Minggu, 15 Maret 2026

Azhari Sinik Penggiat Anti Korupsi Sejati, Jangan Korbankan Aktivis Untuk Kepentingan Tertentu

Administrator - Selasa, 07 November 2017 01:15 WIB
Azhari Sinik Penggiat Anti Korupsi Sejati, Jangan Korbankan Aktivis Untuk Kepentingan Tertentu

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Aktivis yang belakangan paling getol menyuarakan ‘Medan Kota Sejuta Lubang’, Azhari Sinik mengalami tindak kekerasan. Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) ini ditabrak usai melaksanakan shalat Subuh oleh orang tak dikenal (OTK), pada Jumat (3/11) pagi.

Hal ini hampir mirip dengan tindak kekerasan yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang disiram air keras, hingga membuat matanya cacat. Intinya, ada pihak-pihak atau kelompok yang tetap tak senang, dan ingin ‘membunuh’ aktivis yang lantang menegakkan keadilan dan mentang prektek korupsi.

Kejadian yang menimpa Azhari Sinik, sebagai salah satu pegiat Anti Korupsi di Sumut, harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kalau tidak, maka kejadian serupa akan terulang kembali, atau malah berulangkali terjadi. Korbannya, tetap saja aktivis, pegiat atau orang-orang yang kuat, lantang untuk menyuarakan serta menentang korupsi dan penyalahgunaan anggaran di Sumut.

Kejadian memilukan yang dialami Azhari Sinik, yang konsen pada pemberantasan korupsi di Sumut, sungguh memilukan banyak pihak. Salah satunya, aktivis di Medan Johari Lubis. Saat diminta SUMUT24, Senin (6/11) komentarnya atas kejadian yang menimpa Azhari Sinik, Johari sangat sedih dan kecewa kepada pelaku atau orang tak dikenal (OTK) yang tega melakukan tindakan teror tersebut.

“Musibah yang menimpa Azhari Sinik sebagai bukti masih ada orang, oknum, institusi atau lembaga yang merasa tak senang dikritik (dikoreksi). Ini sebagai bukti aspirasi yang tersumbat, tak tersalurkan. Mestinya, kita bangga masih ada aktivis seperti Azhari Sinik yang masih konsern untuk membela kepentingan publik demi kesejahteraan kita semua. Harusnya, Azhari Sinik dilindungi, bukan dicederai,” ujar Johari Lubis.

Lebih lanjut dikatakannya, bersama aktivis lainnya di Kota Medan, Azhari Sinik konsern dengan perjuangan tuntutan masyarakat di Jalan Pahlawan, Belawan, soal kerusakan jalan dan banyaknya terjadi praktek korupsi, hingga mengakibatkan jalan-jalan di Belawan rusak total.

Perjuangan Azhari Sinik tak pernah berhenti untuk melawan praktek korupsi. Sebelum kedatangan Presiden Jokowi ke Medan meresmikan beberapa proyek nasional, kondisi jalan-jalan di Kota Medan rusaknya sangat parah.

Azhari Sinik pun ikut ambil bagian melakukan kritikan kepada Pemko Medan, untuk peduli dan memperbaiki kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Azhari Sinik disebut-sebut aktifis yang sangat peduli menyuarakan banyaknya lubang di Medan dengan menggelar berbagaui diskusi publik. Hingga akhirnya, Presiden Jokowi berkunjung ke Medan, tenyata diam-diam, Jokowi sidak jalan berlubang.

Masih sebut Johari Lubis, pasca sidak Jokowi di Medan, semangat dan perjuangan Azhari Sinik menyuarakan kepentingan publik ini terus berkumandang kencang, hingga akhirya pada Jumat pagi (3/11) selesai sholat Subuh, Azhari Sinik mengalami kejadian pahit, ditabrak OTK saat dirinya naik sepeda motor di Jalan AR Hakim Medan simpang Halat. Dan hingga sekarang, Azhari Sinik masih trauma yang mendalam.

 

“Saya pikir, Azhari Sinik masih mengalami traumatik yang mendalam atas kejadian yang dialaminya,” ujar Johari.

Sebagai sesama aktivis di Medan, Johari sangat menyayangkan masih ada orang-orang yang berbuat diluar hati naraninya. “Kalau tak senang dikritik, kan bisa duduk bersama mencari solusi terbaik. Bukan ‘membunuh para aktivis pelan-pelan’ dengan aksi teror seperti ini.

Jauhari juga berharap, kiranya Pemko Medan atau para SPKD mau dikritik demi kemajuan Kota Medan, bukan malah alergi dengan krtikan. “Saya berharap, Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin S MSi jangan bosan-bosan mengingatkan bawahannya atau SKPD untuk berbuat jujur dan tidak korupsi, sehingga pembangunan Kota Medan berjalan baik.

Dirinya juga mendesak aparat kepolisian jangan diam dan hanya menunggu laporan. Bukti sudah ada, ada korban dan terluka. “Polisi mesti jemput kasus, bukan duduk diam dikursi, tunggu laporan dari masyarakat,” tegas Jauari yang kecewa kinerja polisi.

Kedepan, ujar Johari, kita berharap penegak hukum tegas, sehingga kejadian serupa yang menimpa aktivis tak terjadi lagi. “Ingat, aktivis tak akan diam, perjuangan untu kebenaran akan terus dikumandangkan,” tegas Johari. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Tim Gabungan BNNP-SUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
Penuh Haru dan Kebersamaan, Ribuan Anak Yatim Hadiri Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua Golkar Tapsel H Rahmat Nasution
komentar
beritaTerbaru