Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait SH mengatakan, siswa/siswi yang bermasalah ini harus dilindungi atas haknya dalam pendidikan. Berdasarkan dokumen dan kronologis bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap hak siswa/i. Oleh karena itu saya sangat mendukung sekali upaya SMAN2 tetap mempertahankan dengan mekanisme yang ada dan aturan yang ada agar anak-anak ini tetap di sekolah ini.
Karena ini pelanggaran hak anak atas pendidikan yang justru anak-anak ini diutamakan untuk mencari solusi terbaik karena anak ini mempunyai hak atas pendidikan.
“Juga dijamin oleh ketentuan UU Perlindungan dimana setiap anak punya hak untuk mendapatkan pendidikan dan juga sesuai HAM dimana anak itu berhak mendapat pendidikan yang setara dan adil,” ujar Merdeka Sirait, Selasa (17/10) saat kunjungan ke SMAN 2 Medan.
Oleh karena itu, kehadiran saya di SMAN2 ini dalam rangka bagaimana mewujudkan hak anak tersebut dalam pendidikan. Kalau ada hal-hal yang sifatnya administratif, saya menilainya itu terjadi mall administrasi. “Kami mendukung pihak sekolah (SMAN2) untuk mempertahankan anak-anak yang bermasalah ini untuk mendapatkan pendidikan setara dan sama dengan siswa yang lain,” tegas Arist Sirait.
Masih dikatakannya, “Solusi yang diberikan yang tidak mengabaikan hak anak itu. Gubernur punya hak diskresi (kewenangan menetapkan satu kebijakan,red) yakni untuk menerima tentang dan dengan tidak mengabaikan hak anak atas pendidikan. Oleh karena itu, karena ini mall adminstrasi maka kami sampaikan kepada Gubernur karena Gubernur punya hak diskresi. Gubernur punya hak untuk mengatakan anak ini bisa sekolah atau tidak disini,” kata Merdeka Sirait.
Sirait mengingatkan kepada guru-guru untuk tidak mencampuradukkan kepentingan-kepentingan dan Kepsek juga sudah mengatakan bahwa tidak ada siswa yang “silumanâ€. Perlindungan anak harus dikedepankan.
Kami mendukung pihak sekolah agar anak-anak yang bermasalah ini mendapatkan pendidikan yang sama dengan siswa yang lain. Jika ada administrasi yang perlu diperbaiki maka kita akan menyampaikan kepada Gubernur untuk menggunakan hak diskresinya untuk memperbaiki mall administrasi tadi.
“Sampai ada keputusan Diskresi Gubernur maka anak-anak tersebut tetap sekolah seperti biasa dan menjalankan kewajibannya serta tata tertib yang ada,” kata Sirait.
Menjawab wartawan, Merdeka Sirait, dalam waktu dekat akan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumut dan Gubernur. Karena ini kasus pelanggaran terhadap hak anak dalam pendidikan maka upaya-upaya hukum oleh Komnas Perlindungan Anak dan mitranya akan melakukan langkah-langkah hukum. Kalau unsur pidananya terpenuhi maka bisa diarahkan ketindak pidana.
“Tetapi yang kita inginkan adalah kepentingan terbaik anak bukan polemik. Karena ini adalah mall administrasi kalau tidak mall administrasi anak-anak ini tidak bertahan disini. Anak-anak ini tidak salah, kalau ada administrasi yang salah itu harus diperbaiki antara pihak sekolah, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Sumut. Dinas Pendidikan Sumut tidak boleh cuci tangan kalau dia cuci tangan dan unsur pidananya terpenuhi maka Komnas Perlindungan Anak akan melakukan upaya hukum,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut harus bertanggungjawab. Jangan korbankan anak-anak. Siapa bilang Kepala Dinas Pendidikan Sumut tidak tahu dalam masalah ini. Kalau Kadis mengaku tidak tahu harus berhenti dia hari ini. Karena Kadis penanggungjawab dalam penyelenggara pendidikan.
Sebelumnya Ka UPT Medan Selatan R Zuhri Ginting mengharapkan kehadiran Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait SH membawa angin segar. “Terutama terhadap anak-anak kita yang sedikit ada masalah. Pertemuan ini diharapkan mencari solusi terbaik dengan harapan tanpa mengorbankan pihak manapun,” ujarnya. (C04)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News