Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Perhelatan Pilgubsu 2018 semakin dekat, beberapa nama serta wajah cagubsu yang akan maju sudah banyak terpampang lewat poster dan baliho dibeberapa daerah di Sumut. Beberapa dari nama calon itu ada yang memilih maju lewat jalur perseorangan (independen). Mengingat mereka bukanlah sosok yang lahir dari latar belakang parpol.
Terkait hal ini, Pengamat Politik, Bimby Hidayat, S.Sos, MA, mengatakan adanya calon yang akan maju lewat jalur independen sepertinya sulit untuk bertarung di ajang Pilgubsu ini.
Pasalnya calon independen harus mendapat dukungan 764.578 KTP untuk bisa lolos dari syarat yang sudah ditentukan KPU Sumut. Tak hanya itu, calon independen harus memiliki modalitas tinggi untuk bisa mengakses dan menjaring suara dari masyarakat diseluruh daerah Sumut.
“Dengan 764.578 lembar KTP sebagai syarat calon independen di Pilgubsu tentu sangat memberatkan dan menyulitkan mereka. Jadi hanya pemilik modal yang mampu maju secara independen, karena ongkos politik yang harus dikeluarkan jumlahnya cukuplah besar,” kata Bimby yang juga merupakan Dosen di USU tersebut, kepada SUMUT24, Senin (30/10).
Menurutnya, lahirnya sosok calon independen ini disebabkan merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Selain itu, memungkinkan calon dari masyarakat yang dianggap publik lebih berkualitas dari pada sekadar figur yang diusung segelintir elite partai politik.
Namun yang menjadi kelemahan calon independen menurut Bimby adalah, mereka tidak memiliki mesin politik yang bisa bergerak dari cabang dan seluruh daerah. Tak hanya itu, mereka juga tidak memiliki infrastruktur yang bisa mengakses masyarakat. “Artinya disini, calon independen juga harus memiliki jaringan yang kuat,” tambahnya.
Sebenarnya, lanjut Bimby, calon independen juga tidak menjamin munculnya sosok pemimpin yang ideal. Selama sistem pemilu masih bersifat liberal tentunya ini tidak menjamin sistem pemerintahan yang baik. Ditambah lagi budaya politik masyarakat kita masih pragmatis.
“Budaya politik masyarakat masih pragmatis, jadi perlu modal besar untuk maju sebagai calon independen,” tutupnya. (W07)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News