Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
Percut Sei Tuan | SUMUT24
Baca Juga:
- Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Pengurusan e-KTP memang jadi masalah yang kompleks bagi masyarakat. Bagaimana tidak, selain memakan waktu lama, masyarakat juga harus bolak-balik datang ke kantor camat untuk menanyakan ketersediaan blanko.
Meski pemerintah sudah menyatakan ketersediaan blanko sudah ada, nyatanya di lapangan tetap saja pembuatan e-KTP masyarakat tak kunjung cepat selesai. Hal ini seperti yang terjadi dibeberapa daerah yang ada di Sumut. Bahkan belakangan muncul kabar, belum tersedianya blanko yang masuk di kecamatan banyak dijadikan modus oleh oknum pegawai kecamatan.
Biasanya para pegawai kecamatan beralasan blanko kosong, jadi warga yang ingin buat KTP atau KK belum bisa diproses datanya. Tapi kemudian warga tersebut diarahkan jika mau membayar sejumlah uang bisa diurus blankonya. Inilah yang dikeluhkan warga selama ini.
Kejadian ini seperti yang dialami Muhammad, salah satu warga Pasar VI Desa Tembung, Kecamatan PS Tuan, Kabupaten Deliserdang. “Saya sudah berbulan-bulan mengurus e-KTP, tapi belum selesai juga. Oknum di Kecamatan PS Tuan beralasan blanko belum tersedia alias kosong,” ujar Muhammad.
Lantas ada salah satu tetangganya yang kebetulan menjadi oknum pegawai di kantor camat tersebut, menyarankan agar Muhammad memberikan uang kepada petugas disana untuk segera diselesaikan e-KTP tersebut.
“Saya sangat memerlukan e-KTP untuk melamar kerja, namun e-KTP saya belum juga siap. Malah tetangga saya yang kebetulan bekerja di kantor camat menyuruh saya memberikan uang ke petugas yang ngurus e-KTP. Katanya kasih saja uang Rp 150.000, pasti cepat siapnya. Orang-orang cina yang ngurus e-KTP disana begitu, seminggu kemudian siap e-KTP orang itu,” cetus Muhammad, Senin (16/10).
Muhammad mengaku, jika harus membayar, hal itu tentu memberatkan dirinya. Sebab dia mengaku belum mendapat pekerjaan jadi tidak memiliki uang untuk membayar e-KTP.
“Saya punya uang dari mana, saya saja belum dapat pekerjaan, jadi mau bayar pakai apa,” terangnya dengan nada sedih.
Menurutnya, pembuatan e-KTP, KK, maupun akta kelahiran seharusnya gratis, mengingat Perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang kependudukan sudah dihapus.
“Jadi jika ada pungutan biaya itukan namanya pungli. Kalau sudah begini harus segera diusut,” tutupnya. (W07)
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News