Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
- Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Para guru dan orang tua (ortu) siswa meminta agar Plh Kepsek SMAN 13, Ramzah Ram, untuk segera angkat kaki dari jabatannya sekarang. Sebab menurut mereka, kehadiran Ramzah Ram membuat para guru disana terpecah belah. Tak hanya itu, Ramzah Ram bersama guru pendukungnya, juga sering mengancam para siswa yang dianggap sebagai “siswa siluman” untuk keluar dari sekolah saat jam belajar di kelas.
Salah satu guru berinisial SH, saat dihubungi SUMUT24, Minggu (8/10), mengatakan, suasana di SMAN 13 Medan kini tak kondusif lagi. Ramzah Ram bersama guru pendukungnya yang menamakan diri sebagai “Trio Sirna” sering mengancam siswa yang dianggap siluman, untuk keluar dari sekolah. Tak hanya itu, guru-guru yang tak ikut mendukung Ramzah Ram, sering dapat sindiran yang tak enak.
“Saya bukan bela sana bela sini, tapi itulah yang terjadi sejak Ramzah Ram menjabat sebagai Plh Kepsek SMAN 13 Medan. Banyak siswa diancam dikeluarkan sehingga mereka melapor pada orang tuanya,” katanya.
Menurut SH, kejadian ini diduga dilatar belakangi unsur sakit hati. Ramzah dan beberapa guru yang menamakan diri “Trio Sirna” kemungkinan sakit hati dengan mantan Kepala Sekolah SMAN 13 Medan, Hj. Nurhalimah. Sehingga mereka mencari celah dan masalah dengan mengaitkan masuknya siswa siluman dari jalur PPDB online tersebut.
“Sebagai Plh Kepsek Ramzah Ram tidak berhak atau mempunyai wewenang untuk mengeluarkan 77 siswa yang dianggapnya siluman itu. Karena mereka siswa itu sudah belajar disini 3 bulan. Bagaimana perasaan orang tua kalau Ramzah berbuat seperti itu. Seharusnya wewenang itu ada di tangan Dinas Pendidikan Sumut. Sebagai Plh, Ramzah hanya bertugas menjalankan program apa yang telah dibuat sekolah, dan sebaiknya Ramzah bisa menjadi penengah jika ada masalah yang terjadi disini, bukan sebaliknya menjadi pendukung,” tegas SH.
Untuk itu, SH beserta guru yang lainnya berharap agar Ramzah Ram segera angkat kaki dari jabatannya sebagai Plh Kepsek SMAN 13 Medan. Dan Gubernur Sumut, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, diminta segera memilih kepala sekolah defenitif di SMAN 13 Medan.
“Biar masalah ini cepat selesai, Gubsu diminta segera mendefinitifkan Kepala Sekolah SMAN 13 Medan yang baru, namun jangan nama Ramzah Ram lagi yang jadi kepala sekolah. Kalau Ramzah Ram yang dipilih lagi, maka sama saja suasana di sekolah tetap kacau. Karena saat ini kami sebagai guru merasa sudah tidak nyaman dan kurang semangat untuk mengajar dengan kejadian ini,” tutup SH.
Hal senada juga dikatakan HR, salah satu orang tua Siswa SMAN 13 Medan. Menurut HR, sebagai guru tak sepatutnya mereka mengatakan siswa siluman kepada muridnya. Ini jelas bisa mempengaruhi mental anak saat belajar.
“Ramzah Ram dan kelompok guru Trio Sirna sering memanggil siswa siluman kepada anak saya dan teman lainnya. Ini jelas mempengaruhi mental anak saya. Bahkan orang tua mana yang tak marah jika anaknya di katakan anak siswa siluman. Kalau anak siluman berarti bapaknya siluman dong,” tegas HR sembari mengaku salah satu guru yang sering menyebut siswa siluman itu adalah guru mata pelajaran ‘B’ berisial ‘N’, dia adalah salah satu dari 5 orang guru yang tergabung dalam kelompok Trio Sirna.
Sebagai guru ini merupakan contoh prilaku yang tidak baik kepada siswanya. HR juga menegaskan, jika memang anaknya dianggap sebagai siswa siluman di SMAN 13 Medan, kenapa baru sekarang hal itu digembor-gemborkan.
“Anak saya masuk kesana (SMAN 13 Medan) melalui prosedur pendaftaran yang berlaku. Dan dari awal dia masuk tak ada masalah dengan ini. Tapi kenapa sejak Ramzah menjabat Plh Kepsek masalahnya baru muncul, kenapa tak dari awal masalah siswa siluman ini dipermasalahkan,” kesal HR.
Terkait hal ini, HR dan beberapa orang tua siswa lainnya dalam waktu dekat ini akan mengadakan aksi ke sekolah SMAN 13 Medan. Dia juga meminta agar Ramzah Ram segera digantikan karena sudah membuat contoh yang buruk, baik ke guru dan para siswa.
“Saya sakit hati kalau anak kita dibilang siluman, saya dan orang tua siswa lainnya akan menggelar aksi ke sekolah agar ucapan-ucapan itu tidak mempengaruhi mental anak-anak kami saat belajar,” tegas HR.
Sementara itu, SUMUT24 yang sudah mencoba ingin menemui Ramzah Ram dan guru yang disebut-sebut kelompok Trio Sirna ini, belum berhasil bertemu kemarin. (W07)
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News
Ketua MPC PP Kota Medan Berikan THR Untuk Ketua & Sekretaris Ranting Pemuda Pancasila se Kota Medan
Kota