Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Pemecatan sejumlah Ketua DPC Gerindra di Sumatera Utara pasti akan memberi efek yang sangat besar bagi Partai Gerindra secara keseluruhan. Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik Sumut Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (23/10).
“Jadi efeknya pasti nanti besar, ketika para tokoh itu pergi meninggalkan Gerindra,” katanya.
Apalagi, pemecatan tersebut dilakukan terhadap sosok yang memiliki ketokohan cukup besar di daerahnya masing-masing. Sehingga, jelas Shohibul, jika pihak-pihak yang dipecat melakukan perlawanan dengan cara melakukan “black campaign” terhadap Gerindra, maka akan beresiko terhadap elektabilitas partai.
“Mantan ketua yang dipecat itu bisa mengkampanyekan secara buruk, menjelek-jelekan sosok yang diusung Gerindra dalam pemilu. Mereka bukan orang sembarangan, ketua-ketua. Berbahaya bagi partai jika semua bicara ke media bergerak kesana-kemari melakukan perlawanan,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Shohibul, kasus pemecatan ini juga dapat berpengaruh hingga ke Pileg dan Pilpres 2019. “Sangat besar pengaruhnya ke Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden (pilpres) 2019,” demikian Shohibul.
Tak Ada Kader Gerindra Dipecat
Kisruh antar kader Partai Gerindra Sumut kian memanas. Beberapa kader protes atas isu dipecatnya 17 Ketua DPC partai tersebut yang dilakukan sepihak oleh Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu.
Saat ingin dikonfirmasi via seluler terkait hal ini, sayang hand phone Gus Irawan sedang tidak aktif. Namun adanya isu pemecatan 17 Ketua DPC itu langsung dibantah Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Robert L. Tobing. Dia mengaku sejauh ini seluruh kader tetap utuh, artinya tidak ada yang dibuang atau dipecat.
“Tak ada kader yang dipecat, memang ada beberapa kader mengundurkan diri dari Gerindra, itu pun karena sakit atau meninggal, seperti yang terjadi di Asahan dan Samosir,” ungkap Robert saat ditemui di Kantor Gerindra Sumut, Jalan DI Panjaitan Medan, Senin (23/10) siang.
Robert menambahkan, Gerindra tentunya berbeda dengan partai politik lain. Maksudnya, di Gerindra sebuah kedudukan merupakan sebuah penugasan yang harus diemban bagi kader yang ditunjuk tersebut.
Dia juga menjelaskan, kalaupun ada reposisi dilakukan, itu karena partai membutuhkan kader-kader yang siap menjalankan kerja partai.
“Ketika kader ditunjuk untuk menduduki suatu jabatan, berarti itu merupakan sebuah penugasan bagi mereka. Dan yang punya wewenang penuh memberi penugasan itu adalah Ketua DPP Gerindra H. Prabowo Subianto. Itu semua tertuang dalam AD/ART,” Robert L. Tobing.
Menurutnya, ibarat permainan sepakbola, Prabowo adalah manager/pelatih. Sementara para kader ibarat pemain sepak bola tersebut. “Jadi yang punya wewenang penuh menggantikan kader itu cuma pak Prabowo,” tambahnya.
Tak hanya itu, Robert juga menunjukkan surat keterangan anggota kader aktif yang ada di DPC Gerindra. “Sini saya tunjukkan surat keterangan nama-nama kader yang katanya dipecat itu. Nama dan posisi jabatannya pun tak berubah dibuat, tapi jangan kalian foto berkas ini,” terang Robert sembari menunjukkan berkas nama Ketua DPC Padang Sidempuan, Edy Matondang yang ternyata masih sebagai kader Gerindra.
Sebelumnya, Edy Matondang sangat keberatan atas tindakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan memecat 14 ketua DPC se Sumatera Utara tanpa alasan, kesalahan dan pemberitahuan sebelumnya.
“Gus Irawan bukan orang partai sebelumnya, sehingga dia tidak dapat merasakan perjuangan mendirikan dan membesarkan partai. Maka tindakannya sewenang-wenang,” ujar Edy kecewa.
Bahkan menurutnya, tindakan pemecatan dilakukan Gus Irawan, saat dimana-mana sedang dilakukan verifikasi faktual. Dan banyak kader partai yang telah ‘berdarah-darah’ memajukan dan membesarkan partai tewas ditangan berdarah dingin Gus Irawan.
Penugasan Murni
Sistem pengurusan di Partai Gerindra tidak ada pembuangan melainkan penugasan murni. Sebab di Gerindra sendiri tidak ada Rakarnas,Murnas.Oleh karenanya terkait adahnya pembuangan beberapa nama di tubuh Gerindra khusunya di DPC itu tidak benar.
“Pak Prabowo telah mengibaratkan Partai Gerindra seperti pertandingan sepak bola atau tim kesebelasan. Artinya kalau di dalam tubuh di partai ada yang capek harus di ganti ,agar bisa memenangkan.Dan hal ini murni penugasan untuk keputusan adalah wewenang Pak Prabowo,” kata Sekretaris DPD Gerindra Sumut Robet L Tobing saat memberikan jawaban kepada SUMUT24 terkait adanya sejumlah nama pengurus DPC Gerindra di buang.
Saat ditemui di ruang kerjanya Jalan D.I Penjaitan Robert mengatakan, sistem pengurusan seluruh kader Partai Gerindra semua tergantung pada Pak Prabowo . Karena dalam pergantian pengurus seperti Ketua,Dewan Penasehat dan lain sebaginya itu semua melalui Pak Prabowo. Dan keputusan semua ada ditanganya.
“Semua keputusan ada di Pak Prabowo. Kendati begitu di lihat juga kinerjanya. Yang paling terpenting kita sesuai konteks yang dapat memenangkan partai,” kata Robert menerangkan.
Ditanya, apkah pergantian pengurus di Partai Gerindra sebelumnya ada diberitahukan. Karena karena biasanya untuk pergantian, partai lebih dahulu tentu memberitahukannya. Robert menyampaikan bahwa Partai Gerindra lain dari pada yang lain.
“Jangan sama-samakan Partai Gerindra dengan Partai yang lain karena kita tidak ada Rakernas,” sebutnya. (W07/C02)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News