Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota
MEDAN |SUMUT24
Baca Juga:
Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, dalam politik situasi detik per detik bisa berubah. Dan partai politik itu melakukan berbagai upaya untuk meraih kekuasaan. Dan itu ada target maksimal dan minimal.
Beberapa bulan lalu, DPP Golkar mengeluarkan statemen mendukung calon Gubsu yang minimal itulah maksimal, makanya Golkar itu tidak ngotot menjadi orang nomor satu walau perolehan suaranya itu signifikan di legislatif. Situasi politik saat itu mereka melihat Tengku Erry lebih baik dibanding kandidat lain. Karena itu mereka menempatkan kadernya H Ngogesa Sitepu sebagai calon wagubsu dan Tengku Erry sebagai calon Gubsu.
Belakangan ini terjadi perkembangan di DPP Golkar, KPK menetapkan lagi ketua DPP Golkar Setya Novanto sebagai tersangka. “Itulah sering saya katakan kalkulasi politik itu bisa berubah-ubah,” kata Wara Sinuhaji menjawab wartawan di Medan, Senin (13/11) mengomentari Golkar Ancam Cabut Dukungan terhadap Erry Nuradi.
Kalkulasi politik itu bisa berubah balik, skenario bisa berubah, target minimal tadi diulang balik mungkin menjadi target nomor satu. Karena kemarin kita lihat Nasdem mengeluarkan deklarasi dan menempatkan kandidatnya Tengku Erry Nuradi dan tidak secara jelas Nasdem bersama ketuanya Surya Paloh mengungkapkan siapa yang menjadi wakil Tengku Erry. Ini lah yang membuat multi tafsir.
Dan seperti diucapkan Surya Paloh, mengutip ucapan Presiden Jokowi yang mengatakan Tengku Erry adalah calon yang terbaik. Tetapi bisa kita lihat Surya Paloh tidak tegas mengusung siapa wakil Tengku Erry. Ini membuat multi tafsir sehingga tarik menarik kepentingan “panas balik”.
“Bisa juga artinya itu Surya Paloh memberi keleluasaan kepada Tengku Erry sebagai kandidat Gubsu secara bebas melakukan negoisasi dengan partai lain,” ujar Wara.
“Jadi kalau ada statemen Partai Golkar ancam cabut dukungan terhadap Erry Nuradi, itu hanya gertak sambal saja. Karena ada kekuatiran Tengku Erry tidak jadi berpasangan dengan Ngogesa Sitepu. Ditafsirkannya begitu,” ujarnya.
Dikatakan Wara, tokoh-tokoh Politik ini harus pintar membaca dan menafsirkan simbol-simbol di dalam politik itu, sehingga tidak merugikan bagi partai. Artinya, jangan terlalu prematur mengeluarkan statemen sehingga tidak merugikan bagi partainya sendiri.
Peristiwa ini bisa dikatakan manufer politik. Artinya disisi lain, dengan peristiwa tersebut bisa menggoyahkan posisi Tengku Erry dan Ngogesa. Ketika Golkar goyah, ini menjadi peluang bagi kandidat lain untuk merangkul Golkar. Itulah politik dan seni di dalam politik.
“Kalau di dalam politik tidak ada pertemanan yang setia tetapi kepentingan yang abadi. Kepentingan ini detik per detik bisa berubah,” tegas Wara.
Namun calon-calon ini belum ada yang resmi didaftar di KPU. Kita tunggulah akhir Desember siapa yang defenitif sebagai calon Gubsu dan wakilnya. (C04)
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota
Tim Gabungan BNNPSUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
kota
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
kota
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
kota
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
kota
Penuh Haru dan Kebersamaan, Ribuan Anak Yatim Hadiri Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua Golkar Tapsel H Rahmat Nasution
kota
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota