OJK dan Forkom IJK Sumut Perluas Akses Keuangan Masyarakat di Tiga Kabupaten
sumut24.co LabuhanbatuOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara
Ekbis
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Tarif Tol Medan-Kualanamu-Sei Rampah dinilai terlalu mahal, padahal pembangunan Tol negara tersebut berasal dari uang rakyat. Sehingga Menteri PUPR harus segera merevisi SK 802 tentang tarif tol yg ditetapkan Rp981,- per kilometer.
“Kita sudah kirim surat keberatan ke Menteri PUPR sesuai dengan masukan dan keberatan dari masyarakat Sumatera Utara,” ujar Anggota Senator DPD RI asal Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara kepada SUMUT24, Senin (16/10).
Menurutnya, sebagaimana saya perhitungkan simulasi saja, jika (tarif) Rp981,- per kilometer x (jarak tempuh) 41 km berarti = Rp40.221,- uang yang harus dikeluarkan jika menggunakan jalan tol. Jika Rp40.221,- ini dibagi dengan premium yang harga per liternya Rp6.450,- sama dengan 6,2 liter atau 7,8 liter (Rp5.150,-) jika solar.
Artinya jika jarak tempuhnya 41 KM, berarti premium dan solar yang dihabiskan selama perjalanan hanya 4 liter (jika rata-rata 1 liter bahan bakar dihabiskan untuk jarak tempuh 10 km). Dan ini berarti terdapat selisihnya 2,2 liter dan 3,8 liter.
“Kesimpulannya, masih Lebih ekonomis menggunakan jalan arteri yang biasa digunakan dari pada masuk tol. Apalagi jaman sekarang ekonomi masyarakat menengah sampai ke atas masih belum stabil, sehingga perlu pengkajian mendalam dari unsur beberapa kementerian,” ujar Dedi Iskandar.
Saran konkrit saya, untuk mengurai kemacetan dan memberikan hak masyarakat menikmati jalan bebas hambatan trans sumuatera ini, turunkan tarif nya, biarkan masyarakat menikmati pembangunan dengan biaya terjangkau. Kan uang membangunnya dari rakyat juga.
“Menteri PUPR harus segera mengevaluasi tarif menjadi seperti tarif yang ada sekarang sesuai SK Menteri 507 tahun 2015,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar mengatakan, saat ini uang pemerintah sudah habis sehingga apa-apa yang menyangkut masyarakat semua dinaikkan termasuk pemberlakuan jalan tol tersebut. “Harusnya dalam hal tersebut DPR harus pertanyakan hal tersebut ke kementerian, karena kan uangnya pembangunannya dari uang rakyat. Memang aneh-aneh saja pemerintah ini, sekrang tinggal bagaimana pemerintah mensinkronkan hal tersebut agar tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya. (W03)
sumut24.co LabuhanbatuOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara
Ekbis
MEDAN, Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke62 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Sumatera Utara menggelar ziarah ke Taman Ma
Politik
PT Lencana Bayangkara Indonesia Sepakat Menghentikan Seluruh Aktivitas Perusahaan, Proses Administrasi Pembubaran Ditindaklanjuti
News
Diduga Hendak Edarkan Sabu, Pria di Timbangan Padangsidimpuan Diciduk Polisi
News
Kapolres Padang Lawas Pimpin Penggerebekan Pagi Hari, Pria 45 Tahun Diamankan Bersama Sabu 1,12 Gram
News
Sentuhan Humanis AKBP Noval Desky di HUT ke75 Humas Polri, Anakanak Panti Asuhan Hayat Terima Bantuan Sembako
News
Jangan Nekat! Jalinsum Sipirok&ndashTarutung Masih Berbahaya, Kapolres Tapsel Sarankan Jalur Alternatif
News
Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin untuk Pelajar.
News
Evaluasi Kinerja Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan.
News
Menuju Indonesia Emas 2045, TPI Medan Dorong Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing
News