Senin, 16 Maret 2026

Akhirnya Edy Tinggalkan Pangkostrad

Administrator - Selasa, 05 Desember 2017 23:49 WIB
Akhirnya Edy Tinggalkan Pangkostrad

Jakarta | SUMUT24

Baca Juga:

Diakhir masa jabatan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo merotasi sejumlah perwira tinggi TNI. Salah satunya Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy memilih pensiun dini (lebih cepat), karena akan mengikuti Pilkada Sumatera Utara sebagai calon gubernur.

Pengunduran diri ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI No. Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. “Betul (mundur dari Pangkostrad). Kan mau Gubernur,” kata Edy, Selasa (5/12).

Edy Rahmayadi menyelesaikan tugasnya sebagai Pangkostrad lebih cepat dari semestinya. Edy memilih pensiun dini dari tugas sebagai prajurit TNI. Posisi Edy akan digantikan oleh Mayjen TNI Sudirman yang saat ini menjabat sebagai Asops KSAD.

Edy yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu menyatakan diri siap maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2018. “Doain ya,” imbuhnya.

Selain Edy, Panglima TNI juga merotasi 84 perwira tinggi lainnya baik dari TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Edy merupakan lulusan Akademi Militer Tahun 1985. Sejumlah jabatan strategis pernah dijabatnya. Di antaranya, Asops Kasdam Iskandar Muda, Danrem 174/Anim TI Waninggap, Pangdivif I Kostrad, Pangdam I/Bukit Barisan, hingga yang terakhir menjadi Pangkostrad.

Didukung 3 Parpol

Setelah Partai Gerindra dan PKS menyatakan dukunganya kepada mantan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi maju di pimilihan Gubernur Sumatera Utara.

Kali ini Partai blusukan Amein Rais secara sah menyatakan dukungan ke Edy Rahmayadi. PAN menjadi partai terakhir yang menyatakan dukungan ke Edy Rahmayadi. Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap mengatakan, PAN memberikan dukungan pada Edy Rahmayadi karena aspirasi kader di bawah.

“Kita ke Edy. Nanti DPP akan menegaskan itu dalam pelantikan DPW PAN Sumut 10 Desember mendatang,” kata Yahdi kepada SUMUT24, Selasa (5/12).

Menurutnya, PAN akan mengeluarkan SK dukungan ke Edy yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen DPP PAN untuk dipergunakan mendaftar ke KPU Sumut. “Kalau SK nya nanti pas mau mendaftar (diserahkan),” terangnya.

Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) PKS Sumut Satria Yudha menyambut baik bergabungnya PAN dalam koalisi yang akan menantang Gubernur petahana Tengku Erry Nuradi ini.

“Kami sangat bersyukur. Tentu saja akan menambah kekuatan koalisi ini. PKS dan PAN telah berkoalisi di beberapa Pilkada,” kata Satria.

Masih kata Satria ,Meski akan menantang Gubernur petahana Tengku Erry Nuradi, koalisi pendukung Edy optimistis menang. “Faktor figur Edy sebagai tokoh asal Sumut menjadi penting. Kemudian mesin partai. Bagaimana simpul-simpul kader, anggota partai, relawan. Relawan tidak bisa dianggap sebelah mata,” paparnya.

Ery dan Edy Pertarungan Menarik

Adanya dua figur kuat antara Tengku Ery dengan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi sudah pasti ini menjadi pertarungan yang menarik di Pilgubsu 2018.

“Pertarungan ini sangat menarik dengan beberapa alasan.  Pertama, lawannya adalah petahana yang dianggap elektabilitas jauh lebih tinggi dibandingan dengan kontentas lainnya. Kedua, untuk kali kedua tampil kandidat Gubsu yang berasal dari kalangan militer,” ujar Pengamat Politik Dr Warjio kepada SUMUT24, Selasa (5/12).

Menurutnya , keberadaan figur militer yang disimbolikan dengan sikap tegas, disiplin menjadi hal baru yang dianggap bisa membawa perubahan dengan visi Sumut Bermartabat. Mengingat dua kali kepemimpinan Gubsu yang dipegang sipil lebih banyak menuai masalah karena harus berhenti di tengah jalan.

Alasan berikutnya, ujarnya, pertarungan kali ini menjadi kelanjutan pertarungan Pilkada DKI dengan dua poros partai yang bersebelahan-pro pemerintah dan di luar pemerintah, bila PDIP tidak mengusung pasangan sendiri tapi mendukung Tengku Ery Nuradi.

“Kalah dan menang dalam pertarungan Pilgubsu 2018 sudah pasti menentukan bagi kemenangan di Pileg dan Pilpres 2019. Maka semua partai politik akan habis-habisan memobilisasi semua kekuatan untuk memenangkan pasangan calon yang diusungnya,” ungkapnya.

Warjio menuturkan, kemenangan di Pilgubsu 2019 menjadi tolak ukur bagi kemenangan partai koalisi pendukung pemerintah di Pilpres 2019 sebagai prioritas utama disamping menang dalam Pileg yang dilakukan secara serentak.

“Kita masih harus menunggu kurang lebih 50 hari lagi ke depan – semuanya bisa berubah dalam hitungan detik. Karena ini soal kepentingan semata, tak ada musuh abadi dalam politik. Di samping dukungan politik dalam Pilkada jauh lebih cair dibandingan Pilpres,”kata Warjio menerangkan.

Masih kata Warjio, Dan harus kita ingat, politik kata Harold Lasswell hanya soal who gets, what, when, and  how. “Jadi belum ada yang pasti sampai detik terakhir pendaftaran calon Gubsu pada tanggal 8-10 Januari 2018 di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

“Erry saat ini telah mendapat dukungan Golkar (17 kursi), Nasdem (5 kursi), PPP (4 kursi) PKPI (3 kursi), dan PKB (3 kursi).

Sedangkan, Edy memiliki dukungan dari PAN (6 kursi), Gerindra (13 kursi), dan PKS (9 kursi),” kata Warjio

Lebih jauh Warjio , Dengan kondisi ini, maka  pertarungan Pilgub Sumut akan menjadi panas. “Edy representasi ketegasan, sementara Erry cenderung dianggap tidak memiliki ketegasan dan terkesan lemah dalam kepemimpinan. Saya kira ini adalah pertarungan figur Erry dan Edy. Kalau pun ada calon lain muncul, saya kira dukungan akan mengkristal di dua kubu ini,” sebutnya.

Hingga saat ini, tinggal tiga parpol pemilik kursi DPRD Sumut yang belum menentukan dukungan di Pilgub. Ketiganya yakni PDIP, Demokrat dan Hanura. (W01/C02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Tim Gabungan BNNP-SUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
komentar
beritaTerbaru