Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN |SUMUT24
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Pemerintahan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (Pema USU) bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, mengancam akan memboikot kampus, jika kasus pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oknum satpam terhadap Imanuel Silaban tidak juga diusut tuntas oleh pihak rektorat USU.
Hal itu ditegaskan Gubernur FIB USU Yosua Yordan Pangihutan Manalu, didampingi Presiden Pema USU Wira Putra, Menteri Polhukam Pema USU Gary Purba, Wakil Presiden USU Hendra Boang Manalu, Menteri Koordinator Sosial Masyarakat Pema USU Ronaldy Saputra Girsang dan Menko Kebijakan Publik Pema USU Bima Sihite kepada sejumlah wartawan dalam temu pers di depan gedung PEMA Jalan Universitas/Dr Mansyur Medan, Senin (23/10).
“Kami akan boikot kampus dan melakukan sebuah tindakan yang membuat kami kembali semangat berkuliah,” tegasnya.
Yosua Yordan mengecam tindakan represif yang dilakukan satpam USU terhadap mahasiswa. Selain itu, menolak militerisme dan kepolisian masuk ke wilayah kampus.
Karena itu, kata Yosua, pihaknya, menuntut Rektorat USU, agar segera mengungkap dan memecat oknum satpam USU pelaku penganiayaan tersebut, serta merespon cepat kondisi medis Imanuel Silaban. Bahkan, sekarang ini, satpam-satpam pelaku pemukulan tidak terlihat di wilayah kampus.
“Kami juga meminta agar SK Rektor dicabut terkait jam malam yang membatasi ruang akademik mahasiswa. Kemudian, meminta pihak Kapolda Sumut agar segera mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat penganiayaan,” tegas Yosua Yordan.
Disinggung terkait pemicu bentrok, karena Imanuel Silaban membuat kerusuhan di kampus terlebih dahulu, disebabkan dirinya telah di DO, Yosua menjelaskan, bahwa persoalan DO, diluar konteks penganiayaan, apalagi Imanuel sedang memperjuangkan kondisi itu, karena menurutnya banyak kesalahan, terutama administrasinya. Kemudian, terkait ia dipukuli, hal itu sesuai di kronologi. Salah seorang Satpam, Slamet bertemu Imanuel di lapangan Futsal FIB, pada pukul 21.55 WIB. Mereka pun berdialog lalu terjadi perkelahian. Kemudian salah seorang Saksi, yakni Eka berteriak, sehingga rekan-rekan mahasiswa FIB, datang melerai dan meminta Slamet meninggalkan tempat kejadian.
Tetapi, pada pukul 22.10 WIB, Slamet kembali datang menjumpai Imanuel bersama satpam lain. Dan Slamet pun kembali mengajak Imanuel berkelahi lagi. Tetapi mahasiswa tidak setuju dan berusaha menahan para satpam, namun yang terjadi malah bentrok. Sehingga menyebabkan rekan mahasiswa lainnya, Niko Simangunsong luka-luka akibat dipukul menggunakan kursi besi.
Kemudian, hal itu berlanjut pada Kamis (19/10), para satpam berkisar 40 orang membawa pentungan dan balok, salah seorang Satpam, Fandi Martopo mengancam mahasiswa dengan mengatakan, “hari ini kami, satpam kalah 1-0, tapi darah harus dibayar darah. Hal itu juga dikatakannya di depan Dekan FIB Budi Agus Tono. Dan setelah itu terjadilah penganiayaan tersebut,” ujar Yosua Yordan menjelaskan kronologis kejadian.
Setelah Imanuel ingin pergi meninggalkan kampus mengendarai sepeda motor dan terjatuh karena dikejar oleh sekelompok satpam. Hingga akhirnya, Imanuel babak belur, karena dipukul menggunakan kayu balok berpaku, dan saat ini masih kritis di RS Columbia Asia Medan.
“Dalam hal ini, kami sepakat, bahwa satpam yang seharusnya menjaga serta mengamankan USU berarti telah melanggar tugasnya. Sampai saat ini Imanuel Silaban belum sadar dan masih dirawat di ruangan ICU Rumah Sakit. Tentu perlu dipertanyakan bagaimana USU merekrut pekerja di bagian pengamanan karena tragedu yang dialami oleh rekan kami justru dilakukan oleh pekerjanya sendiri. Mirisnya lagi, sampai saat ini belum ditetapkan siapa saja yang terlibat dalam tindakan penganiayaan tersebut, padahal pihak keluarga membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan pada Jumat (20/10). Kampus USU yang seharusnya menjadi sarana belajar telah dicederai fungsinya oleh satpam dan USU saat ini tidak bisa lagi dikatakan aman bagi mahasiswa,” katanya.
Ia menambahkan, tidak masuk akal juga apabila memang USU, sampai saat ini tidak mengetahui siapa saja pelaku tindakan tersebut, karena satpam adalah pekerja yang digaji oleh USU. Baru-baru ini USU telah memasang CCTV di setiap fakultas dan pintu masuk, namun tetap tidak membuahkan hasil sampai sekarang, padahsl CCTV itu berasal dari uang kuliah mahasiswa, begitupun gaji satpam.
“Oleh sebab itu, agar seluruh rakyat Indonesia mengetahui apa yang sedang terjadi di salah satu universitas ternama di negara ini. Apa yang menimpa rekan kami bukanlah hal yang biasa, karena terjadi dalam dunia pendidikan dan kiranya pihak kampus pun bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa Imanuel Silaban,” kata Yosua Yordan.
Tindakan kebrutalan satpam tersebut, lanjutnya, tentu telah mencederai dunia pendidikan, khususnya USU dan karenanya perlu ada klarifikasi dari pihak USU, bagaimana mereka menjamin bahwa kasus seperti ini tidak akan terulang lagi.
“Saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa ada puluhan satpam yang menganiaya rekan kami menggunakan senjata. Kami ingin ada jaminan, agar hal ini tidak lagi terulang pada rekan kami,” katanya.
Sementara, WR 5 USU Luhut Sihombing menyatakan, menyesali kejadian tersebut dan akan bertanggung jawab terhadap biaya RS Imanuel Silaban. “Untuk selanjutnya, masih kita diskusikan kepada pak rektor. Hingga saat ini, beliau masih berada di Kepulauan Riau (Kepri). Tunggu rektor balik ke Medan ya,” katanya. (C04)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News