Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN | SUMUT24 Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah baru beberapa hari beroperasi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo, kini mulai tidak aman. Bahkan sudah banyak pengguna jalan menjadi korban pelemparan dan perusakan kenderaan oleh orang tak bertanggungjawab.
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
“Kita minta aparat keamanan termasuk pihak Jasa Marga agar meningkatkan patroli diwaktu-waktu jam rawan. Sehingga pengguna jalan tol dapat nyaman berkendara,” tegas Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara kepada SUMUT24, Rabu (18/10).
Menurutnya, lampu penerangan jalan segera diselesaikan biar terang benderang. Sehingga para pelaku pengrusakan dan kejahatan enggan melaksanakan niatnya.
“Yang tak kalah pentingnya adalah patroli keamanan harus segera dimaksimalkan, terutama dari pihak kepolisian. Karena hal tersebut merupakan tindakan kriminal yang perlu penanganan serius pihak keamanan,” ujar Dedi Iskandar.
Dikatakannya, sudah ada beberapa pengguna jalan mobil yang dikenderainya saat melintas di jalan tol Kualanamu-Sei Rampah ini dilempari batu oleh orang tak dikenal. “Kita berharap kejadian tersebut tak terulang kembali. Kalau jalur tol ini tak nyaman dan aman lagi, masyarakat pasti enggan menggunakan jalan tol. Meski tarif tolnya juga terlalu mahal,” ujar Dedi.
Kalau kejadian tersebut terulang kembali, itu artinya bisa saja ada permasalahan dalam pembuatan jalan tol tersebut dan lain sebagainya. “Sebelum kejadian yang tidak diinginkan, seharusnya terlebih dahulu aparat keamanan dan pihak Jasa Marga segera antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak jalur Tol Kualanamu-Sei Rampah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (13/10) lalu, hingga Senin-Selasa (16-17/10) kemarin, sudah 12 unit mobil yang melintas menjadi korban pelemparan batu hingga menyebabkan depan dan samping pecah kaca.
Teror pelemparan ini dilakukan orang tak dikenal dan tak bertanggung jawab sehingga menyebabkan para pengguna jalan tol dilanda ketakutan.
Direktur Teknik dan Operasional PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq kepada wartawan mengaku, sudah 12 mobil pribadi yang menjadi sasaran pelemparan.
Aksi pelemparan tidak hanya terjadi pada malam hari, saat terang pun pelaku tetap menjalankan aksinya.
Menurut Agus, pelemparan paling banyak terjadi di Kilometer 66 tepatnya di dekat gerbang tol Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai.
“Di lokasi itu, semuanya perkebunan sawit. Kami menduga pelaku dari sekitar perkebunan itu. Kami sudah berkoordinasi dan membuat laporan ke Polsek Teluk Mengkudu dan Satreskrim Polres Serdangbedagai,” kata Agus, Selasa (17/10) kemarin.
“Saya berharap pelaku pelemparan secepatnya ditangkap dan ditindak sesuai hukum yang berlaku karena telah melakukan teror kepada pengendara yang melintasi tol. Padahal baru saja diresmikan presiden,” sambungnya.
Agus menegaskan, dalam kasus ini pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab. Saat ini PT Jasa Marga Kualanamu Tol masih melakukan investigasi dan menghitung seberapa besar kerusakan yang dialami pemilik mobil.
“Kami minta para korban segera membuat laporan ke pihak kepolisian biar secepatnya di proses. Kami juga ingatkan kepada masyarakat bahwa keberadaan jalan tol ini untuk kepentingan bersama,” tambah Agus.
Untuk mengantisipasi kejadian terulang, PT Jasa Marga Kualanamu Tol sudah berkoordinasi dengan patroli Ditlantas Polda Sumut supaya meningkatkan patroli di lokasi titik rawan pelemparan.
Delapan armada patroli milik PT Jasa Marga Kualanamu Tol juga sudah bekerja 24 jam agar bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna tol yang masih bebas tarif hingga Jumat (19/10) mendatang.
Polisi Koordinasi Jasa Marga
Rawannya tidak kejahatan di Jalan Tol Kualanamu – Sei Rampah yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo saat ini masih diselidiki pihak Kepolisian. Akibat belum maksimalnya keamanan di Jalan tersebut, beberapa pemilik mobil mengalami kerugian, dikarenakan mobil mereka dilempari batu ketika melintas.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Eko Suprihanto mengaku pihaknya tidak ada menerima laporan dari PT Jasa Marga Kualanamu Tol atas aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh OTK di ruas jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah beberapa waktu lalu.
“Saya sudah cek dan kejadian itu bukan di wilayah hukum Serdang Bedagai,†ujarnya menanggapi pemberitaan terkait PT Jasa Marga yang sudah menerima laporan sebanyak 12 mobil jadi korban pelemparan di ruas jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah.
Sedangkan Kabid Humas Poldasu melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan yang dimintai keterangan terkait pengamanan di lokasi Tol tersebut mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Marga.
“Kita akan segera melakukan kerjasama dengan pengelola Jalan Tol (Jasa Marga), berdiskusi membicarakan pola pengamanan di sana,†ujar Nainggolan, Rabu (18/10).
Disinggung soal teknis pengamanan, Nainggolan enggan membeberkan. Sebab, itu akan memudahkan bagi pelaku kejahatan mendeteksi pergerakan petugas keamanan.
Yang jelas, tegasnya, pihaknya akan melakukan pengamanan Patroli Jalan Raya (PJR) secara mobile di kawasan Jalan Tol untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Kalau teknis pengamanannya rahasia bos. Kalau kita beberkan, bisa dimanfaatkan pelaku untuk menghindari kejaran petugas. Tapi, kita akan melakukan pengamanan sesuai koordinasi dengan pihak Jasa Marga nantinya,†tegasnya.
Nainggolan mengaku, selama ini belum ada permintaan pengamanan secara intensif oleh pihak Jasa Marga di kawasan Jalan Tol. Dia menduga, pihak Jasa Marga sudah merasa tidak perlu dilakukan pengamanan.
Nainggolan meminta, kepada warga masyarakat yang telah menjadi korban kejahatan di Jalan Tol, seperti pelemparan kaca mobil segera melapor ke pihak berwajib, agar pelakunya bisa diproses secara hukum.
Demikian juga kepada masyarat, diimbau untuk tidak melakukan aksi kejahatan hingga mengganggu kenyamanan pengguna Jalan Tol, karena akan ditindak tegas.
“Pasti kita tindak tegas pelakunya. Apalagi, kalau sudah ada korban yang melapor ke kita (polisi, red). Untuk itu, masyarakat kita imbau jangan buat keributan di Jalan Tol,†pungkasnya. (W03/W08)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News