Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota
MEDAN |SUMUT24 Mengenang dan menghargai jasa para pahlawan nasional khususnya dari Sumatera Utara (Sumut), selama ini masih dilakukan hanya sebatas kegiatan seremonial saja. Seperti mengadakan kegiatan upacara dan tabur bunga di makam pahlawan serta lainnya.
Baca Juga:
Selama ini menghargai jasa para pahlawan biasanya dengan mengadakan kegiatan upacara dan tabur bunga di makam pahlawan serta seremonial lainnya.
“Tetapi, saya pikir kita harus lebih dari itu dalam menghargainya. Dengan begitu, masyarakat terutama generasi muda bisa mengenal lebih jauh siapa pahlawan nasional kita yang berasal dari Sumut,” kata Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumut, Dr Suprayitno MHum sebagai narasumber dalam Seminar Nasional, bertajuk ‘Mengenang dan Menghargai Perjuangan Para Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara’, di Hotel Four Point Sheraton, Medan, Selasa (21/11).
Turut hadir dan menyampaikan komentar Jonatan Tarigan, Letjen Amir Sembiring, Prof Meneth Ginting MADE dan Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Harian SUMUT24 Rianto Ahgly atau akrab disapa Anto Geng.
Dikatakannya, untuk mengenang dan menghargai para pahlawan perlu tindakan kongkret, yaitu, dengan membangun monumen-monumen yang dibuat di tempat strategis bisa di pusat kota, bandara Kuala Namun atau lainnya.
Dalam seminar itu, selain Dr Suprayitno, yang menjadi nara sumber juga Prof Dr Haryono MPd (Deputi Unit Kerja Presiden Bidang Penguatan Ideologi Pancasila), Prof Usman Pelly PhD (Unimed), Drs Wara Sinuhaji MHum dan Dra Ratna MS (USU).
Menurut Suprayitno, monumen ini nantinya juga bisa bersifat multi fungsi, yang dapat memperkuat karakter bangsa. Jadi, masyarakat saat ini bisa belajar mengenal lebih jauh siapa pahlawan kita dari Sumut. Selain itu, nilai-nilai apa yang ditanamkan pejuang kita.
Menurutnya, pendirian monumen pahlawan nasional asal Sumut perannya sangat strategis. Sehingga, masyarakat Sumut tidak hanya sekedar tahu nama pahlawan saja, misalnya Letjen Jamin Ginting. Akan tetapi, juga mengenal lebih jauh dari itu.
“Tak hanya nilai sejarah, pendirian monumen juga bernilai ekonomis karena bisa dijadikan tempat wisata yang menghasilkan pendapatan daerah. Dengan begitu, kembali lagi orang akan tahu pahlawan asal Sumut itu siapa. Bahkan, perlu ditambahkan seorang gaet (pemandu wisata) yang khusus memperkenalkannya,” katanya.
Kendati demikian, sambungnya, untuk mendirikan monumen itu tentunya butuh proses dan dana yang tidak sedikit. Terutama, bagi keluarga para pahlawan karena tidak sama latar belakang perekonomiannya. Oleh sebab itu, dalam persoalan ini diketuk hati pemerintah daerah agar kiranya dapat mendukung dengan menganggarkannya pada APBD.
“Apabila ini tidak direspon oleh pemerintah, tentunya sangat sedih. Padahal, ini semua bukan untuk kelompok, golongan atau instansi. Namun, untuk generasi penerus kita hingga ke masa akan datang,” katanya.
Tak hanya bangunan bersejarah, diharapkan pahlawan-pahlawan asal Sumut bisa diangkat menjadi bagian dari pahlawan nasional. Salah satunya, Kolonel Bedjo yang luar biasa perjuangannya namun tidak banyak masyarakat Sumut mengetahui jasanya.
“Selain monumen, diharapkan juga pahlawan asal Sumut dijadikan topik sebagai pokok bahasan wajib dalam muatan lokal pada setiap jenjang pendidikan formal di Sumut. Kemudian, dapat mengabadikan namanya sebagai nama jalan, gedung, atau fasilitas insfrastruktur lainnya,” kata Suprayitno.
Seminar ini bertujuan untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan khususnya yang berasal dari Sumut. Targetnya, agar masyarakat Sumut benar-benar menghargai perjuangan para pahlawan.
Sementara, Deputi Unit Kerja Presiden Bidang Penguatan Ideologi Pancasila, Prof Hariyono mengatakan, pendirian monumen untuk pahlawan asal Sumut sangat bagus. Namun, monumen itu perlu dikemas dengan baik. Artinya, tidak hanya sekedar benda mati yang bernilai sejarah tetapi terdapat deskripsi yang mendorong munculnya imajinasi.
Pendirian monumen atau bangunan bernilai sejarah tak sekedar unik, melainkan juga bisa memberikan inspirasi dan nilai-nilai pada kehidupan. “Dengan begitu, akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung terutama generasi muda,” kata Hariyono.
Disebutkan, sejarah jangan dilihat hanya sebagai romantisme masa lalu, tetapi dijadikan inspirasi untuk membangun sebuah masa depan yang lebih baik. Itulah nilai-nilai kepahlawanan yang harus diperjuangkan dan dikontekstualisasikan dengan kebutuhan serta kepentingan zaman.
“Melalui seminar ini diharapkan ketenaran pahlawan asal Sumut tidak hanya terkenal pada eranya saja. Melainkan juga, menguat lebih jauh ke luar Indonesia bahkan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Sementara Wara Sinuhaji mengatakan, di Indonesia ada sekitar 173 pahlawan, kalau dibuka album, 11 diantaranya dari Sumut. Kalaupun bertambah terus tak apalah. Tanpa pahlawan itu, kita tak bisa seperti sekarang ini. Apa konstribusi kita terhadap pahlawan . Itulah perlu kita perjuangkan penabalan nama-nama pahlawan itu di tempat strategis sehingga generasi muda kenal akan pahlawan Sumut.
Kita harapkan Gubsu dapat mendesak pengelola Bandara Kwala Namu untuk memberi ijin dibangun di lahan kosong, patung atau monumen para pejuang Sumut. Bagi keluarga pahlawan yang mampu bisalah diberi kesempatan membangun, bagi yang tidak mampu Pemprovsu boleh memasukkan anggaran di APBD. “Jangan diskriminatif memperlakukan pahlawan. Semoga yang kita bicarakan ini terealisasi tahun depan,” kata Wara.
Prof Usman Pelly membahas dengan topik Strategis perjuangan para pahlawan Sumut:Sederhana dan konsisten. Ia menyebut pahlawan dari Sumut antara lain Prof Drs Lafran Pane,Sisingamangaraja XII,Letjen Djamin Ginting, T Amir Hamzah, Jenderal AH Nasution, Adam Malik dan lainnya.
Dra Ratna MS membahasnya dengan topik Peran Tokoh-tokoh Melayu dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Sumut. (C04)
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota
Tim Gabungan BNNPSUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
kota
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
kota
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
kota
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
kota
Penuh Haru dan Kebersamaan, Ribuan Anak Yatim Hadiri Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua Golkar Tapsel H Rahmat Nasution
kota
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota