta pusat silaturrahmi keumatan Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga:
Apresiasi itu disampaikan Al Ustadz Drs H Sempurna Silalahi saat menyampaikan Tausyiah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Masjid Agung Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (8/12) malam (Ba’da Isya) sekaligus wadah bersilaturrahim dengan para ulama dan fungsionaris Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung Medan.
“Saya berterima kasih kepada seluruh ummat Islam atas antusias memakmurkan Masjid. Mari kita jadika Masjid sebagai pusat seluruh kegiatan keumatan termasuk membahas dan menelaah berbagai fenomenal keumatan dan ke-Islaman, baik berskala nasional, regional maupun global sebagai implementasi ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Al Ustadz mengajak segenap potensi umat Islam terus memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menegakkah amar makruf nahi mungkar dan cerdas menyikapi berbagai indikasi termasuk isu-isu aktual seperti permasalahan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerussalem yang memerlukan perhatian khusus bagi segenap umat Islam dunia.
Ketua Umum Badan Kesejahteraan Masjid Agung Medan H Iwan Zulhami SH MAP juga mengemukakan pihaknya tetap komit menjadikan Masjid Agung sebagai pusat kegiatan ibadah dan sekaligus pusat silaturrahim berbagai potensi keumatan.
Iwan mengemukakan segenap jajaran BKM Masjid Agung Medan menyampaikan terima kasih kepada segenap potensi dan unsur kemasyarakatan, baik umara dan ulama dan tokoh masyarakat maupun lainnya yang turut andil bersama-sama mendukung suasana aman dan nyaman di kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut.
Bila situasi aman, katanya semakin memudahkan pelaksanaan pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. “Pembangunan akan bertambah lancar, setelah terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” ujar Iwan Zulhami.
Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H Masjid Agung Medan H Subandi SH SpN, dengan pembawa acara Drs H Abdullah Matondang dan dihadiri juga Ketua Harian BKM Masjid Agung Ustadz H Azwir Ibn Aziz melaporkan kegiatan tersebut. “Selaini untuk merayakan hari besar keagamaan dan Syiar Islam juga untuk meningkatkan silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah,” ujar H Subandi.
Lebih lanjut dikatakan H Subandi, dirinya mengakui segenap pengurus men-support kegiatan keagamaan di Masjid Agung dengan aktif. Dia optimis dengan ini benarlah bahwa Masjid Agung merupakan pusat kegiatan keumatan Muslim yang Rahmatan Lil Alamin.
H Subandi SH SpN juga menyatakan komitmen pihaknya untuk terus membangun silaturrahmi dengan semua pihak khususnya dengan para ulama. “Saya yakin dengan kekompakan ulama, umara dan masyarakat , Sumut tetap aman,” ujarnya.
Peringatan Maulid itu diawali pembacaan Ayat Suci Al Quran oleh Qori H Mad Kasad Lubis, Juara Pertama Dewasa Putra pada MTQN tingkat Propinsi Sumut 2017 yang baru berlangsung di Kabupaten Dairi.
Sementara tausiyah pada peringatan Maulid ini Al Ustadz mengajak umat Islam terus meneladani Rasulullah SAW. “Oleh karena itu, memperingati Maulid Nabi berarti menyatakan komitmen, mengerahkan tenaga dan upaya untuk meneruskan dan merealisasikan kenabian Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan kita. Bahwa kita umat Islam harus bisa menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin. Misi kenabian kita tunjukkan dengan kesalehan individual dan kesalehan sosial kita,” ajaknya.
Islam, lanjutnya, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW, tidak hanya mengajarkan persaudaraan sesama Muslim, tetapi juga persaudaraan antar bangsa dan umat manusia. Al Ustadz juga mengajak para orang tua agar mengajarkan kepada anak-anak watak lemah lembut santun dan jujur sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Kita berkomitmen dan bekerja keras untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan bangsa), ukhuwah insaniyah (persaudaraan dengan seluruh umat manusia), dan ukhuwah basariyah (persaudaraan kemanusian). Kita harus mengajarkan pada anak-anak kita untuk meneladani Rasulullah SAW yang uswatun hasanah, yang berwatak mulia, lemah lembut, yang jujur, yang santun, yang amanah, yang selalu menyampaikan kebenaran,” tambahnya seraya mencontohkan keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kota Madinah berdasarkan kerukunan antar agama dan suku yang ada pada saat itu. (*)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News