Minggu, 15 Maret 2026

Kadisdik Langkat dan 10 Kepsek Ketangkul Pungli Dana BOS

Administrator - Selasa, 17 Oktober 2017 17:31 WIB
Kadisdik Langkat dan 10 Kepsek  Ketangkul  Pungli Dana BOS

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Tim Saber Pungli dari Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut kembali bertindak tegas. Kali ini melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat, Salam Syahputra SPd MPd bersama 10 orang di SMPN 4 Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Selasa (17/10).

Informasi yang dihimpun, orang nomor satu di Dinas Pendidikan Langkat ini diamankan bersama 10 pejabat lainnya yang menjabat sebagai kasek. Pejabat ini ditangkap karena dugaan penyelewengan pungutan liar (pungli) dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Iya, benar. Ada sebelas orang yang kita amankan dari Dinas Pendidikan Langkat,” kata Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Putu Yudha kepada wartawan.

Setelah mengamankan Kadis Pendidikan Langkat Salam Syahputra bersama 10 orang lainnya, Tim Saber Pungli menuju Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dugaan pungli dana BOS. Jadi dana BOS yang seharusnya didistribusikan ke siswa dipotong. Tapi untuk lebih jelasnya nanti saya kabari,” ucap Putu.

Dari tempat kejadian perkara, Tim Saber Pungli berhasil membawa bawang bukti berupa, amplop berisi sejumlah uang yang belum dihitung jumlahnya, beberapa unit Hp, serta dokumen lainnya.

 

Pungli Dana BOS Rp10 Ribu Per Siswa

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Pendidikan Langkat dengan modus melakukan pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kepala Dinas Pendidikan Langkat Salam Syahputra, bersama kepala sekolah dan guru serta pengurus LSM di SMPN Langkat, melakukan dugaan pemotongan dana OS sebesar Rp 10 ribu per siswa. Dengan barang bukti uang sekira Rp100 juta.

“Yang kita amankan itu kepala dinas, kepala sekolah, guru, LSM di Langkat. Mereka diduga memotong dana BOS yang seharusnya diberikan ke siswa sebanyak Rp10 ribu per siswa,” kata Toga di depan Gedung Ditreskrimsus.

Dalam OTT ini, polisi mengamankan barang bukti berupa amplop berisi uang. “Jumlah uang dalam amplop masih kita hitung, besok lah baru bisa dipastikan,” ujar Toga.

 

Informasi yang diterima SUMUT24 di Kantor Dinas Pendidikan Langkat dari beberapa PNS di kantor tersebut mengatakan, tertangkapnya pak Kadisdik Salam memang ada. “Tapi kami belum bisa memastikan benar apa tidaknya, soalnya tadi pagi begitu selesai apel di kantor, pak Kadisdik berangkat ke Sei Lepan dalam rangka acara dinas,” ujar sumber yang namanya minta untuk jangan dituliskan.

Sementara informasi yang beredar, Kadisdik Langkat Salam Syahputra SPd MPd ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) dilokasi kecamatan Sei Lepan bersama 10 orang lainnya yang diduga sebagai kepala sekolah SMP.

“Diduga oknum Kadis ditangkap bersama 10 orang lainnya yang menyerahkan uang setoran dugaan penyelewengan pungutan liar (pungli) dana bantuan operasional sekolah (BOS) tingkat SMP,” ucap PNS tersebut.

Pantauan di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Jalan Kartini Stabat, aktivitas masih berjalan normal. Hampir di setiap ruangan dinas terdapat aktivitas.

Namun para pegawai enggan memberikan keterangan mengenai informasi adanya OTT tersebut.

Sementara pantauan di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Jalan Kartini, Kecamatan Stabat, pasca ditangkapnya Kadis Dinas Pendidikan Langkat, terlihat aktivitas masih berjalan normal. Hampir di setiap ruangan dinas terdapat aktivitas.

Namun para pegawai enggan memberikan keterangan mengenai informasi adanya penangkapan tersebut.

Saat menyambangi ruangan Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, seorang PNS bahkan menutup pintu dari dalam. Namun, di sebuah ruangan yang bertuliskan pintu khusus pegawai justru berlangsung perayaan ulang tahun. Diduga mereka tidak mengetahui bahwa kepala dinasnya diamankan petugas kepolisian.

Selain itu informasi lainnya yang dihimpun wartawan, sebelum diamankan Salam Syahputra masih sempat memimpin apel pagi.

“Tadi masih sempat bapak mimpin rapat pagi,” kata pegawai dinas pendidikan yang enggan disebutkan namanya, Selasa (17/10).

Menurutnya, sehabis menggelar apel pagi, Salam pergi menggunakan mobil dinas bersama sang supir ke arah Teluk Aru. Sei Lepan masuk dalam kawasan Teluk Aru.

Namun katanya hingga siang hari, Salam belum kembali. Dia justru mendapat informasi bahwa atasannya diamankan petugas dari Polda Sumut.

“Saya dapat informasi dari wartawan bahwa pak Kadis ditangkap polisi,” katanya.

Dia mengatakan, Salam adalah sosok yang disiplin dan tegas dalam memimpin, namun memiliki sifat pediam. “Bapak ini birokrat sejati. Sebelum menjadi Kadis Pendidikan , Pak Salam lama menjabat Sekretaris Dinas dan mantan kepala sekolah dan guru,” katanya.

Berdasarkan informasi, Salam diamankan bersama 10 orang lainnya dalam kasus pengutipan fee Dana Alokasi Khusus sekolah dan Bantuan Operasional Sekolah. (W08/wit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Bupati Bersama Kapolres Pakpak Bharat Menanam Jagung Di Lahan Masyarakat
Kepala KPPN Sidikalang Menyerahkan Piagam Penghargaan Dari Kementerian Keuangan RI Kepada Bupati Pakpak Bharat
komentar
beritaTerbaru