Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN | SUMUT24 Selama menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu tidak pernah memberikan bimbingan, teguran dan konsolidasi Partai kepada DPC Gerindra Kab/Kota se Sumut.
Baca Juga:
Begitu juga Sekretarisnya John Robert Simanjuntak, tak pernah diberdayakan dan tak dianggap, karena dianggapnya tidak sejalan. Yang mau diurusnya calon-calon legislatif dan calon-calon Bupati dan Walikota dengan mengharapkan sesuatu imbalan dan sebagainya.
“Disini jelaslah bahwa Gus Irawan kerap transaksional demi kepentingan pribadi dan konco-konconya. Dengan digantinya 14 Ketua DPC Gerindara se Sumut tersebut, jelas bahwa Gus Irawan adalah perusak Partai Gerindra. Dan sepertinya dia tidak menginginkan Prabowo jadi Presiden,” tegas Ketua DPC Gerindra Kabupaten Karo Abed Nego Sembiring didampingi Ketua DPC Gerindra Madina H Khoiruddin Nasution (Barqo) dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Deliserdang Jhon Sebayang kepada SUMUT24, Minggu (29/10).
Menurut mantan Dandim tersebut, dia sudah lama berniat mengganti Ketua -Ketua DPC Gerindra se-Sumut, tapi tak ada jalannya. Alasannya, karena DPC-DPC Gerindra mempunyai prestasi dalam membesarkan Partai, seperti DPC Gerindra Kab. Karo dari anggota DPRD satu orang menjadi enam orang, begitujuga daerah lainnya mencapai satu-satu Fraksi di DPRD nya masing-masing.
“Selama bertahun-tahun di Kab. Karo, Partai PDI Perjuangan tak terkalahkan. Dengan hadirnya Partai Gerindra di Karo, PDI Perjuangan bisa kita kalahkan dalam perolehan suara. Kami 14 DPC se Sumut yang melakukan protes keras, karena diganti begitu saja tanpa ada pemberitahuan, pemanggilan dan sebagainya. Tiba-tiba kami dicopot begitu saja,” tegas mereka.
Apalagi pengganti-pengganti kami pun yang menjadi Ketua DPC-DPC sekarang adalah orang-orang yang bermasalah di partai dan tak pernah membesarkan partai. Pernah di sidang di Mahkamah Partai dan sebagai anggota DPRD tak pernah memberikan kontribusi ke partai.
“Tapi memang itulah keinginan Gus Irawan untuk mengadu domba sesama kader Gerindra. Kami akan berjuang terus menjumpai Prabowo sampai Ketemu. Kalau masih ada Gus Irawan di Gerindra, kami tidak akan tenang di partai ini. Kami berharap Gus Irawan mundur sebelum kami mundurkan. Kami bukan tidak terima diganti sebagai Ketua-ketua DPC, akan tetapi harusnya sesuai ketentuan dan mekanisme partai sesuai dengan AD/ART,” tegas mereka serentak.
Seharusnya, sebagai Ketua Komisi VII di DPR RI, Gus Irawan bisa memberikan pandangan-pandangan kepada kader-kader Gerindra se Sumatera Utara. Tapi, tapi itu tak pernah dilakukannya. Yang dilakukannya hanyalah terus menarik uang dari Ketua-Ketua DPC dan siapa yang mau menjadi Kepala daerah di Kabupaten Kota, kalau tak diberi uang akan out,” tegas mereka lagi.
“Kalau memang Pak Prabowo setuju akan keputusan pergantian kami, bagi kami terima dan tak ada masalah tapi. Tapi perlu Pak Prabowo ketahui, bahwa Gus Irawan adalah orang yang tak pernah membesarkan partai dan tahunya hanya duit-duit saja untuk kepentingan pribadinya. Begitu juga kenapa menjelang Pilkada daerah, Pilgubsu dan Pilpres, Ketua-Ketua DPC Gerindra digantinya. Agar dia bisa menarik duit dari calon-calon kepala daerah dan dari Ketua DPC Gerindra lainnya. Gus tak akan pernah memikirkan partai. Yang dipikirkannya bagaimana mencari duit sebanyak-banyaknya di Partai Gerindra ini,” ujar mereka berempat lagi.
Lebih lanjut dikatakan mereka, “kalau jumpa Pak Prabowo, kami akan buka siapa-siapa orang DPP yang kerjasama dengan Gus Irawan untuk mengganti ketua-ketua DPC Gerindra se Sumut,” tegasnya.
Ditambahkan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Madina Khoiruddin Nasution mengatakan, “Kami akan terus berjuang menjumpai Prabowo sampai tuntutan kami terkabul. Memang tak ada kata lain Gus Irawan harus mundur dari Ketua DPD Gerindra Sumut. Karena selalu memecah belah kader Partai Gerindra dan merusak partai,” tegas Khoiruddin Nasution.
Sementara itu info beredar, Ketua-ketua DPC Gerindra yang diberhentikan tanpa pemberitahuan diantaranya Ketua DPC Gerindra Kab Karo, Madina, Kota Siantar, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kota Padang Sidempuan, Kota Tebing Tinggi, Tapanuli Utara, Tobasa, Labuhan Batu, Simalungun, Langkat dan Paluta.
Sementara itu Sekretaris DPD Gerindra Sumut yang dicopot Jhon Robert Simanjuntak mengatakan, “proses pergantian sangat licik dilakukan Gus Irawan. Yang diganti harusnya diajak bicara, bukan asal diberhentikan saja. Sekretaris yang digulingkan sampai saat ini tidak ada serah terima jabatan. Sehingga pergantiannya terkesan asal-asalan saja. Pergantian DPC Gerindra se Sumut saya tentang saat itu, tapi tak pernah diindahlannya. sebagai Sekretaris Saya tak masalah diganti, tapi harus sesuai dengan AD /ART. Kan ada mekanisme partai, Mahkamah Partai dan lainnya. ada apa sebenarnya dengan Gus Irawan ini,” tegas mereka lagi.
Gus Irawan tidak pernah berbuat untuk Gerindara, itu kerja DPD Gerindra Sumut yang lalu. “Gus Irawan perusak partai dan pemecah belah kader partai saja,” tegas.
Sementara itu Ketua DPC Gerindra Jhon Sebayang mengatakan, sebagai kader Gerindra, Kami tidak dituntut sebagai politisi. Tapi kami sebagai pejuang politik, artinya mereka rela berkorban apa saja dipertaruhkan demi kemenangan Partai. Dan itu terbukti hasil suara Gerindra sangat signifikan. Yang dipecat itu semua pejuang politik rata-rata satu fraksi. “Kalau pejuang dikebiri ada apa dibalik itu, Gus Irawan sepertinya tidak menginginkan Prabowo jadi Presiden 2019. Pusat harus tanggap dengan kondisi ini. Kita tidak ingin partai ini hancur, lebih baik Gus Irawan Mundur saja dari jabatannya sebagai ketua Gerindra Sumut,” tegas Jhon Sebayang.
Sementara itu sampai berita ini naik cetak, Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu yang dikonfirmasi terkait hal tersebut (tudingan-tudingan kader kepadanya, melalui telepon selulernya sedang tidak aktif. Begitu juga melalui pesan dingkat di nomor 081260428XX tidak dibalas. (W03)
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum