Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
MEDAN I SUMUT24 Pembangunan Proyek Nasional yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Sumut seperti pembangunan Monorel Keret Api yang sedang berlangsung, sepertinya PT KA mengabaikan atau kurang memperhatikan keselamatan masyarakat di bawah dan sekitar proyek tersebut.
Baca Juga:
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
- Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
“Seharusnya pemgerjaan proyek lebih professional. PT KAI harus lebih memperhatikan Keselamatan jiwa (nyawa) masyarakat, sehingga jangan sampai jatuh korban baik dari kalangan pekerja maupun masyarakat,” tegas Ketua Sumut Institute Osril Limbong kepada SUMUT24, Rabu (11/10).
Seharusnya PT KAI punya perencanaan yang matang, lebih-lebih proyek tersebut sangat-sangat rentan terjadinya kecelakaan dan keselamatan kerja. “Kalau sudah terjadi nanti mau bilang apa. Harusnya sudah lebih dulu diperhatikan tentang keselamatan masyarakat di bawah proyek dan sekitarnya. Apalagi beban-beban pekerjaan Monorel tersebut termasuk berskala berat dan besar. Sehingga kalau menimpa masyarakat, bukan tidak mungkin masyarakat ataupun yang berada dibawahnya akan mati sia-sia,” tegas Osril.
Memang kecelakaan kerja yang menimpa masyarakat dan pekerja tidak kita inginkan. Minimal PT KAI mempunyai antisifasi dini sebelum terjadi kecelakaan dan sebagainya.
Pengerjaan monorel itu kan perlu juga diperhatikan Amdalnya. “Sepertinya, PT KAI kurang memperhatikan Amdal dan keselamatan dalam bekerja,” tegas Osril Limbong.
“Jangan sampai terjadi dan jatuh korban, baru PT KAI sibuk. Pemerintah juga diminta kalau memang Amdal dan keselamatan kerja yang dilakukan PT KA kurang memadai. Sebaiknya pemerintah berhak menegur atau melakukan pengawasan. Seperti Gubsu dan Walikota Medan, karena objeknya ada di Medan yang juga ibukota Provinsi Sumatera utara,” ujarnya.
Humas: Diserahkan ke Balai Teknik
Humas PTKAI Divre I Sumut-Aceh M Ilud Siregar saat ditanya SUMUT24, Rabu (11/10) kemarin, terkesan menutupi informasi soal pembangunan Dobletrack. Padahal dari segi keamanan, dan keselamatan masyarakat Kota Medan sangat penting melihat kondisi bangunan yang diatas perlintasan, yang selalu dilalui masyarakat Kota Medan.
Parahnya lagi, Humas PTKAI ketika dikonfirmasi SUMUT24, hanya melempar bola ke Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara Dirjen Perkeretaapian. Padahal tugas dan Humas sangat perlu yakni harus bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan. Namun dalam hal ini Humas PTKAI terkesan tertutup.
“Mengenai pekerjaan jalan layang wewenangnya ada di Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara Dirjen Perkeretaapian,” ucap Humas PTKAI Divre I Sumut-Aceh M Ilud Siregar melalui pesan WA kepada SUMUT24.
Perlu diketahui untuk pembangunan Dobletrack ini memang sangat baik dan bisa memperbaiki arus lalulintas di Kota Medan.
Solusi Kemacetan
Menurut Pengamat Trans Bhakti Alamsyah, langkah awal untuk memperbaiki arus kemacetan yang selama ini menjadi kendala salah satunya yakni membuat jalur rel kereta api layang (Dobletrack) sebab sejauh ini setiap perlintasan kereta api pasti mengundang kemacetan hampir 80%.
“Kalau untuk pembangunan Dobletrack PTKAI ini merupakan langkah awal untuk mengurangi kemacetan, sebab sejauh ini setiap perlintasan kereta api 80%, pasti mengundang kemacetan,” ujar Bhakti Alamsyah.
Masih Alamsyah, dirinya sangat menyetujui progres PTKAI dalam hal pembangunan Dobletrack PTKAI, lantaran ini juga bisa mendongkrak laju arus lalu lintas disetiap perlintasan kereta api.
“Saya setuju dengan pembangunan Dobletrack PTKAI, sebab ini juga sekaligus mendongkrak laju arus lalulintas disetiap perlintasan kereta api,” lanjutnya.
(W03/C03)
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News
Ketua MPC PP Kota Medan Berikan THR Untuk Ketua & Sekretaris Ranting Pemuda Pancasila se Kota Medan
Kota