Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Peta politik pertarungan Pilgubsu untuk memperebutkan kursi Sumut 1 pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang, nampaknya akan semakin menarik. Pasalnya, dua nama Jendral dari Polri, masing masing Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Drs Oegroseno SH dan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), dikabarkan mendaftar sebagai calon Gubernur Sumut ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI P di Jakarta. Munculnya nama Oegroseno dan Buwas ini, dikatakan akan semakin membuat Pilgubsu mendatang semakin dinamis.
Sutrisno Pangaribuan ST, politisi dari PDI P yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sumut, mengaku kalau dirinya juga sudah mendengar kedua nama itu mendaftar ke partainya.
“Informasi yang kita dengar dari orang di Jakata menyebutkan, bahwa Oegroseno dan Buwas sudah mendaftar ke DPP PDI P untuk Cagubsu 2018,” ujar Sutrisno kepada SUMUT24, Selasa (31/10).
Dengan majunya kedua nama ini, kata Sutrisno, maka pertarungan Pilgubsu 2018 mendatang akan semakin dinamis dan semakin beragam latar belakang orang yang akan maju.
Menurutnya, Buwas merupakan sosok yang sekian lama tidak pernah terdengar punya masalah. Dan kedudukannya sebagai Kepala BNN saat ini, adalah untuk menyelesaikan masalah besar di Indonesia saat ini, yakni narkoba.
“Dengan latar belakang beliau sebagai Kepala BNN, tentunya beliau memiliki modal yang cukup,” “ungkapnya.
Kemunculan nama Buwas memang cukup mengejutkan banyak pihak, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya sosok ini adalah yang terbaik. “Memang belum ada keputusan resmi dari DPP, tapi jika benar, maka saya yakin ini adalah pilihan yang sangat baik,” katanya.
Menurutnya, sebagai tokoh yang relatif tidak punya catatan buruk atau hitam. Buwas dinilai sangat layak jadi diusung PDIP di Pilgub Sumut.
“Apalagi Pak Buwas gencar melakukan pemberantasan narkoba. Rilis terkahir BNN, setiap kabupaten dan kota di Sumut ada 10 ribu pengguna narkoba. Jadi sosoknya sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Hingga saat ini sudah banyak tokoh yang mendaftar untuk jadi calon gubernur ke PDIP Sumut. Namun Sutrisno menilai belum ada sosok yang setenar Buwas.
“Kita butuh sosok itu. Sampai saat ini komepetitor Pak Buwas masih standar, belum ada yang terlalu kompetitif. Kita tunggu saja keputusan dari DPP PDIP,” pungkas Sutrisn
Sementara itu, munculnya nama Oegroseno sebagai calon Gubsu dalam pertarungan Pilgubsu 2018 mendatang, lanjutnya, akan semakin membuat pertarungan lebih menarik lagi. Nama Oegroseno yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sumut juga punya kans yang besar kalau dicalonkan dari PDI P untuk memenangkan pertarungan.
“Sebagai mantan Kapolda Sumut dan mantan Wakapolri, Oegrosesno tentu punya pengalaman di Sumut. Dan dari beberapa penelusuran, beliau termasuk polisi yang relatif bersih, dan tidak punya catatan hitam. Beliau juga dikenal masyarakat Sumut, sekalipun sudah purnawirawan,” terangnya.
Dipenghujung kerteranganya sat itu, Sutrisno menegaskan, bahwa dirinya akan tetap patuh dan tunduk siapapun yang akan direkomendasikan oleh DPP PDI P maju sebagai Cagubsu 2018 mendatang. Baginya, tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkan, siapapun Cagubsu yang akan direkomendasi oleh DPP PDI P itu nantinya.
“Siapapun yang diberi rekomendasi oleh DPP PDI P dalam Pilguybsu mendatang, tidak ada alasan untuk tidak mendukungnnya. Saya akan tetap taat dan patuh terhadap putusan tersebut,” tegas Sutrisno. (W01)
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum