Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Percut Sei Tuan | SUMUT24
Baca Juga:
Pengurusan e-KTP memang jadi masalah yang kompleks bagi masyarakat. Bagaimana tidak, selain memakan waktu lama, masyarakat juga harus bolak-balik datang ke kantor camat untuk menanyakan ketersediaan blanko.
Meski pemerintah sudah menyatakan ketersediaan blanko sudah ada, nyatanya di lapangan tetap saja pembuatan e-KTP masyarakat tak kunjung cepat selesai. Hal ini seperti yang terjadi dibeberapa daerah yang ada di Sumut. Bahkan belakangan muncul kabar, belum tersedianya blanko yang masuk di kecamatan banyak dijadikan modus oleh oknum pegawai kecamatan.
Biasanya para pegawai kecamatan beralasan blanko kosong, jadi warga yang ingin buat KTP atau KK belum bisa diproses datanya. Tapi kemudian warga tersebut diarahkan jika mau membayar sejumlah uang bisa diurus blankonya. Inilah yang dikeluhkan warga selama ini.
Kejadian ini seperti yang dialami Muhammad, salah satu warga Pasar VI Desa Tembung, Kecamatan PS Tuan, Kabupaten Deliserdang. “Saya sudah berbulan-bulan mengurus e-KTP, tapi belum selesai juga. Oknum di Kecamatan PS Tuan beralasan blanko belum tersedia alias kosong,” ujar Muhammad.
Lantas ada salah satu tetangganya yang kebetulan menjadi oknum pegawai di kantor camat tersebut, menyarankan agar Muhammad memberikan uang kepada petugas disana untuk segera diselesaikan e-KTP tersebut.
“Saya sangat memerlukan e-KTP untuk melamar kerja, namun e-KTP saya belum juga siap. Malah tetangga saya yang kebetulan bekerja di kantor camat menyuruh saya memberikan uang ke petugas yang ngurus e-KTP. Katanya kasih saja uang Rp 150.000, pasti cepat siapnya. Orang-orang cina yang ngurus e-KTP disana begitu, seminggu kemudian siap e-KTP orang itu,” cetus Muhammad, Senin (16/10).
Muhammad mengaku, jika harus membayar, hal itu tentu memberatkan dirinya. Sebab dia mengaku belum mendapat pekerjaan jadi tidak memiliki uang untuk membayar e-KTP.
“Saya punya uang dari mana, saya saja belum dapat pekerjaan, jadi mau bayar pakai apa,” terangnya dengan nada sedih.
Menurutnya, pembuatan e-KTP, KK, maupun akta kelahiran seharusnya gratis, mengingat Perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang kependudukan sudah dihapus.
“Jadi jika ada pungutan biaya itukan namanya pungli. Kalau sudah begini harus segera diusut,” tutupnya. (W07)
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum
Kota Jantho sumut24.co Kejaksaan Negeri Aceh Besar berhasil memulihkan kerugian keuangan negara hampir mencapai Rp1 miliar dari hasil pena
News
sumut24.co MedanPersoalan tunggakan SPP yang menimpa seorang siswa SMP Panca Budi telah menemukan titik terang. Robby Cahyadi, orang tua d
kota
sumut24.co MedanEvent lari lintas alam berskala internasional, Trail of The Kings by UTMB 2026, akan digelar pada 1214 Juni 2026 di kawas
kota